
Di ruang kerjanya Stuart kembali memanggil Elisabeth yang hampir meningalakan ruang kerja Stuart "Aku ingin kau segera menyiapkan pernikahanku malam ini juga aku menunggumu dalam waktu 30 menit." ucap Stuart lalu melangkah keluar dari ruang kerjanya
Begitu Stuart keluar dari ruang kerja Stuart masuk kedalam kamar miliknya di mana kikan berada lalu mengambil ponselnya dia menelepon ke kediaman utama untuk mengatakan pada Oma dan ibunya bawah dia dalam keadaan baik-baik saja dia hanya sedikit ada urusan di luar kota
Setelah menghubungi Oma dan ibunya Stuart kembali meletakkan ponselnya lalu kembali ke sisi kikan yang masih terlelap "sayang aku akan menikahi mu malam ini di depan penghulu dan besok semua berkas pernikahan kita akan aku proses agar pernikahan kita sah secara hukum dan agama, semoga bulan depan saat pemeriksaan akan ada keajaiban semoga kau bisa secepatnya pulih ucap Stuart sambil mengelus kepala
Elisabeth yang diperintahkan oleh Stuart untuk mempersiapkan pernikahannya segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Stuart kini Elisabeth bersama penghulu dan beberapa saksi langsung menuju ke apartemen milik Stuart setelah masuk ke dalam Elisabeth segera menyiapkan apa yang di butuhkan saat ijab qobul Stuart yang sudah berpakaian lengkap langsung duduk di tempat di mana di sudah di sediakan untuknya sedangkan di dalam kamar Kikan nampak memakai gaun pengantin
Karna Kikan tak memiliki orang tua jadi Kikan mengunakan wali hakim, acara di laksanakan dengan hikmah tampak seorang pengawal dan Elisabeth yang menjadi saksi pernikahan Stuart dan Kikan
__ADS_1
"Sah.......sah.......sah ."setelah mengucapkan kata sah penghulu segera menjabat tangan sebagai tanda bahwa ijab qobul telah selesai dan sekarang Kikan adalah istri dari Stuart
Setelah acara ijab Kabul semua orang meninggalkan apartemen tersebut Langsung kembali ke dalam kamarnya disamping ranjang tingkat yang kini statusnya sudah menjadi istrinya yang sah secara agama dan besok akan sah secara hukum setelah dia memasukkan berkas-berkas yang pernah ditandatangani oleh Kikan saat mereka membuat perjanjian
"Sekarang kita adalah suami istri yang sah Aku harap kau bahagia dengan apa yang aku lakukan saat ini aku sangat mencintaimu sayangi."lalu mengecup kepala istrinya
Mendengar apa yang dikatakan oleh Stuart, kikan meneteskan air mata entah itu air mata apa tapi sepertinya air mata kebahagiaan
Kedua dokter tersebut buru-buru datang ke apartemen milik Stuart dan langsung masuk menuju ke kamar dimana Kikan berada langsung dan memeriksa keadaan Kikan setelah memeriksa mereka hanya bisa tersenyum kecut karena sepertinya tak ada reaksi apapun Hanya air mata biasa saja
__ADS_1
Ucapan dokter membuat Stuart lemah tapi dia berusaha tegar "kita hanya bisa melakukan pemeriksaan untuk bulan depan setelah dia meminum obat penawar racun tersebut ucap dokter
Stuart hanya mengangguk lemah menanggapi ucapan dokter tersebut
"Baiklah aku mengerti sekarang kalian boleh kembali istirahat." ucap Stuart
Ke dua dokter tersebut langsung hormat dan kembali ke tempat peristirahatan mereka masing-masing
Setelah kepergian ke dua dokter tersebut Stuart langsung membantu Kikan untuk mengganti pakaian dan membersihkan tubuhnya seperti yang biasa dia lakukan setelah membersihkan tubuh Kikan dan memakaikan baju Stuart juga ikut merebahkan dirinya sambil memeluk kikan
__ADS_1
Sementara itu di saat semua orang terlelap tampak beberapa orang pria masuk ke dalam rumah kontrakan Surti dan Tejo setelah masuk mereka Langsung membekap mulut kedua pasangan suami istri tersebut dan dibawa keluar dari kediaman menuju mobil yang sudah mereka siapkan.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya