Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
376


__ADS_3

Rumi yang mendengar perkataan Doni hanya mampu terdiam sekarang mengikuti Paman Alan sama saja sebuah masalah baginya apalagi paman Alan Tak memiliki apapun lagi


Doni yang sudah mengambil barang-barangnya dan barang mamanya langsung berjalan menuju Mama Lilis, "mama Apa yang harus kita lakukan." tanya Doni membuat Mama Lilis langsung mengalihkan perhatiannya pada putranya


"Kenapa kau hanya datang sendiri di mana istrimu yang brengsek itu." tanya mama Lilis


Doni langsung menatap mamanya dengan pandangan yang sulit di artikan "untuk apa aku mengajak parasit tak tau malu itu dia sudah banyak membohongi ku aku akan segera menceraikannya." ucap Doni


Sementara itu Paman Alan dan Rumi yang kini tinggal berdua saling memandang "katamu kau mencintaiku dan akan mengikuti ku." ucap paman Alan


Rumi memutar bola matanya malas "apa ku pikir aku orang bodoh yang akan mencintai pria tua seperti mu aku bersamamu selama ini hanya karena kau memiliki harta yang banyak dan kau selalu memberikan apa yang aku inginkan." ucap Rumi


"Dasar wanita murahan aku sudah membuat dirimu hidup dengan penuh kehormatan selama bertahun-tahun ini." ucap paman Alan

__ADS_1


"Kau memang memberikan hidup penuh kehormatan dengan menjadikan aku anak angkat tapi kau juga selalu memberikan kepuasan padamu." ucap Rumi santai


Sementara mama Lilis langsung memarahi Doni "apa kau mau menceraikan dia begitu saja enak sekali dia, kau ajak dia kita akan kembali ke rumah kakekmu di sana kita tak memiliki pelayan apalagi uang kita hanya bisa untuk makan setidaknya istrimu itu bisa menjadi pelayan untuk kita." ucap mama Lilis


"Wah ide Mama benar juga dengan begini kita tak perlu repot-repot lagi mengerjakan apapun tinggal ada pelayan pribadi yang akan melayani kita apalagi rumah kakek belum pernah dibersihkan pasti akan sulit untuk membersihkannya." ucap Doni


"Kau benar nak sekarang ajak istrimu kita akan langsung ke rumah kakek hanya itu harta milik kita satu-satunya." ucap Mama Lilis


Doni langsung berteriak memanggil Rumi dengan cukup keras membuat Rumi dan Paman Alan langsung mengalihkan perhatian mereka berdua


"Aku ikut tunggu aku." ucap Rumi dengan bahagia "kau lihat Doni menerimaku apa adanya apalagi dia masih muda dan tampan." ucap Rumi sambil berjalan mengambil koper miliknya


Paman Alan menatap sinis ke arah Rumi "kau tak tau siapa mama Lilis kau pasti akan menyesal jika mengikuti ajakan mereka hari ini." ucap paman Alan saat Rumi berniat berjalan

__ADS_1


"Kau tak perlu mengajari aku mana yang baik dan tidak aku yakin aku bisa hidup lebih baik bersma mereka." ucap Rumi lalu melanjutkan langkahnya


Kini semua orang telah pergi hanya paman Alan yang sedang duduk sendri dengan barang-barang miliknya dia tak tau harus ke mana saat ini


Saat sedang termenung tiba-tiba paman Alan di kejutkan dengan kedatangan asisten yang selama ini menemaninya, "tuan apa kau baik-baik saja maaf tuan hanya ini yang bisa aku bantu." ucap asisten tersebut sambil menyerahkan kunci dan amplop pada paman Alan


Paman Alan hanya bisa terdiam saat melihat asistennya memberikan kunci dan amplop "maafkan aku karena keegoisan ku semua ini terjadi." ucap paman Alan


"Aku harap tuan akan menjalani hidup dengan baik tuan jangan khawatir kami semua tetap bekerja karna tuan Leo tak memecat siapapun di perusahan." ucap asisten paman Alan


"Syukurlah aku cukup lega mendengarnya." ucap paman Alan


Asisten paman Alan langsung bangkit dan pergi dari tempat tersebut, paman Alan melihat kunci rumah dan amplop langsung tersenyum dia tak menyangka rumah yang pernah dia berikan pada asistennya sekarang bisa membantunya berteduh sepertinya dia harus mulai terbiasa dengan keadaan.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2