
Mendengar perkataan Stuart, Kikan sangat terkejut bisa-bisanya memutarbalikkan fakta mengatakan bahwa dia sengaja tidur dan memeluk tubuhnya tapi tidak mungkin dia menjawab tanpa bukit Kikan hanya bisa menunduk dalam tak ingin berdebat dengan pria yang menjadi tuan mudanya saat ini
"Maaf tuan tapi aku tadi hanya berniat untuk membangunkan Tuan." ucap Kikan berusaha membela diri walau hanya mengatakan hal tersebut
"Sudah lah sekarang keluar dari kamarku Aku tak ingin melihatmu untuk sementara waktu ingat kau tak boleh mendekatiku apapun Yang terjadi." ucap Stuart
Mendengar perintah tuannya Kikan langsung keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk memasak tak ingin membuat masalah baru lagi apalagi kepala pelayan sudah memberikannya ultimatum untuk jangan pernah beradu argument dengan Stuart karena sudah pasti tak akan ada jalan selain dia akan di pecat jika emosinya Stuart terpancing
Kikan yang sudah berada di dapur khusus untuk memasak makanan untuk Stuart tak ingin memikirkan hal yang terjadi di dalam kamar Kikan langsung melakukan aktivitasnya kembali seperti biasa
__ADS_1
Sementara itu Stuart yang berada di dalam kamar setelah kepergian Kikan dia langsung memegang jantungnya dan terduduk lemas di atas ranjang dia tak percaya bahwa dia menjadi seorang penyuka terong dengan langkah gontai masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Setelah membersihkan tubuhnya Stuart langsung memakai pakaiannya lalu bergegas menuju meja makan saat turun Stuart melihat Bima yang sudah duduk di meja makan sedang menunggunya
Stuart menghembuskan nafasnya lalu duduk di meja tepat disamping Bima karena merasa penasaran akan sesuatu Stuart menatap Bima mereka saling melihat tapi kenapa tak ada reaksi apapun dari tubuhnya dia merasa biasa saja bahkan tak ada kontak listrik seperti yang terjadi pada Kikan padahal Bima termasuk pria tampan dengan kulit putih
Merasa dia bukan penyuka terong membuat Stuart menggeleng keras apa mungkin ada sesuatu yang salah dalam dirinya pikir Stuart sementara Bima yang melihat Stuart seperti orang sedang banyak pikiran dan frustasi menepuk pundak Stuart yang sepertinya sedang menghayal sambil menatapnya
Stuart menghembuskan nafas berat hanya Bima satu-satunya sahabat dekatnya saat ini yang mungkin bisa memberikannya solusi atas apa yang terjadi padanya
__ADS_1
Semua makan yang di buat oleh Kikan sudah lengkap berada dihadapan Stuart seperti tadi yang diperintahkan oleh Stuart, Kikan tidak boleh muncul di hadapannya apalagi mendekatinya sehingga Kikan berinisiatif mempersiapkan semua makanan sebelum Stuart turun ke meja makan
Bima menengok kesana-kemari mencari keberadaan asisten pribadi Stuart karena sudah satu minggu lebih asisten pribadi tersebut terus berada di sisi Stuart Tak pernah sedikitpun menghilang dari tempatnya tapi hari ini sosok tersebut tiba-tiba menghilang
Melihat Bima yang seperti mencari-cari sesuatu membuat Stuart bingung "ada apa denganmu apa yang kau cari." Tanya Stuart
"Di mana asisten pribadi mu kenapa dia tak berada disampingmu biasanya dia akan menempel selama kau masih ada di dalam rumah ini." tanya Bima
"Dia sedang memiliki pekerjaan lain sudahlah untuk apa kau menanyakan Asisten pribadi ku sebaiknya cepat makan kita sudah terlambat." ucap Stuart untuk mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"Masa sih biasanya juga kita sering berangkat jam sembilan lewat." ucap Bima sambil melahap makanannya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya