
"Itulah mengapa aku juga tak bisa membela atau mengatakan sesuatu baik kepada Elizabeth ataupun Edi Karena sebenarnya itu hanya kesalahan yang tak di sengaja oleh Edi dan Elisabeth yang terlalu percaya diri berpikir Edi menyukai dirinya apa adanya." ucap Stuart
Kikan menghembuskan nafasnya sambil memeluk tubuh kekar suaminya "aku harap Elizabeth akan segera bertemu dengan jodohnya." ucap Kika
"Sudahlah sebaiknya kita beristirahat besok pasti akan sangat sibuk karena besok pernikahan Bima dan Nadia semoga mereka bahagia." ucap stuart
Sementara itu Bima yang berada di kamarnya sedang memikirkan cara untuk membatalkan pernikahannya dan kabur dari rumah tapi karena kelelahan berpikir pada akhirnya dia tertidur lelap
Sementara itu di hotel tempat di mana keluarga Paman Alan menginap tampak Paman Alan yang sudah memberikan obat tidur kepada istrinya yang Sudah terlelap langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Rumi kembali tapi nihil tak ada balasan apapun dari Rumi membuat Paman Alan terlihat sangat marah lalu dia mengirimkan sebuah pesan kepada Rumi setelah itu dia mematikan ponselnya untuk beristirahat
__ADS_1
Sedangkan Doni yang sudah melihat Rumi tertidur lelap tadi pergi keluar ke sebuah apartemen untuk menemui seseorang
Pagi menjelang nampak di kediaman keluarga huges terlihat ramai sedangkan Bima yang masih tertidur belum juga sadar bahwa semua orang sedang bersiap hingga suara ketukan membuta Bima terbang
"Ada apa ini kenapa mereka mengetuk pintu ku sepagi ini." ucap Bima, ."maaf tuan kami di perintahkan oleh." nyonya ucap seorang pelayan dari pintu kamar Bima, membuat Bima bangun dan langsung membuka pintu sepertinya dia lupa bahwa hari ini dia akan menikah
Tampak beberapa pelayan membawakan pakai untuk Bima membut Bima sedikit terkejut sesaat kemudian dia langsung melotot karena mengingat akan di nikahkan pagi ini
Bima mengehembuska nafasnya kasar sepertinya dia sudah tak ada pilihan lain selain menikahi Nadia apalagi ibunya sudah berkata seperti itu dia tak mau menjadi anak durhaka Bima dengan langkah lesu berjalan ke dalam kamar mandi miliknya setelah menutup pintu kamar
__ADS_1
Sementara di taman belakang tampak tenda besar sudah terpasang lengkap dengan hiasan di mana meja dan kursi sudah di tata dengan rapi oleh para penyediaan layanan pernikahan
Sementara itu Nadia yang sedang di rias di kamar pengantin nampak biasa saja bersama dengan Kikan yang menemani dirinya
"Kakak apa menurut mu Bima akan menyukaiku." tanya Nadia sambil melihat ke arah Kikan yang sedang ngemil membuat wanita hamil itu langsung mengalihkan pandangannya ke pada Nadia
"Memangnya ada yang salah denganmu sampai Bima tak menyukai dirimu aku saja yang baru bertemu denganmu sudah menyukai mu apalagi Bima yang akan bertemu denganmu setiap saat." ucap Kikan sambil mengunyah cemilannya
"Tapi kakak kan Bima di paksa untuk menikahi aku jadi dia pasti sangat marah karena merasa di jebak." ucap Nadia
__ADS_1
"Kau tenang saja semua bisa di atur aku yakin dia pasti akan jatuh cinta padamu apalagi jika kau sudah memberikannya jatah di atas tempat tidur Bima pasti langsung bisa kau kendalikan." ucap Kikan serius
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya