
Saat makan mangga Yuli teringat akan ibunya tapi dia juga tak bisa berbuat apa-apa dia takut bertemu ibunya karena ayah tirinya pasti akan menjualnya lagi jadi walaupun dia selalu merasa khawatir pada ibunya tapi dia juga takut bila pergi mencari ibunya dan bertemu dengan ayah tirinya.
Apakah aku harus cerita pada Darmanto mengenai ibu aku takut ibu sakit dan tak ada yang merawatnya apalagi ayah suka minum dan menjual barang-barang ibu Sedangkan Yuni hanya tau bersenang-senang pikir Yuli, "kenapa ya sejak semalam aku kepikiran ibu terus tapi aku takut untuk bercerita." ucap Yuli sambil makan mangga dan nasi
Sementara itu di rumah sakit tampak ayah tiri Yuli yang sedang duduk di ruang UGD menunggu Ibu Yuli yang telah dioperasi entah beberapa menit kemudian tampak perawat mendorong di mana Ibu Yuli berada di panjang tersebut yang masih dalam keadaan belum siuman perawat langsung mendorong panjang pasien tersebut menuju ruangan perawatan diikuti oleh ayah tiri Yuli, setelah berada dalam kamar dan melihat keadaan pasien para perawat tersebut langsung keluar tinggallah ayah tiri Yuli dan Yuni saudara
"Sebaiknya Ayah pulang saja Bukankah ayah akan bekerja lagipula di rumah sakit ini kan banyak perawat yang bisa melihat ibu aku juga akan ke kampus." ucap Yuni tanpa perasaan
"Tapi nak bisakah kau membantu ayah untuk tinggal sebentar untuk mengambil obat ibumu di apotik." ucap ayah tiri yuli
"Aku akan tinggal sebentar ayah lagi pula aku kuliah sore hari jadi aku akan mengambil obat setelah itu aku akan pulang." ucap Yuni
__ADS_1
"Baiklah ayah pulang dulu karena ayah akan mencari sertifikat yang ibumu sembunyikan." ucap ayah tiri yuli
Sementara itu tampak Oma,ibu Stuart, Yuli dan Darmanto masuk ke dalam mobil mereka akan pergi ke rumah sakit saat masuk ke pekarangan rumah sakit Yuli sempat merasakan sesuatu tapi dia menepis semu itu
Tampak pihak rumah sakit langsung menyambut kedatangan Oma dan ibu Stuart yang merupakan pemilik rumah sakit
"Nyonya besar dan nyonya muda tuan muda, nona muda." ucap direktur rumah sakit sambil menunduk hormat pada empat orang yang ada di hadapannya
"Iya paman ini selalu saja seperti ini aku ini keponakan mu." ucap ibu stuart
"Apa kabar kakek lihat aku akhirnya membawa cucu menantu untuk mu." ucap Darmanto sambil tersenyum
__ADS_1
Pria paruh baya tersebut tampak terkejut saat mendengar perkataan Darmanto karena dia adalah salah satu dokter yang merawat Darmanto dulu "benarkah dia adalah istrimu." tanya pria tersebut tak percaya
"Sebaiknya kita mengobrol di dalam Apa kau sudah menyiapkan dokter terbaik yang aku tanyakan tadi pagi." ucap Oma
"Apa Jangan katakan bahwa yang akan diperiksa adalah isi dari mantu." tanya dokter tersebut merasa bahwa hal tersebut sedikit mustahil
Darmanto mengangguk dengan senyuman yang mereka dokter tersebut langsung membeku di tempat
"Hai apa yang kau lakukan kenapa kau seperti orang linglung bukanya wajar seorang wanita yang bersuami." ucap Oma membuat ke sandaran pria tersebut kembali
"Mari kita langsung ke ruangan dokter untuk periksa." ucap direktur tersebut sangat bersemangat .
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya