Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
boncahap 7


__ADS_3

"Sementara itu Nadia yang merasa sangat kesakitan langsung menarik kerah baju dan rambut Bima Kakak cepat aku sudah tidak tahan lagi ini sangat sakit biarkan dokter melakukan apa saja yang dia inginkan Kau tidak perlu berdebat dengannya akan membuatmu menjadi kambing cincang setelah aku melahirkan." ancam Nadia


" Aduh sayang sakit rambutku rontok, sayang aku tak ingin ada orang melihat bagian bawahmu kumohon sayang kau harus sabar tenang bukankah kau yang menginginkan operasi." ucap Bima berusaha mengingatkan keinginan dia saat akan melahirkan


"Aduh sakit Diam kau." ucap Nadia membuat, apalagi yang kau tunggu cepat siapkan operasi pagar baikku cepat lahir kenapa kau melihatku seperti itu kau tak pernah melihat seorang pria tampan." ucap Bima membuat dokter tersebut tampak frustasi


"Baiklah aku akan menyuruh bidan memeriksa jika memang belum pembukaan rumah sakit akan melakukan operasi tapi jika sudah pembukaan yang memang waktunya pas untuk melahirkan anda tidak boleh menghalanginya." ucap dokter


"Dokter Jangan dengarkan dia lakukan apa yang harus dilakukan aku yang akan bertanggung jawab Sayang jika kau masih banyak berkomentar maka aku akan menggantikanmu dengan ayahku agar kau keluar dari ruangan ini." ancaman Nadia


Sontak saja mendengar ancaman istrinya membuat Bima langsung bungkam Pasti ayah mertuanya akan sangat bangga dan bahagia jika dia yang menggantikan dirinya saat Nadia melahirkan itu adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh dirinya dan juga Ayah mertuanya


Dengan cepat seorang bidan memeriksa tubuh bagian bawah Nadia setelah memeriksa badan tersebut langsung melihat cara dokter "sepertinya pembukaannya sudah lengkap bahkan kepala bayi hampir keluar sebaiknya secepatnya kita mengeluarkan bayinya." ucap bidan tersebut


"Baiklah Tuan kami harus melakukan persalinan normal jika memang Anda keberatan atau tak sanggup untuk melihatnya silakan Anda berada di luar tapi jika anda ingin menemani istri anda sebaiknya Anda fokus untuk menenangkan istri anda karena mungkin ini akan membuat istri anda lebih sakit dari biasanya." ucap dokter tersebut membuat Bima hanya mengangguk apalagi melihat tatapan tajam dan dia padanya yang sedang menahan rasa sakit

__ADS_1


"Baiklah Bu Iya kita akan mulai ya jangan mengeja sebelum Saya menyuruh Ibu mengeja itu akan menghabiskan tenaga ibu ya sabar tenang dan tahan silakan mencurahkan semua rasa sakit ibu kepada suami ibu dengan cara yang Ibu sukai." ucap dokter tersebut sambil tersenyum lembut pada Nadia, menyetujui perkataan sang dokter


Mendengar perkataan dokter membuat Bima terbelalak "dokter gila laknat bisa-bisanya Dia menyuruh istriku untuk melakukan hal seperti itu Dan Dia mendukungnya baru sakit saja rambut ku sudah banyak yang rontok dan bajuku kancinya sudah lepas bagaimana jika dia akan melahirkan aduh tuhan aku tolong lindungi hambamu ini." ucap Bima dalam hati


Setelah berbicara dokter tersebut pun mulai melakukan pekerjaannya proses persalinan sedikit rumit karena dia yang masih muda apalagi Bima yang kadang protes tidak jelas membuat dokter harus sabar, suara tangisan bayi terdengar menggelegar di ruang persalinan membuat semua orang di ruangan tampak bahagia, "wah Dia memiliki burung, selamat nyonya dan tuan bayi anda laki-laki ucap dokter tersebut sambil menyerahkan bayi milik keluarga perawat untuk dibersihkan


Tampak Bima tersenyum sumringah mencium seluruh wajah Nadia karena sangat bahagia "terima kasih sayang kau telah memberikan aku seorang putra." ucap Bima


Sementara di luar keluarga huges tampak berkumpul untuk mengetahui tentang keadaan Nadia dan bayinya tampak taman cek dan ibu Nadia sangat terharu begitu mendengar suara bayi dari dalam tak berselang lama tampak Bima keluar membuat komandan dan yang lain tampak sangat terkejut pasalnya kali ini tampang di melalui parah daripada Darmanto


"Dasar gila kau masih sempat-sempatnya kau berbicara seperti itu tentang memberi Nadia kenikmatan, tapi kan penampilanmu sebelum kembali ke ruangan." ucap Paman Jack yang tak sengaja mendengar perkataan


Stuart, darmanto dan komandan langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengar perkataan paman Jack sementara Bima terlihat malu saat mengetahui Ayah mertuanya mendengar percakapannya bersama teman-temannya dengan cepat Bima langsung menuju ke kamar mandi untuk merapikan penampilannya


Sementara itu di ruang berbeda Di ruang operasi seorang gadis belia tanpa operasi sudah selesai dan saat ini gadis tersebut dipindahkan di ruang perawatan sementara kedua orang tuanya mengikuti ke dalam ruanga

__ADS_1


Tampak seorang guru yang terus menemani saya dari tadi datang menemui orang tua siswa tersebut Pak Yang sabar ya semoga Irena cepat pulih dan baik-baik saja bisa beraktivitas normal maafkan aku yang tak bisa membantu banyak." ucap guru tersebut sambil menunduk merasa bersalah karena tak bisa membatu banyak


Menatap guru tersebut dia juga merasa kasihan karena guru tersebut ntar dimarahi oleh kepala sekolah entah apa yang terjadi tapi sepertinya kepala sekolah tak menyukai apa yang dia lakukan "terima kasih Pak guru sudah membawa anak kami ke rumah sakit dan mengatakan yang sebenarnya padaku." ucap Ayah Irene


Guru tersebut tampak mengangguk "Baiklah Pak Aku akan kembali dulu ada sesuatu yang harus aku lakukan aku akan datang lagi untuk menjadi Irena nanti." Ucap pak guru tersebut lalu keluar dari ruangan


Sementara itu kepala sekolah dan kedua orang tua bunga tampak sedang duduk di kantin rumah sakit "jadi pak kepala sekolah Bagaimana ini sepertinya kedua orang tua siswa itu tak ingin berdamai." tanya bapak bunga


"Bapak dan Ibu tenang saja mereka pasti akan berdamai dan menuruti keinginan kita apalagi pekerjaannya bapaknya hanya sebagai karyawan kecil ibunya Hanya ibu rumah tangga di mana mereka akan mendapatkan biaya rumah sakit yang besar jika bapak tidak membantunya apalagi semua bukti sudah aku hapus sehingga tak akan ada yang tahu apa yang terjadi saat itu." ucap kepala sekolah


"Kami percaya dengan apa yang Anda katakan kami akan menunggu kabar selanjutnya dari bapak Tapi sebelumnya aku ingin bertemu ulang dengan kedua orang tua Irena untuk membicarakan biaya rumah sakit yang akan aku tanggung agar mereka bisa luluh." ucap Ibu bunga


"Itu ide yang bagus Bu atau Bagaimana kalau kita langsung ke administrasi untuk menanyakan biayanya dan sekalian bapak dan ibu lunasi agar mereka tak ada alasan untuk menolak bantuan dari bapak dan ibu." ucap kepal sekolah


"Kepala sekolah benar jika kita sudah meluasnya biaya tersebut maka mereka pasti akan berpikir dua kali untuk melaporkan semua ini kepada yang berwajib karena kita sudah berusaha untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi." ucap ibu bunga penuh keyakinan.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2