
Sementara itu di markas tempat pernikahan Darmanto dan Yuli tampak semua orang sangat berbahagia hanya Darmanto dan Yuli yang seperti orang terdzolimi ada senyuman atau raut wajah bahagia di wajah mereka berdua
Sementara itu Stuart dan Kikan tak berhenti-hentinya memperlihatkan kemesraan mereka membuat Yuli kadang senyam-senyum sendiri saat melihat tuhan yang begitu perhatian pada istrinya sedangkan Darmanto Jangan ditanya dia melirik tak suka pada stuart dan Kikan seakan-akan semua kesialan yang menimpa dirinya diakibatkan oleh kedua pasangan tersebut
Kini mereka semua sudah selesai memakan semua hidangan yang ada Ayah Leo melihat kedua pengantin baru yang sepertinya tak ikhlas menerima pernikahan ini walaupun tampak mengikuti arus tapi beda dengan Darmanto sepertinya hatinya masih tidak rela
"Sekarang darmanto kau telah menikah dan menjadi kepala keluarga kau harus bisa bertanggung jawab kepada istrimu memberikan dia nafkah lahir dan batin Ayah tidak mau tahu apapun alasannya dirimu menikahinya yang jelas sekarang dia adalah tanggung jawabmu jadi Ayah meminta padamu untuk membahagiakannya." ucap ayah Leo
Darmanto hanya mengangguk saja mendengar perkataan Ayah Leo dia tidak mungkin membantah
__ADS_1
Yuli diam sambil menitikan air mata dia seperti melihat sosok ayahnya pada ayah Leo
"Sekarang waktunya kita adakan kembali ke kediaman keluarga huges dan kau Darmanto Aku tak ingin mendengar penolakan darimu ucap Ayah Leo langsung bangkit berjalan diikuti omah dan ibu Stuart sambil merangkul Yuli untuk ikut bersama mereka kemudian di susul Kikan dan stuart, Darmanto pun bangkit mengikuti langkah keluarga huges yang lain
Semua keluarga sudah berada di mobil masing-masing dan beberapa pengawal juga sudah masuk ke dalam mobil mereka kini mobil mulai melaju kembali ke kediaman keluarga huges
Sementara itu di kediaman keluarga huges tampak Paman Jack masih berdebat dengan kepala pelayan yang tak ingin membukakan pintu kamar tersebut
Keluarga huges yang sudah masuk ke dalam rumah langsung melihat perdebatan antara kepala pelayan dan Paman Jack tepat berada di depan pintu kamar Nadia dan Bima
__ADS_1
Kenapa kalian berdebat di depan pintu kamar seperti itu tanya Oma yang merasa bingung karena tidak biasanya Paman cek cerewet dan begitupun kepala pelayan
"Syukurlah kalian sudah kembali aku tadi mendengar Nadia menjerit kesakitan dan aku berniat untuk membuka pintu kamar ini tapi kepala pelayan menghentikanku bahkan dia tak mau memberikan aku kunci kamar ini." ucap paman Jack yang merasa benar
"Astaga dasar Bima bodoh bisa-bisanya dia tidak mengaktifkan peredam suara dalam kamar tersebut sebelum melakukan hal seperti itu." ucap Oma tanpa filter
Perkataan oma membuat semua orang sontak melihat ke arah Oma Dan Tersenyum penuh arti membuat Jack langsung menatap tak percaya pada wanita tua yang ada di hadapannya
"Astaga Jack kau ribut-ribut di sini karena persoalan kecil di sana putrimu dan menantumu sedang berjuang untuk menghasilkan cucu." ucap Ayah Leo
__ADS_1
Jack baru tersadar dengan tindakannya dia langsung tersipu malu mendengar perkataan Ayah Leo "Apa mungkin secepat itu Bima kan tak menerima pernikahan ini." ucap Jack yang merasa belum yakin Bima akan melainkan belah duren bersama putrinya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya