
Sementara itu di dalam ruang kerja setelah setelah kepergian stuart asisten Darmanto langsung bangkit hendak pergi
"Mau ke mana." tanya asisten stuart membuat Yuda langsung mengehentikan langkahnya
"Mau ngapain lagi ya keluar cari makan." ucap Yuda
"Untuk apa keluar tuan hanya menyuruh istirahat makan bukan untuk keluar dari kediaman ini." ucap asisten stuart
Yuda menautkan alisnya bingung mendengar perkatan asisten stuart tapi kebingungan Yuda hanya sementara saat beberapa pelayan membuka sebuah pintu tampak sebuah meja makan lengkap dengan lauk pauk di atas
"Ayo kita istirahat Sambil makan di ruanga ini agar kita dapat melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh tuan semaksimal mungkin." ucap asisten Stuart sambil melangkah pergi bersama para pujangga meningalakan Yuda yang tampak terpaku di tempatnya karena tak menyangka ada ruang makan di dalam ruangan kerja milik Stuart
__ADS_1
Yuda yang kini merasa sangat kagum dengan ruang kerja milik Stuart dia tak menyangka ada ruang makan di dalam ruang kerja kira-kira ruangan apa lagi ya yang ada ruang makan saja bisa ada apa lagi yang lain pikir Yuda
Sementara itu asisten Stuart yang sudah duduk di kursi langsung menatap ke arah Yuda dengan tatapan yang sulit di artikan
"Ada apa denganmu kalau kau ingin mengagumi tempat ini sebaiknya cepatlah karena aku sudah sangat lapar atau kau sudah kenyang karena kagum dengan semua ini." ucap asisten stuart dengan datar
Yuda menghembuskan nafasnya kasar mendengar perkataan asisten stuart dengan langkah cepat Yuda berjalan menuju meja makan dan langsung duduk di kursi kosong
"Berhenti mengumpat diriku sekarang makanlah bukanya tadi katanya kau sangat lapar." ucap asisten stuart sambil mengunyah makanannya
"Asataga bagaimana dia tau Ternyata semua tentang tuan stuart dan orang kepercayaannya bukan isapan jempol." ucap Yuda dalam hati sambil mengambil makanan untuk di makan
__ADS_1
Tampak di sebuah rumah tua suara teriakan nampak terdengar jelas dari dalam rumah "Jangan katakan bahwa kau tidak bisa memasak apa gunanya kau menjadi seorang istri jika kau tak bisa memasak apa kau pikir kau akan menjadi ratu setelah menikah." ucap seorang wanita paruh baya kepada seorang wanita muda yang ada di hadapannya
"Tapi mama aku memang tidak tahu memasak lagi pulang kita kan bisa membeli di luar saja besok aku akan mencari pembantu yang akan melayani kita ." ucap wanita tersebut
"Apa kau bilang pelayan Apa kau pikir kita mempunyai uang untuk menyewa seorang pelayan makan saja kita sudah susah dan kau masih berpikir untuk menyewa seorang pelayan sungguh kau wanita yang luar biasa." ucap wanita paruh baya tersebut
"Apa maksud mama mengatakan semua itu bukannya mama dan Doni masih memiliki banyak harta dan itu tak sebanding dengan hanya menyewa seorang pelayan saja untuk kita." ucap Rumi dengan penuh percaya diri berpikir bahwa Doni sangat menyayanginya begitupun Mama Lilis menerimanya dengan lapang dada menjadi menantunya
"Apa kau bilang kau pikir aku dan Doni ini tambang emas yang kau pikir uang dengan mudah kami dapatkan harta kami sudah tidak ada lagi yang tersisa tinggal rumah tua ini kau sebagai istri Doni mulai saat ini harus membersihkan rumah ini dan melayani aku dan Doni dan ingat semua pekerjaan akan kau lakukan sendiri Jangan berpikir untuk memiliki pelayan bersyukurlah aku dan Doni masih menerimamu." ucap Mama Lilis.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1