
Di luar ruangan tampak Elizabeth dan asisten Bima menunggu depan pintu Elizabeth tampak gelisah entah apa yang membuatnya tidak nyaman sehingga dia terus melihat ke pintu dengan tatapan yang sulit diartikan
Sementara Bima Tampak santai berdiri sambil menatap ponselnya yang sesekali membalas beberapa pesan dan melihat email
"Bima Apa kau tidak merasa kalau asisten Edi sepertinya takut pada ku apa sebenarnya yang terjadi sampai dia bersikap seperti itu padaku padahal belum cukup satu hari dia menempel seperti perangko eh begitu pulang tak ada kabar sama sekali." ucap Elizabeth sambil melihat ke arah Bima dengan tatapan bingung
Bima menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah Elizabeth "Apa kau sadar apa yang telah kau lakukan kau membuat seseorang yang lugu seperti asisten Edi takut melihat dirimu." ucap Bima tanpa belas kasih
Mata Elizabeth langsung terbelalak dia merasa tak pernah berbuat sesuatu yang membuat asisten Edi takut "apa yang kau katakan aku tak pernah mengancamnya atau menculiknya bahkan aku selalu memberikan perhatian kepadanya bahkan kemarin aku sempat ke rumahnya untuk melihat keadaannya yang menurut informasi sedang kurang enak badan." ucap Elizabeth tak ingin di salahkan
__ADS_1
"Itu karena perhatianmu yang terlalu berlebihan itu yang membuat asisten Edi terganggu apalagi kau datang ke kediamannya dengan dandanan yang seperti badut kurang sarapan pagi apa kau tidak sadar selama ini saat kau keluar pada malam hari kau berdandan seperti wanita yang habis dicelupkan dalam berbagai macam cat warna." ucap Bima tapi masih melihat ponselnya
wajah Elizabeth yang tadinya biasa saja langsung memerah entah marah atau malu tapi sepertinya Elizabeth merasa terganggu dengan ucapan Bima tapi saat Elizabeth akan menanggapi ucapan Bima tiba-tiba pintu ruang kerja Stuart terbuka tampak tua keluar diikuti oleh profesor Abdullah dan asisten Edi
Bima dan Elizabeth langsung mengalihkan pandangannya kepada ketiga orang tersebut yang baru keluar dari ruang kerja sedangkan Asisten Edi hanya mampu tertunduk karena tak enak melihat Rahmat Elizabeth sepertinya Elizabeth sedang kurang baik hari ini terlihat dari wajahnya yang memerah entah menahan amarah atau sedang malu
"Bima antar profesor Abdullah dan asisten Edi ke tempat aman di mana aku bisa melindunginya dari tempat ini dan usahakan tempat itu bisa senyaman mungkin untuk dia tinggali." ucap stuart
"Baik tuan muda." ucap Bima sambil menunduk hormat lalu berjalan keluar diikuti oleh profesor Abdullah dan asisten Edi sementara itu Elizabeth terus menatap ke arah asisten Edi yang sudah melewatinya
__ADS_1
"Elizabeth mari ikut aku ke dalam ruangan." ucap stuart Elizabeth langsung mengikuti stuart yang sudah masuk terlebih dahulu ke dalam ruangannya kini stuart sudah duduk di kursi kebesarannya sedangkan Elizabeth berdiri tegak di depan meja di mana stuart berada
"Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku dan ini ingat ini bersifat rahasia kau harus berhati-hati karena aku tak ingin ada seseorang yang mengetahui apa yang sedang aku lakukan saat ini." ucap stuart
"Baik tuan apa yang tuan ingin aku lakukan." tanya Elizabeth
"Kau pergilah ke pulau di mana profesor Abdullah selama ini tinggal dan ambillah peta ini temukan lab yang berada di dalam sebuah goa bawah tanah pindahkan semua barang-barang yang ada di dalam goa tersebut secara diam-diam kelep rahasia yang selama ini aku bangun." ucap stuart .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1