
"Makanya jangan membuat aku kesal ucap Kikan lalu memukul tangan Stuart membuat Stuart spontan melepaskan pelukannya membuat Kikan bisa melepaskan pelukan Stuart Kika bangkit dan langsung berjalan menuju kamar Mereka Kikan sangat malu
Stuart langsung bangkit untuk mengejar langkah kaki kikan sambil terus tersenyum kikan yang sudah masuk kembali ke dalam kamar langsung berjalan menuju ranjang kemudian menutup dirinya dengan selimut
Stuart yang masuk ke dalam kamar langsung tersenyum saat melihat tingkah istrinya dia yakin istrinya sekarang senang ngambek padanya karena sudah mempermalukannya di depan para pelayan keluar langsung mendekat dan berusaha membuka selimut dari kepala ikan tapi ikan bertahan berat genggaman selimut di tangannya "sayang ayo buka selimutmu nanti kamu sesak." ucap Stuart merayu kikan sambil menarik selimut
Sementara itu di apartemen milik profesor Abdullah tepatnya di dalam kamar tampak profesor Abdullah sangat bahagia setelah mendengar kabar dari Stuart bahwa Kikan sadar sepenuhnya dan berniat mempertemukan kikan dan dirinya sebentar malam
Sementara asisten edi terlihat sangat frustasi di dalam kamarnya Bagaimana tidak Elizabeth terus menelepon dan mengirim pesan sehingga asisten Edi mengirimkan pesan pada Elisabeth setelah tadi asisten Edi membaca pesan Elisabeth yang berniat untuk kembali menjenguk asisten Edi tapi asisten Edi mengatakan bahwa dia sudah sehat dan agar Elizabeth berhenti untuk sementara menghubunginya
__ADS_1
Sementara itu di sebuah restoran Elizabeth yang baru selesai mateeng dengan klien tampak Elisabeth menautkan alisnya saat menerima saat menerima sebuah pesan dari asisten Edi sudah sehat dan untuk sementara asisten Edi meminta agar Elisabeth tidak usah menghubunginya
"Apa maksud dari pesan ini untuk sementara tidak menghubunginya Apa dia sedang sangat frustasi sehingga dia ingin ke luar negeri." ucap Elizabeth sambil melihat ponselnya
"Sebaiknya nanti aku akan bicara saat bertemu dengannya di kediaman kebetulan aku yang diperintahkan oleh Tuan untuk menjemput mereka." pikir Elizabeth
Profesor Abdullah yang sangat bahagia langsung menghubungi asisten Edi agar ke ruang kerjanya asisten Edi dengan wajah kusut dan penampilan yang sangat menyedihkan karena dia belum mandi dan matanya memiliki lingkaran hitam entah apa yang terjadi semalam sehingga tidak dia tidak bisa tidur
Ayah tolong aku pria jadi-jadian itu terus mengirim pesan dan meneleponku aku sangat frustasi bisakah Tuan memberikannya racun agar dia mati saja atau obat agar dia kehilangan ingatannya sehingga aku bisa terbebas darinya." ucap asisten Edi mulai sangat frustasi
__ADS_1
Kau tak usah mempedulikannya bukankah kau akan bertemu dengan anak teman Ayah besok malam dengan begitu kau bisa secepatnya mengatakan pada pria jadi-jadian itu bahwa kau akan menikah kalau kita meracuni dia kita bisa mati sebelum dia mati dan masalah obat penghilang ingatan itu akan sangat berbahaya apalagi dia tangan kanan Stuart." ucap profesor Abdullah.
Asisten edi terduduk lesu di depan meja kerja profesor Abdullah "baiklah ayah aku mengerti aku akan mandi dulu." ucap asisten Edi berniat bangkit
"Tunggu sebentar aku ingin mengatakan sesuatu padamu kau mandilah setelah itu makan lalu istirahatlah sebentar malam Kita akan kembali ke kediaman Stuart untuk bertemu dengan adikmu Aulia." ucap profesor Abdullah.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
terimakasih atas sumbangan tip serta like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1
semoga kita sehat selalu.... Amin