Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
477


__ADS_3

Darmanto dan Yuli sudah pergi ke belakang,Ibu Stuart langsung menatap ke arah Oma, "apa tidak salah Darmanto akan memanjat pohon yang di belakang oh aku harus melihat adegan ini secara langsung Oma tahu kan bagaimana Darmanto Sejak dulu dia tidak bisa memanjat bahkan pohon sependek pohon apel saja dia tidak bisa." ucap ibu stuart


"Aku juga sebenarnya terkejut tadi saat Yuli mengatakan hal tersebut Tapi melihat tampang Darmanto yang berusaha untuk melakukan semua yang diinginkan istrinya membuatku sedikit percaya padanya Ayo kita bangun dan melihat ke belakang bagaimana Darmanto akan memanjat." ucap Oma


Oma dan ibu Stuart bergegas ke belakang mengikuti Yuli dan Darmanto sementara itu Darmanto dan Yuli sudah berada di taman belakang tepat di bawah pohon besar tampak pelayan dan penjaga mengawasi Darmanto dan Yuli


Darmanto melihat pohon mangga dari atas ke bawah beberapa kali lalu menoleh ke arah istrinya "sayang Apa kau yakin aku harus memanjat pohon mangga ini tidak bisakah kita menggunakan tangga saja." ucap Darmanto sambil memasang muka merayu


"Kalau kita menggunakan tangga itu namanya bukan memanjat tapi mengambil mangga kalau manjat namanya panjat mangga." ucap Yuli


"Tapi kan sayang tujuannya sama ambil mangga di atas pohon." ucap Darmanto


Yuli langsung menatap tajam ke arah Darmanto" Aku tak mau menggunakan tangga aku mau kakak memanjat di atas pohon lalu memetik buah mangga muda untukku." ucap Yuli tanpa kompromi


Kikan yang tak sengaja melihat ke arah jendela yang menghadap ke taman belakang tampak melihat Darmanto dan Yuli berada di bawah pohon mangga "sayang lihatlah di bawah di taman ada Yuli dan Darmanto yang sedang berdiri di bawah pohon mangga." ucap kikan memanggil Stuart yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri, langsung berdiri menghampiri istrinya dan melihat ke bawah tiba-tiba senyuman sekuat mengembang saat melihat adegan yang di bawah Sayang ayo kita turun dan melihat mangga raksasa yang akan jatuh dari pohon mangga." ucap stuart


Kikan menatap ke arah stuart mangga raksasa, sambil menoleh ke arah pohon mangga yang ada di belakang, perasaan buahnya standar Apa maksudmu dengan mangga raksasa perasaan mangganya buahnya biasa saja enggak ada yang besar seperti katamu." ucap Kikan

__ADS_1


"Sudahlah Sayang jika kau ingin melihat sesuatu yang asik mari kita turun ke bawah ke taman belakang di mana Yuli dan Darmanto berada." ucap Stuart, perkataan Tuhan kita langsung mengganggu kedua orang tersebut langsung keluar dari kamar menuju ke taman belakang


Sementara itu di taman belakang tampak Oma, ibu ditambah Stuart dan Kikan Yuli menoleh ke arah belakang merasa bingung kenapa Oma dan ibu serta Stuart dan Kikan tampak belakang Yuli berpikir mungkin mereka juga ingin makan mangga muda seperti dirinya


"Sayang cepat memanjat lihat itu ada oma ibu tua dan Kikan sepertinya Kikan juga menginginkan mangga muda begitupun ibu dan Oma." ucap Yuli dengan polosnya


Darmanto yang tadinya menatap ke arah pohon mangga langsung mengalihkan pandangannya lalu menghembuskan nafasnya kasar melihat orang-orang tersebut dia yakin Stuart datang bukan untuk makan mangga muda tapi melihatnya menjadi monyet badut di atas pohon yang mungkin akan jatuh dari atas pohon untuk mencium tanah air


Bermodal kenekatan Dan keberanian akhirnya Darmanto mendekati arah pohon mangga sedangkan stuart menatap dengan intens seolah-olah itu kejadian langka sedangkan Oma langsung merekam adegan tersebut


"Sayang Apa yang kau lakukan dari tadi kau hanya memeluk pohon mangga ayo cepat panjat." ucap Yuli yang saat ini sudah duduk bersama yang lain karena capek berdiri


Darmanto mulai akan memanjat tapi belum juga kakinya naik ke atas pohon celananya sudah robek duluan karena terlalu semangat membuat semua orang tertawa cepat Darmanto langsung berlari ke kamarnya untuk mengganti celananya tanpa mempedulikan orang-orang ada sekitarnya kini dan mata sudah datang kembali dan siap untuk memanjat mangga dan mantap pun menggunakan keahliannya untuk memanjat mangga dengan susah payah itu pun harus dibantu oleh beberapa pelayan yang mendorongnya sudah tiba di atas dan siap memetik mangga bertepuk tangan saat Darmanto berhasil mendapatkan mangga beberapa pelayan sudah menunggu di bawah untuk menangkap mangga yang akan dijatuhkan Darmanto


"Sayang ayo lempar mangga itu aku tak sabar untuk memakannya." ucap Yuli yang berteriak kegirangan karena Darmanto berhasil memetik satu buah mangga, melihat mangga yang ada di tangannya lalu menatap ke bawah matanya langsung terputar langsung memeluk erat-erat pohon mangga kenapa kalau dilihat dari bawah biasa saja tapi begitu sudah di atas pohon Kenapa kelihatannya sangat mengerikan untuk melihat ke bawah." ucap Darmanto


"Sayang apa yang kau lakukan cepat lempar mangga itu ke bawah aku sudah ingin memakannya." teriak lagi Yuli membuat Darmanto menutup mata sambil melempar mangga tersebut aduh teriakan seseorang membut Darmanto langsung membuka mata tampak seorang pelayan pingsan karena lemparan mangga Darmanto tepat mengenai kepalanya semua orang tampak terkejut karena Darmanto bukanya melempar ke bawah di mana keranjang sudah di siapkan tapi melempar asal membuat mangga terkena kepala seorang pelayan wanita yang sedang berdiri

__ADS_1


"Sayang Apa yang kau lakukan aku menyuruhmu untuk melempar mangga ke bawah bukan untuk melempar seseorang dengan mangga Apa kau tak bisa melihat, lihatlah dia sekarang telah pingsan aku tidak mau memakan mangga yang membuat seseorang pingsan." ucap Yuli protes


Darmanto sempat terkejut karena mangga yang dilempar membuat seseorang pingsan kemudian dia memetik lagi mangga yang tidak jauh dari mangga yang dipetik kali ini Dia melempar tempat di keranjang Tapi saat dia melempar tempat di keranjang tiba-tiba saja semut menggigit tangannya yang satu sehingga membuat dirinya melepaskan tangannya dari pohon mangga tersebut membuatnya sama-sama jatuh dengan mangga yang dia lepaskan tadi sementara para pelayan di bawah bingung harus menangkap yang mana menangkap mangga atau menangkap Darmanto yang jatuh


"Tangkap mangganya." teriak yuli membuat pelayan langsung menangkap mangga tersebut


Bukkkkk.... BUKKKKK.... bunyi yang sangat besar bahkan tanah bergetar membuat Bima dan Nadia yang berada di dalam kamar langsung keluar karena terkejut


"Astaga Apakah kita diserang." ucap Nadia sambil menatap ke Arah Bima


Salah seorang pelayan lewat "Ada apa ini Kenapa sepertinya sesuatu meledak." tanya Bima


"Sepertinya Tuan Darmanto jatuh dari atas pohon mangga yang ada di belakang rumah ucap pelayan tersebut sambil menunduk dan langsung melanjutkan langkahnya


"Kenapa ada tontonan sebagus itu Aku tidak tahu sayang cepat kita ke kebun belakang melihat akhir dari Darmanto." ucap Bima tanpa perasaan .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2