
Sementara itu Darmanto yang sedang menenangkan Yuli di ruangan direktur tampak terkejut saat direktur rumah sakit masuk diikuti oleh komandan dan dokter intan
Sontak Darmanto sangat terkejut melihat komandan dengan rambut acak-acakan "Astaga Ada apa denganmu Kenapa rambutmu bisa begitu jadi seperti singa selama ini Kau sangat menjaga rambutmu bahkan tak ada seorangpun yang berani menyentuhnya Apakah kau lupa membawa sisir bukan maksudku Apakah sesuatu terjadi pada rambutmu." tanya Darmanto yang melihat rambut komandan yang berantakan karena komandan adalah pria yang sangat rapi apalagi dia sangat menyayangi rambutnya dan menjaganya selalu tertata rapi
Komandan langsung menatap ke arah belakang nampak dokter intan tertunduk "ini semua gara-gara ulah perempuan itu dia melakukan tindakan penganiayaan padaku." ucap komandan
Darmanto mengalihkan pandangannya kepada dokter intan yang terlihat kalem dan lembut serta wajahnya yang ayu Mana mungkin dokter cantik sepertinya bisa melakukan hal seperti itu apalagi pada seorang komandan yang bertubuh kekar tampan dan selalu sopan pada siapapun entah apa yang terjadi membuat kedua orang ini saling bermusuhan
Darmanto melihat situasi seperti ini dia langsung melihat ke arah kakeknya setelah memberikan kode sang Kakek pun mengangguk setuju
"Baiklah kalian berdua duduklah." ucap kakek komandan mempersilahkan komandan dan dokter intan duduk
"Baiklah bolehkah aku mengetahui apa sebenarnya yang terjadi kenapa kalian bisa berakhir seperti ini." tanya kakek komandan atau direktur rumah sakit
Kedua orang di hadapannya langsung menceritakan versi mereka masing-masing dan saling berdebat membenarkan versi mereka membuat direktur rumah sakit kewalahan menghadapi keduanya
"Baiklah hentikan perdebatan kalian karena aku adalah kakek dari pria ini maka aku tak ingin bawa dokter intan berpikir bahwa aku berat sebelah jadi Aku menyerahkan permasalahan kalian kepada Darmanto dia akan berlaku adil atas hukuman apa yang kalian berdua terima aku akan. keluar kalian berdua luar biasa." ucap direktur rumah sakit lalu berjalan keluar dari ruangan direktur karena dia yakin jika dia yang membuat keputusan pasti komandan akan membantahnya karena menurutnya tidak adil
"Sayang sebaiknya kau berdusta di dalam kamar kakek aku sudah meminta ijin sebelum pada kakek aku tau kau sedang lelah ucap Darmanto yang tak menyadari bahwa istrinya sudah terlelap, Darmanto langsung mengalihkan pandangannya pada Yuli yang berada di pelukannya setelah menyadari istrinya tidur Darmanto langsung mengakat tubuh Yuli masuk ke dalam ruang pribadi milik direktur rumah sakit yang ternyata ada dua kamar di dalam ruangan tersebut , setelah mengantarkan Yuli tidur Darmanto kembali duduk di hadapan ke dua orang yang akan dia berikan hukuman
"Dari versi kalian masing-masing bisa aku simpulkan bahwa kalian berdua sama-sama bersalah dalam hal ini jadi aku akan memberikan hukuman untuk kalian kau dokter ayu yang seharusnya menjadi teladan Kenapa bisa bersifat seperti itu Sampai melakukan tindakan penganiayaan kepada seseorang dan kau sebagai seorang pria tidak sepatunya kau berbicara kasar pada seorang wanita apalagi sampai membuatnya terjatuh dan kau tidak menolongnya itu adalah tindakan yang sangat tidak terpuji dan Sejak kapan mulutmu bisa lancar mengatakan sesuatu yang pada seorang wanita." ucap Darmanto
__ADS_1
"Maaf tuan aku tak sengaja mengatakan hal tersebut semua kata-kata itu keluar begitu saja mungkin karena aku kesal saat diperintahkan datang ke rumah sakit." ucap komandan jujur
Dokter intan langsung mengarahkan pandangannya pada komandan lalu melihat ke arah Darmanto, saya minta maaf tuan karena tidak berlaku sopan kepada seseorang dan bertindak kasar saya siap di hukum ." ucap pasrah dokter intan
"Baiklah karena kalian sudah sama-sama mengaku salah aku akan memberikan hukuman setimpal untuk kalian berdua mulai saat ini aku perintahkan kalian berdua menjaga istriku selama tiga bulan ke depan dan kalian harus saling berkomunikasi dan selama tiga bulan kalian akan tinggal bersama ." ucap Darmanto
Mendengar perkataan Darmanto membuat komandan sangat terkejut begitupun dokter intan tapi Tuhan bagaimana bisa aku tinggal bersama pria tua keras kepala ini lagi pula kami tak ada ikatan apapun Bagaimana bisa kau ini tinggal dalam satu rumah." ucap dokter intan
"Tuan Aku tak mau tinggal bersama wanita rabun keras kepala dan jelek ini dia akan merusak image ku sebagai pria terhormat." ucap komandan
"Kalian tak akan tinggal hanya berdua tapi akan tinggal bersama di kediaman kakek bersama yang lain hanya saja kalian akan ditempatkan di kamar yang bersebelahan." ucap Darmanto
"Mulai hari ini kau akan cuti sampai 3 bulan ke depan silakan mengecek di email pribadimu semua surat sudah dikirim ke email." ucap Darmanto
Dokter intan sedikit terkejut langsung mengambil ponselnya dan melihat email masuk sontak saja matanya langsung terbelalak melihat email tersebut dia tak menyangka dalam waktu sesingkat itu dia bisa cuti langsung 3 bulan
"Baiklah karena semua sudah setuju dengan hukumanku maka tak ada lagi alasan apapun dan ingat kalian harus saling kerja sama aku tak ingin mendengar kalian ribut atau aku akan menambahkan hukuman untuk kalian berdua Dan kau komandan Aku tak ingin kau bersikap kasar pada seorang wanita walaupun dengan kata-kata aku akan membuatmu menerima hukuman yang lebih berat dari biasanya." ucap Darmanto
"Baik tuan aku mengerti." ucap Darmanto
"Maafkan bolehkah aku tau kapan kita akan ke kediaman kakek yang tuan maksud agar aku bisa kembali ke ruanganku Aku ingin bersiap-siap untuk pulang ke rumah." ucap dokter intan
__ADS_1
"kembalilah ke ruanganmu dan bersiaplah besok komandan akan menjemputmu sebaiknya kalian bertukar nomor ponsel akan lebih mudah komunikasi." ucap Darmanto
"Aku sudah mendapatkan nomor ponselnya Tuan jadi aku akan menghubunginya." ucap komandan
Dokter intan memberi hormat kepada Darmanto lalu berjalan keluar dari ruangan direktur rumah sakit untuk kembali ke ruangannya dengan wajah yang sulit diartikan sementara itu Darmanto langsung bangkit dan berjalan menuju wastafel di mana terdapat cermin di sana Astaga apa yang terjadi pada rambut kesayanganku dasar rambut indahku ini mengeluarkan sisir kecil dari sakunya lalu menyisir rambutnya dengan lembut sambil bibirnya terus komat-kamit entah apa yang dia katakan, sementara Darmanto hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan komandan, setelah merapikan diri komandan kembali ke hadapan Darmanto
"Ayo ikut aku ke ruangan perawatan mertuaku ada sesuatu yang perlu aku selesaikan." ucap Darmanto lalu bangkit berjalan keluar dari ruangan direktur diikuti oleh komandan
Sementara itu di ruang perawatan tampak perawat yang merawat ibu Yuli sudah datang dan langsung masuk ke dalam melihat kondisi Ibu Yuli Sedangkan para bodyguard dengan santai duduk mengapit ayah tiri yuli dan Yuni hanya bisa melihat semua itu seperti orang bodoh tak berselang lama Darmanto masuk di ikuti komandan pengawal dengan spontan berdiri dan memberi hormat
Darmanto menatap ke arah ayah tiri Yuli "aku ingin dia mendapatkan ganjaran atas perbuatannya terhadap istriku." ucap Darmanto membuat komandan melihat ke arah ayah tiri Yuli
"Baik tuan semua bukti kejahatannya sudah ada di kantor polisi sebentar lagi polisi akan kemari apalagi dia juga selama ini meracuni istrinya diam-diam agar sakit-sakitan." ucap komandan
Ayah Yuli terkejut mendengar perkatan pria yang masuk bersama Darmanto yang dia tau adalah suami Yuli sedangkan Yuni sangat terkejut
"Apa yang kalian lakukan aku tak pernah melakukan hal itu." teriak ayah tiri Yuli
"Oh dan untuk putrinya aku ingin dia menjadi pelayan di salah satu markas kita agar dia tak bisa kemana-mana." ucap Darmanto lalu keluar dari ruangan tak mempedulikan teriakan ayah tiri Yuli dan Yuni .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1