
Tepat satu minggu setelah kejadian yang hampir membuat keluarga huges kehilangan anggota keluarga kini semua keluarga sedang berkumpul di meja makan, setelah makan nampak Kikan yang langsung menemui ayahnya yang setelah makan langsung kembali ke kamar miliknya
Profesor Abdullah langsung bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan untuk membuka pintu, begitu pintu terbuka Kikan langsung masuk ke dalam dan langsung duduk, membuat profesor Abdullah mengehembuska nafasnya kasar melihat kondisi kan yang seperti itu pasti ada sesuatu yang membuta Kikan bersifat seperti itu
"Ayah kapan ayah akan mengajakku ke makam ibu, ayah pernah berjanji akan mengajakku bertemu dengan ibu setelah aku melahirkan." ucap kikan
Profesor Abdullah menatap putrinya dengan seksama lalu mendekati Kikan, maafkan ayah sebenarnya ayah tak pernah menemukan tubuh ibumu setelah Bento membuangnya ke jurang setelah membunuhnya, ayah sudah mencari ke semua jurang tapi ayah tak mendapatkan apapun, bahkan Sampai saat ini ayah Tidka tau sebenarnya ibumu di bunuh di mana, ayah tak mengatakannya padamu karena takut kau merasa sedih." ucap profesor Abdullah
"Bento siapa dia." tanya Kikan yang tak mengetahui siapa Bento
"Dia adalah adik angkat ibumu tapi dia sangat membenci ibumu karena merasa tak di sayangi." ucap profesor Abdullah
"Di mana orang brengsek itu aku akan menyuruh stuart untuk menangkapnya aku akan bertanya di mana keberadaan ibuku." ucap ke Kikan
"Sayang tenanglah, dia berada di bawa pengawas stuart karena mencoba membunuh ayah." ucap profesor Abdullah
"Kenapa ayah tidak pernah mengatakannya padaku dan stuart juga ikut terlibat." ucap Kikan lalu bangkit untuk mencari suaminya
"Sayang mau ke mana biar ayah jelaskan dulu." ucap profesor Abdullah, " aku akan mencari stuart dia harus menjelaskan apa yang terjadi pasti ada sesuatu yang ayah ataupun aku tidak ketahui ayah tidak tau bagaimana stuart selalu menyimpan sebuah rahasia dengan sangat rapat." ucap Kikan membuta profesor Abdullah sedikit bingung
Sementara itu stuart yang sedang berada di ruangan tampak sedang menerima laporan dari sang asisten, tiba-tiba pintu terbuka membuat stuart dan sang asisten langsung mengalihkan pandangannya, stuart menatap bingung melihat istrinya, "sayang apa kau sedang sibuk." tanya Kikan
"Tidak sayang kemarilah asisten ku baru saja akan keluar." ucap stuart bohong
"Baik tuan aku akan kembali ke perusahan,selamat siang nyonya aku akan kembali bekerja." ucap asisten stuart sambil berlalu pergi dari ruang tersebut
"Kemarilah sayang ada apa sampai kau mencariku ke sini pasti ini Maslah yang cukup penting." ucap stuart sambil menepuk pahanya agar Kikan duduk di pangkuannya, Kikan yang sudah masuk ke dalam ruangan nampak memanyunkan bibirnya membuta stuart semakin gemas saja " ada apa ayo katakan jika wajahmu seperti ini aku akan melahap mu." ucap stuart
Sayang tadi aku ke kamar ayah untuk mencari tau di mana makan ibu tapi kata ayah ibu tak pernah di temukan, karena Bento sialan itu membuang tubuh ibu ke jurang, aku ibuku paling tidak aku tau di mana dia di makamkan." ucap Kikan merengek pada stuart
"Stuart tersenyum kau jangan khawatir sayang aku pasti aku memenuhi semua keinginan mu." ucap stuart
__ADS_1
Mendengar perkataan stuart membuta Kikan tersenyum lebar jadi kau sudah tau mengenai keadaan ibuku dan di mana keberadaan makam ibuku." tanya Kikan
"Walaupun Bento jahat ternyata dia memakamkan ibumu dengan layak dan makam ibumu ada di dalam markas Bento di kota C." ucap stuart
"Benarkah bagaimana kau bisa mengetahuinya dan mengapa kau tak pernah mengatakannya pada aku atau ayah." tanya Kikan
"Aku ingin memberitahukan saat anak kita lahir tapi karena ada beberapa masalah aku jadi lupa mengatakannya." ucap stuart
"Ayah pasti akan senang mendengarnya." ucap kikan sambil memeluk stuart
"Aku dengar Oma akan mengadakan acara potong rambut untuk triple SK ." tanya stuart
"Benar Oma dan ibu bertanya aku ingin acara yang bagaimana, aku bilang saja aku hanya ingin acara sederhana saja, lalu Oma dan ibu mengaguk." ucap Kikan
"Baikalah entah bagaimana versi sederhana menurut dirimu dan menurut Oma dan ibu yang jelas pasti di luar ekspektasi mu ." ucap stuart dalam hati
"Ada apa sayang apakah kau ingin acaranya meriah." tanya kikan ," tidak sayang aku hanya bahagia." ucap stuart
"Jadi sayang kapan kita ke kota C untuk melihat makam ibuku." tanya Kikan, setelah kita pulang ke rumah utama kita akan ke kota C untuk melihat makam ibumu." ucap stuart, Kikan mengaguk setuju
"Sebentar malam ada acara makan malam untuk sahabat keluarga huges jadi Oma dan ibu sedang mengatur acaranya." ucap Kikan
"Benarkah oh aku baru ingat itu adalah kebiasaan dari Oma setela kakek meninggal setiap datang ke mari pasti dia mengadakan acara makan malam untuk teman keluarga huges." ucap stuart
"Apa kau sudah menyiapkan apa yang akan kita kenakan sebentar malam ." tanya stuart
"Tentu saja aku sudah menyiapkan baju untuk kita dan anak-anak." ucap Kikan
"Untuk apa kau menyiapkan baju untuk anak-anak mereka tak boleh di lihat dulu sampai acara gunting rambut." ucap stuart
"Aku tau aku hanya senang saat mereka memakai baju yang sama dengan kita, tapi sayang kenapa putri kita mukanya tidak berubah ya, masih sama saat lahir." ucap Kikan
__ADS_1
"Memang ada yang salah dengan muka putri kita, perasaan semua baik-baik saja." ucap stuart
"Katamu wajah putri kita akan berubah-ubah dan bisa saja dia akan mirip dengan ku tapi kenyataan dia sangat mirip denganmu hanya jenis kelamin kalian saja yang berbeda." ucap kesal Kikan lalu bangkit kembali ke kamar meninggalkan stuart.
Sementara itu dokter intan dan komandan yang saat ini status Mereka adalah tunangan hanya saling menyapa bila bertemu, seolah-olah mereka baru berkenalan Bima dan darmanto yang sedang santai melihat hal tersebut hanya bisa geleng-geleng kepala "komandan kemari aku ingin bertanya." teriak Darmanto membuat komandan langsung menghampiri mereka
"Sebenarnya kau ini suka Tidak sih sama dokter intan apa perlu aku membatalkan pertunangan mu." tanya Darmanto
"Jangan aku menyukainya aku hanya merasa malu saja." ucap komandan dengan wajah merah
Sementara dokter intan yang tadi bertemu komandan jantungnya berdetak kencang wajahnya Merah itulah mengapa dia tak pernah bisa berbicara jika ada komandan
"Astaga kau ini sudah tua, pakai acara malu dulu kau melamarnya di depan kami semua kenapa sekarang malu." ucap Bima
"Saat itu situasinya berbeda aku tidak tau jika aku di jebak oleh kalian aku pikir dia memang hanya sendiri di taman ternyata aku tertipu, Ya aku pakai saja prinsip terlanjur basah ya mandi sekalian." ucap komandan
"Bagaimana kabar Dewi, apa kau tak merasa aneh Dewi menghilang begitu saja dan tak ada reaksi apapun darinya padahal kemarin dia seperti orang gila." ucap darmanto
"Entalah dia bukan urusan ku, Lagi pula aku sudah menolaknya beberapa kali dianya saja yang terlalu percaya diri." ucap komandan
"Sebaiknya kau selalu berhati-hati, kita tidak tau bagaimana seseorang jika sedang sakit hati." ucap Darmanto
"Bukannya malam ini Oma mengudang teman-teman keluarga huges untuk makan malam bersama itu berati kakek Dewi juga di undang." ucap Bima
Sementara itu di sebuah rumah mewah, tampak seorang pria tua sedang mengetuk pintu kamar cucunya, "sayang buka pintu lihat apa yang kakek bawa , kau Pasti akan menyukainya." ucap kakek Dewi
Pintu terbuka tampak Dewi yang sedang tak baik-baik saja, " ada apa Kakek aku sedang jengkel karena Kakek belum juga bisa mempertemukan aku dengan komandan." ucap Dewi
"Sayang lihat ini udang makan malam khusus di kediaman kakek stuart, itu berati kau akan bertemu komandan, aku sudah menyiapkan segalanya jadi malam ini bersiaplah kau harus tampil cantik." ucap kakek Dewi
Dewi yang tadinya lesu langsung bersemangat, "benarkah Kakek,jadi rencana yang kakek sudah susun akan Kakek laksanakan malam ini." ucap Dewi
__ADS_1
Tentu saja sayang apa sih yang tidak untuk cucu kesayangan kakek." ucap kakek Dewi.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya