
Asisten Edi langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Bima tampak di sebuah perusahaan Bima sedang bekerja di ruangannya langsung melihat pada ponselnya dan ternyata yang menelpon adalah dia masih mengingat apa yang terjadi tadi di restoran membuat asisten geleng-geleng kepala sambil tersenyum geli kemudian menerima panggilan telepon dari asisten Edi setelah berbicara beberapa menit memutuskan sambungan telepon lalu kembali bekerja, tepat di saat jam pulang kantor asisten Bima langsung turun ke parkiran dan menuju ke Apartemen milik profesor Abdullah
Sementara itu stuart yang sedang berada di ruangannya sedang duduk di kursi kebesarannya sambil melihat semua bukti-bukti yang diberikan oleh profesor Abdullah tentang hubungannya dengan kikan setelah memeriksa dengan teliti dan cermat Stuart menghembuskan nafasnya merasa lega setelah mengetahui siapa sebenarnya istrinya yang dia perlu cari tahu sekarang mengapa orang-orang tersebut terus-menerus mengincar istrinya dan kemudian stuart melihat pil yang di berikan profesor Abdullah padanya tuat kembali bekerja dengan pikiran yang berkecamuk dalam otaknya
Kini Stuart sudah berada di dalam kediamannya tampak kikan langsung datang dan memeluk Stuart selamat datang paman ucap senyuman dengan senyumannya membuat Stuart juga ikut tersenyum
Sementara yang menjaga kikan dan para pelayan langsung tertunduk sambil tersenyum tipis melihat adegan di hadapan mereka
__ADS_1
Di sebuah apartemen tampak Bima sudah berada di dalam ruangan kerja profesor Abdullah tapi wajahnya sungguh sangat lucu dia seperti menahan tawanya saat melihat asisten Edi yang sedari tadi menyambutnya terus tertunduk tak mau melihatnya Bima yakin pasti asisten Edi sudah mengetahui tentang siapa sebenarnya Elizabeth dia ingin tertawa saat melihat raut wajah Edi tapi dia juga merasa kasihan
"Sebaiknya aku keluar dulu aku akan masuk setelah asisten Bima dan Tuan tak selesai berbicara ucap asisten Edi tak mau berlama-lama di ruangan tersebut ia masih sangat malu dengan apa yang terjadi apalagi dia melakukan hal tersebut di depan mata asisten Bima entah apa yang ada di otaknya saat itu
Sementara itu di sebuah ruangan tampak Elizabeth melihat ponselnya yang saya dari tadi belum mendapatkan pesat atau panggilan telepon balik dari asisten Edi padahal dia sangat yakin asisten Edi sangat tertarik padanya tadi apa ada sesuatu yang terjadi padanya atau tiba-tiba dia di culik pikir Elizabeth tidak jelas dia pikir asisten Edi anak kecil
"Maafkan aku profesor Abdullah bolehkah aku ke kamar mandi sebentar." ucap asisten Bima minta izin pada profesor Abdullah
__ADS_1
"Silakan Anda ke bilik kiri sana itu adalah kamar mandi khusus untuk ruang kerja jika ada profesor Abdullah menunjukkan pintu toilet di ruang kerjanya minimal langsung masuk ke toilet tersebut Lalu menguncinya kemudian tertawa terbahak-bahak sambil menyalakan keran untuk membasuh wajahnya "aku tak menyangka ternyata asisten Edi gelap mata juga aku pikir dia cerdas karena asisten seorang profesor." ucap Bima sambil tertawa terbahak-bahak
Sementara itu profesor Abdullah yang mendengar tawa asisten Bima hanya bisa geleng kepala dia sudah cukup tertawa tadi saat asisten Edi jatuh pingsan
Setelah merapikan dirinya dan tertawa puas Bima pun keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di posisinya semula dihadapan profesor Abdullah.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1