
Nadia langsung frustasi saat menyadari bahwa tak ada jubah mandi ataupun handuk di dalam kamar mandi tersebut dan jalan satu-satunya adalah dia harus meminta tolong pada Bima untuk mengambilkan dia handuk atau jubah mandi kalau tidak maka dia akan pernah bisa keluar dari kamar mandi tidak mungkin dia keluar dalam keadaan telanjang bulat itu pasti akan sangat memalukan
Nadia langsung bergegas ke dekat pintu kamar mandi lalu membukanya sedikit "halo apakah kau ada di luar." teriak Nadia
mendengar suara Nadia membuat Bima tersenyum "ya aku di sini ada apa." tanya Bima pura-pura tidak tahu
"Bisakah kau menolongku untuk mengambilkan jubah mandi atau handuk yang kau punya pasalnya tak ada apapun di sini dan aku tak bisa keluar karena tak memiliki handuk ataupun jubah mandi mandi." ucap Nadia
Dengan senyuman licik bima melihat beberapa handuk dan jubah mandi yang sudah disembunyikan di dalam lemari kemudian mengambil handuk yang hanya bisa menutup setengah badan Nadia handuk tersebut hanya menutupi dada sampai **** ***** Nadia saja
__ADS_1
"Keluarkan tanganmu aku akan memberikanmu handuk tersebut." ucap Bima sambil menyerahkan handuk tersebut kepada Nadia yang sudah mengeluarkan tangannya melalui pintu kamar mandi kini handuk sudah berada di tangan Nadia membuat Nadia langsung tersenyum tapi saat handuk telah dia pakai senyuman Nadia memudar karena handuk tersebut sangat tipis dan pendek membuat tubuhnya sangat menonjol
Waktu berlalu dengan cepat kini saatnya makan malam tampak profesor Abdullah yang baru datang langsung masuk bergabung bersama dengan penuh keceriaan kikan tersenyum melihat ayahnya
"Ayah sudah datang aku sangat senang melihat ayah." ucap Kikan ketika melihat sang ayah yang baru saja masuk ke dalam ruang makan kikan langsung bangkit untuk memeluk ayahnya setelah berpelukan mereka kembali duduk di kursi masing-masing
"Oh iya Stuart aku dengar Elizabeth sudah menikah dengan seseorang apakah kabar yang aku dengar itu betul." tanya profesor Abdullah dia belum sempat melihat keberadaan Yuli yang sedikit ditutupi oleh Paman jack
"Apa dia perempuan apa laki-laki." tanya profesor Abdullah penasaran pasalnya dia tau bagaimana Elizabeth menyukai pria tapi apa yang ada di hadapannya saat ini adalah seorang wanita cantik membuat profesor Abdullah sedikit bingung
__ADS_1
"Dia seorang wanita ayah namanya Yuli dan saat ini Elizabeth sudah berubah dia sudah menjadi seorang pria tulen dan sekarang namanya adalah Darmanto." ucap kikan karena melihat wajah Yuli memerah
"Benarkah aku bersyukur jika benar dia sudah berubah dan menjadi pria yang bertanggung jawab apalagi dia sudah menikah dan memiliki istri cantik tapi di mana dia." tanya profesor Abdullah tak melihat keberadaan Darmanto
"Dia sedang aku tugaskan untuk melakukan sesuatu ayah." ucap stuart pada akhirnya membuat profesor adalah hanya mengangguk mengerti
"Sayang kapan acara tujuh bulanan untuk para calon cucu-cucu Ayah, ayah lupa kemarin menanyakan perihal hal tersebut karena Ayah ingin mengundang sahabat Ayah profesor Adnan dan putrinya untuk datang." ucap profesor Abdullah yang sudah duduk di meja makan bersama keluarga besar huges yang lain
"Acaranya besok lusa berikan saja nama lengkap profesor Adnan dan alamatnya aku akan mengirimkan undangannya." ucap ibu Stuart sambil tersenyum, Profesor Abdullah tersenyum sambil mengangguk.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya