Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
485


__ADS_3

Yuni yang melihat ayahnya ditahan oleh ke dua bodyguard langsung bergegas menghampiri para bodyguard "apa yang kalian lakukan lepaskan ayahku." ucap Yuni


Bodyguard tersebut langsung melihat ke Yuni "sebaiknya kau diam saja dan tetap di tempatmu apa kalian tidak tahu siapa pria yang tadi." ucap bodyguard tersebut


"Apa maksud kalian kami memang tak mengenal pria tadi yang membawa lari putriku." ucap ayah tiri Yuli


Ke dua bodyguard tertawa mengejek pada ayah tiri Yuli "sepertinya kalian orang kampung bodoh mana mungkin tuan kami menculik istrinya sendiri dan tuan kami adalah putra dari pemilik rumah sakit dan seorang pengusaha yang terkenal jadi sebaiknya kalian jangan sembarangan berbicara." ucap bodyguard tersebut membuat Yuni dan ayahnya saling pandang


Di ruang direktur tampak Yuli yang telah duduk di sofa bersama dengan Darmanto di sampingnya "Sayang apa kau baik-baik saja apa dia melukaimu tadi banyak Darmanto memeriksa tubuh istrinya terutama bagian tangan karena tadi dan mata sempat melihat ayah tiri Yuli menarik tangan Yuli


" Aku hanya merasa takut saja karena Ayah tiriku sepertinya berniat untuk menjualku lagi." ucap Yuli sambil terus berada didekatkan Darmanto


"Aku akan membuat dia menyesal karena telah melakukan itu padamu." ucap Darmanto


Sementara itu komandan yang berjalan ke ruangan dokter kandungan tampak saat ini dia berada di depan ruang dokter kandungan seorang perawat langsung mendekati komandan


"Apakah ada yang bisa aku bantu." tanya perawat tersebut


"Aku ingin bertemu dengan dokter kandungan." ucap komandan


"Maaf tuan saat ini dokter kandungan sedang berada di ruang rapat mungkin sekitar 5 menit lagi dia akan kembali ke ruangan ini Apakah anda akan menunggunya atau bagaimana." tanya perawat tersebut sopan


Komandan melihat jam tangannya "lalu melihat ke arah perawat tersebut Baiklah aku akan menunggunya di mana ruang tunggu." tanya komandan

__ADS_1


"Silahkan masuk ke sini tuan ucap perawat tersebut membukakan pintu untuk komandan, komandan pun masuk tampak sebuah meja lengkap dengan kursinya dan beberapa majalah tampak di depan ada ruangan yang tertutup yang tertulis nama dokter kandungan komandan langsung duduk di kursi tersebut Sedangkan sang perawat masuk dan duduk di sebuah meja yang tepat di samping ruangan dokter


Seorang wanita sedang berjalan kembali ke ruangannya setelah tadi melakukan rapat dengan beberapa dokter spesialis tapi sepertinya wajahnya sedikit kesal mengingat kejadian yang terjadi saat dia akan menuju ke ruang rapat wanita tersebut langsung masuk ke dalam ruangannya tanpa melihat ke kanan kiri


"Selamat datang Dok." ucap perawat tersebut saat dokter sudah masuk ke dalam dokter tersebut hanya tersenyum kecil lalu berjalan menuju ruangannya komandan yang sedang membaca email di ponselnya langsung menaikan kepalanya melihat dokter tersebut tapi sepertinya langkah kaki dokter tersebut cukup cepat karena sudah berada di depan pintu ruangannya dan langsung masuk begitu pintu terbuka


"Silakan masuk tuan dokter intan sudah berada di dalam ruangan." ucap perawat tersebut


"Baiklah terima kasih." ucap Darmanto sambil melangkah masuk ke ruangan dokter


Begitu sampai di ruangan komandan tampak langsung berjalan menuju kursi di depan dokter sedang duduk tapi sepertinya dokter tersebut sedang menunduk mencari sesuatu di bawah mejanya.


"Selamat siang dokter maaf aku di suruh oleh tuan Darmanto mengambil resep obat dan vitamin." ucap Darmanto


"Kau pria tua kenapa kau bisa berada di sini siapa yang membiarkan dirimu masuk ke ruangan ku gara-gara kau Susana hatiku jadi buruk ." ucap intan


Komandan sedikit terkejut melihat wanita yang dia tabrak pagi tadi ,"kau wanita rabun bagaimana bisa kau menjadi seorang dokter apalagi sepesial kandungan pasti para bayi tersebut akan trauma dan takut keluar begitu melihat wajahmu." ucap komandan


"Dasar pria tua menyebalkan keluar dari ruangan ku atau aku akan memanggil keamanan untuk mengusir mu." ucap dokter intan


"Seharusnya kau yang di usir dari sini bukan aku mana ada dokter yang seperti dirimu kau sangat mengerikan sebagai seorang dokter." ucap komandan


Sementara itu perawatan yang berada di luar sedikit terkejut mendengar pertengkaran di ruang dokter intan karena dokter intan terkenal sebagai dokter yang ramah dan sangat baik, karena sangat kesal dokter intan langsung mendekati komandan dan menjambak rambut komandan membuat komandan hanya bisa berteriak kesakitan karna dia tak dia berani berbuat kasar pada seorang wanita

__ADS_1


"Aduh sakit lepaskan aku apa yang kau lakukan." ucap komandan sambil berusaha melepaskan rambutnya dari jambakan dokter intan


Sementara itu perawat yang panik langsung menelepon keamanan tak berselang lama tampak pihak keamanan rumah sakit datang dan memisahkan dokter intan serta komandan tampak rambut komandan berantakan dan sepertinya banyak yang gugur dokter intan tersenyum sambil memperlihatkan tangannya yang penuh dengan rambut komandan


"Kau wanita gila berani-beraninya kau menjambak rambutku yang indah ini kau telah melakukan tindakan penganiayaan aku kan membuat mu menerima hukumannya ." ucap komandan


"Diam kau pria tua untung saja aku hanya mencabut rambutmu bukan mencabut gigimu kau pikir aku takut." ucap dokter intan


Sementara itu direktur rumah sakit yang mendengar hal tersebut bergegas ke ruangan dokter intan


"Apa yang terjadi ." tanya direktur sambil melihat ke arah dokter intan


"Maaf direktur pria ini sangat tidak sopan dan berkata kasar membuat aku sangat kesal." ucap dokter intan sedikit menyesal atas perbuatannya mungkin saja karena dia sedang datang bulan membut emosinya tidak stabil


Direktur yang tadinya melihat ke arah intan langsung menatap ke arah pria yang dimaksud oleh dokter intan dengan satpam yang berada di sisi kiri dan kanan "Astaga Apa yang terjadi padamu sayang mengapa kau seperti ini." ucap direktur sambil mendekat ke arah komandan dan merapikan rambut komandan membuat dokter intan pun sedikit terkejut mendengar pria yang bertengkar dengannya dengan sebutan sayang


"Wanita rabun dan tak tau tata Krama itu menarik rambutku dengan keras membuat kepalaku sakit Kakek." ucap komandan mengadu pada sang kakek


Dokter intan menelan silvanya dengan kasar saat mendengar pria yang dia Jambak adalah cucu dari direktur rumah sakit di mana dia bekerja


"Kalian berdua ke ruanganku aku akan menyelesaikan masalah ini." ucap direktur sambil berjalan keluar dari ruanga dengan wajah yang sulit di artikan


Komandan langsung mengikuti langkah kaki kakeknya sedangkan dokter intan tampak mengikuti langkah kaki komandan dengan lesu satpam hanya bisa saling melirik.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2