Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
27


__ADS_3

"Apa jadi kau ingin berkata bahwa uang yang diberikan tuan Umar Sudah habis." tanya narti sambil menatap tajam terjun


Tejo gela-lapan mendengar pertanyaan istrinya


"Bukan maksudku uang yang diberikan Tuan Tejo tinggal sedikit." ucap Tejo


"Katakan berapa sisa uang yang diberikan oleh Tuhan Umar karena setahuku kita hanya memakai lima juta saja berarti sisanya masih ada sembilan puluh lima juta." ucap Narti mendesak sang suami


Tejo menelan salivanya kasar dia tak mungkin berkata jujur bahwa dia telah kalah judi sebesar lima puluh juta kini uang di rekening tinggal dua puluh lima juta setelah dia memberikan uang pada Leni sebesar dua puluh juta untuk bersenang-senang di kota saat libur satu Minggu di sana

__ADS_1


"Sebenarnya aku."ucap Tejo terhenti sambil menunduk saat istrinya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan


"Katakan ada apa denganmu dan berapa sisa uang yang ada di tangan saat ini aku ingin mengetahuinya jangan bilang kau menghabiskan setengah dari uang tersebut untuk bermain judi seperti yang sering kau lakukan saat menerima uang gaji Kikan." ucap Narti sambil menahan emosi melihat suaminya yang hanya tertunduk tak Berani menatapnya


"Maafkan Aku sisa uang yang aku miliki saat ini di dalam rekening ku tersisa hanya tinggal dua puluh lima juta saja." ucap pelan Tejo


Spontan narti berdiri lalu memukul Tejo membabi buta "dasar bodoh apa kau tak punya perasaan kau berjanji padaku akan berhenti bermain judi tapi apa Kau kehilangan uang sebanyak itu untuk bermain judi sekarang Apa yang akan kita lakukan jika sudah tak ada Kikan siapa yang akan memberi kita uang jika uang yang ada di tangan habis." ucap Narti dengan penuh emosi sambil terus memukul tubuh suaminya karena sangat kesal dengan sifat suaminya yang selalu bermain judi


"Sebaiknya kita tetap ke kota untuk mencari kikan sebelum anak buah tuan Umar menemukannya kita harus menemukannya dia terlebih dahulu harus mengganti rugi karena telah lari dari pernikahannya Aku ingin Kikan mengganti semua kerugian kita dan karena Kikan putri kita Lena terpaksa menikah dengan tuan Umar dan lihatlah dia seperti wanita bodoh di hadapan tuan Umar." ucap Narti

__ADS_1


"Apa kau tak mendengar apa kata Tuan Umar kita tak boleh lagi mencari Kikan karena kita tak punya hubungan apapun lagi dengan Kikan karena kita sudah menjual Kikan Aku tak mau Tuan Umar marah pada kita dan melampiaskan amarahnya pada Putri kita." ucap Tejo yang masih berpikir tentang putrinya


"Kau ini dasar bodoh kita mencari kikan agar kita bisa menjauhkan Kikan dari tuan Umar dengan begitu Putri kita bisa hidup tenang di kediaman Tuan Umar." ucap Narti


"Apa maksudmu jadi kita akan membunuh Kikan." tanya Tejo


"kita tak akan membunuhnya tapi kita akan menjualnya ke tempat yang sangat jauh sehingga dia akan bisa kembali lagi ke negara ini dengan begitu Tuan Umar tak akan pernah menemukan Kikan dan lena bisa berusaha untuk merayu Tuan Umar agar dapat melupakan Kikan." ucap Narti


"Tapi bagaimana jika Tuan Umar mengetahui apa yang akan kita lakukan setelah kita menemukan Kikan dia pasti akan sangat marah pada kita dan bisa saja Putri kita yang terkena imbasnya." ucap Tejo memperingati Narti

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2