
Sementara itu di dalam kamar tampak pasangan suami istri yang sedang melakukan kegiatan olahraga yang cukup menguras tenaga dan energi membuat Nadia sangat kelelahan sedangkan Bima sangat bahagia karena hasratnya tersalurkan dengan sempurna Untung saja tadi siang Nadia sempat makan sebelum melakukan adegan yang membuat Bima bahagia
Paman cek yang sudah duduk di kursi miliknya di meja makan tampak menautkan alisnya karena belum melihat kehadiran Bima ataupun Nadia di meja makan padahal dia sengaja datang terlambat
"Apa yang sebenarnya Bima lakukan pada Putri ku seharian mereka tidak keluar." gerutu paman Jack sambil melihat ke arah kamar milik Bima dan Nadia
"Ada apa dengan mu kenapa kau mengerutu tak jelas seperti itu." tanya Oma yang duduk di dekat paman Jack
"Aku hanya bertanya kenapa Nadia dan Bima belum keluar juga dari kamar aku kan merindukan putriku Apalagi aku akan pergi besok untuk melakukan sesuatu di luar." ucap jujur Paman Jack
Oma hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena tidak tahu harus berkata apa lagi wajar mengkhawatirkan putrinya apalagi paman Jack tak pernah melihat Nadia dari setelah akad nikah sampai saat ini padahal sudah satu malam hanya pelayan yang selalu membawakan makanan untuk mereka walaupun Bima sudah menghubungi Oma untuk meminta ijin dengan alasan Nadia malu keluar kamar walaupun Oma tau itu hanya alasan Bima saja
__ADS_1
"Kau jangan terlalu mengkhawatirkan putrimu dia pasti akan menemuimu Di saat dia sudah keluar dari kamar." ucap Oma
"Tapi Oma sejak makan siang dan sekarang makan malam mereka tak tampak akan keluar kamar." ucap paman Jack
"Benarkah mungkin mereka akan keluar sebentar lagi sudahlah sebaiknya mari kita makan mungkin mereka akan keluar setelah kita makan malam." ucap Oma
Mau tidak mau paman Jack makan tanpa selera karena memikirkan putrinya
Sementara itu di kediaman keluarga Paman Alan tampak heboh karena undang tujuh bulanan yang akan di adakan lusa
Mama Lilis yang tadinya sedang duduk santai langsung merampas undangan tersebut dari tangan ibu Fera tadinya dia pikir itu undangan syukuran biasa keluarga huges tapi nyatanya itu undangan tujuh bulanan
__ADS_1
"Apa-apaan bagaimana bisa ini tidak mungkin ini pasti hanya rekayasa keluarga huges." tuduh mama Lilis
Sementara itu Paman Alan hanya bisa diam melihat hal tersebut apalagi saat acara pernikahan Doni dan Rumi tampak keluarga huges sangat tenang
"Ayah kenapa kau diam saja." tanya ibu Fera
"Aku harus mengatakan apa sebaiknya suruh Doni dan Rumi kembali ke sini dan lusa kita akan bersama-sama ke kediaman utama keluarga huges untuk melihat yang terjadi di sana." ucap paman Alan
"Ayah benar aku tak akan menerima jika stuart menikahi seorang wanita hamil yang anaknya tak punya hubungan apapun dengan keluarga huges." ucap ibu Fera "kau benar aku juga tak akan menerima hal tersebut ." ucap mama Lilis
Sementara itu di sebuah hotel tampak Rumi dan Doni sedang bersenang-senang tapi deringan ponsel mengalihkan perhatian Doni
__ADS_1
"Ada apa sayang siapa yang menghubungi mu." tanya Rumi yang berada di atas ranjang saat Doni bangkit dan berjalan mengambil ponselnya yang berada di atas meja.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya