
"kok aku jadi merinding ya." ucap dokter intan sambil menyapu lehernya sambil menoleh ke belakang, tampak dokter intan sangat terkejut saat komandan tepat berada di belakang tubuhnya dengan senyuman kaku " aaaaaaa si mesum." terik dokter intan
membuat komandan sontak mundur karena terkejut dan membuat Oma dan kakek komandan saling memandang "mesum." ucap keduanya bersaman
"tenang-tenang aku datang kemari hanya untuk meminta maaf." ucap komandan
"ke mana semua orang Apa maksudmu meminta maaf jadi kau mengakui bahwa kau sengaja melihat tubuhku." ucap dokter intan mereka tidak tahu apa yang mereka ucap mereka saat ini akan menjadi bukti
"tak ada orang di sini hanya kau sendiri tadi yang duduk itulah mengapa aku berani datang ke sini untuk meminta maaf." ucap komandan
dokter intan tampak kebingungan mendengar perkataan komandan karena tidak sampai 5 menit yang lalu taman ini masih penuh dengan keluarga huges tapi kenapa tiba-tiba saja Tak ada satupun orang bahkan pelayan yang biasanya berada di sekitar mereka juga tidak tampak membuat dokter intan sedikit kebingungan "Apa maksudmu hanya aku sendiri di sini tadi sangat ramai." ucap dokter intan sedikit was-was
komandan mulai merasakan firasat buruk tetang keberadaannya saat ini, membuat komandan langsung melihat sekelilingnya dengan seksama bahkan sekarang dia yakin anak buah misteri D sedang memegang kamera yang menyoroti komandan dan dokter intan apalagi matanya melihat bayang di kebun sebelah membuat komandan tersadar saat ini dia sudah masuk jebakan para bos tak berakhlak
"sebaiknya kita pergi dari tempat ini dan bunga dan hadiah sebagai permintaan maaf ku." ucap komandan secepat kilat ingin pergi dari taman tersebut
"kau jangan berpikir aku mudah dibohongi Kau pasti ingin melakukan sesuatu yang tidak senono kepadaku sehingga kau memberikan aku bunga dan coklat aku tahu Kau pasti akan mengatakan sebaiknya kita berbicara di kamar saja Apakah kau ingin melecehkan ku lagi." ucap dokter intan semakin berpikir negatif kepada komandan
Komandan hampir tak bisa bergerak atau berbicara setelah mendengar perkataan dokter intan dia sepertinya sudah pasrah akan apa yang terjadi selanjutnya karena dia yakin kata-kata yang keluar dari mulut dokter intan akan menjadi senjata yang tepat untuk menjebaknya astaga aku tak pernah melakukan apapun padamu bukanya aku hanya tak sengaja melihat ke arah mu lalu keluar dengan cepat bersama kepala pelayan." ucap komandan agar salah paham tentang ucapan dokter intan tidak berlanjut pikirnya
"salah paham kau mendobrak kamarku masuk tanpa izin di saat aku sedang dalam kamar mandi dan saat aku keluar Kau menutup mata kepala pelayan tapi matamu masih melotot melihatku seandainya tidak ada kepala pelayan mungkin saja kau sudah melakukan hal buruk kepadaku kamar." ucap dokter intan menuduh
komandan menghembuskan nafasnya dengan kasar dia sungguh ingin membekap mulut dokter intan lalu mengangkatnya kabur dari tempat itu tapi tindakan itu tidak akan mungkin terjadi karena para pengawal stuart sudah pasti akan mencegahnya membawa seorang wanita apalagi di hadapannya sendiri
__ADS_1
"bisakah kau jangan berkata sembarangan aku tak pernah melakukan apapun padamu aku hanya tak sengaja melihatmu dan aku melakukan itu karena merasa khawatir padamu atas kejadian yang menimpamu sehingga aku berpikir kau mungkin saja sedang sakit." ucap komandan
"apa katamu khawatir dan tak sengaja melihatku dan aku sedang sakit apa kau berpikir aku kuliah kedokteran hanya untuk menjadi pasien bagimu kau tahu aku sedang baik-baik saja dan hanya butuh istirahat tapi kau memang sengaja ingin melecehkan ku sehingga kau masuk di kamarku tanpa seizinku." ucap dokter intan
"Astaga coba kau pikirkan jika memang aku ingin menyelesaikanmu aku takkan memanggil kepala pelayan untuk masuk ke kamarmu bersama-sama." ucap komandan
"Kau pikir aku ini bodoh kepala pelayan sudah meninggalkan surat kepadaku yang berisi permintaan maaf dan dia berkata bahwa dia telah dipaksa untuk membuka kamar milikku Dan Dia disuruh untuk meninggalkan kamar itu secepatnya setelah membukanya tapi karena dia khawatir padaku sehingga dia juga ikut masuk bersamamu dan saat ini dia menghilang pasti Karena dirimu kamu." ucap dokter intan
sementara itu kepala pelayan yang tampak sedang duduk santai di dapur menikmati suasana tampak terkekeh memikirkan apa yang sudah ditulis kepada dokter intan salah seorang pelayan langsung menyapanya "Ada apa sepertinya Anda bahagia sekali." ucap pelayan tersebut
"Aku sungguh tak menyangka bisa mengerjai komandan dan dokter intan aku berpikir mereka memang pasangan yang sangat serasi seperti kata tuan." ucap kepala pelayan sambil tersenyum
komandan Tak percaya apa yang dikatakan oleh dokter intan sungguh dia tak menyangka kepala pelayan akan melakukan hal tersebut dasar kepala tua brengsek berani-beraninya dia ikut-ikutan menghianati ku padahal jelas-jelas dia bisa menjadi saksiku untuk membebaskanku dari jebakan maut ini." ucap komandan dalam hati
belum juga komandan akan menjawab tiba-tiba kakek komandan datang dengan raut wajah penuh kesedihan membuat dokter intan dan komandan terkejut "kakek, direktur." ucap bersamaan komandan dan dokter intan, tampak wajah dokter intan pias Sedangkan wajah komandan datar sehingga tak ada yang bisa membacanya, setelah Kakek keluar tampak semua orang keluar dari tempat Mereka sembunyi membuta dokter intan semakin shyok dokter intan tak menyangka semua orang ada di taman tersebut hanya saja mereka berada tepat di sebelah taman di mana tadi mereka berkumpul
"Kakak jangan sedih ini mungkin sudah jalannya untuk komandan Kenapa Kakak tidak menikahkan saja komandan dengan dokter intan Bukankah selama ini selama kakak mengenal dokter intan Dia adalah wanita yang baik dan pekerja keras takutnya itu akan membuat mereka melakukan dosa jika mereka sampai tidak dinikahkan." ucap ucap Oma memanasi suasana
tampak dokter intan melotot wajahnya sangat syok mendengarkan perkataan Oma bukannya apa dia tak pernah berpikir bahwa dia akan menikah dengan komandan apalagi selama ini dia sudah kabur ke sana kemari demi untuk menghindari perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya karena menurutnya dia masih terlalu muda untuk memikirkan pernikahan bahkan dia bertekad ingin memiliki sebuah rumah sakit dengan uang yang dihasilkan sendiri setelah itu baru dia akan berpikir tentang sebuah pernikahan tapi apa yang terjadi saat ini dia sungguh tak percaya dia terjebak dengan situasi yang cukup mengerikan baginya
"perkataanmu betul juga aku memang berencana untuk menikahkan mereka agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan." ucap kakek komandan
"Aku ingin kalian berdua menikah secepatnya aku tak ingin kalian membuat dosa untukku kalian tidak bisa menolak perintahku aku sudah memiliki bukti tentang apa yang terjadi jika sampai ini tersebar Maka karirmu sebagai dokter akan menjadi taruhannya." ucap kakek komandan
__ADS_1
"direktur tau Bagaimana aku dan apa yang aku cita-citakan lagi pula komandan Tak melakukan apapun padaku dia hanya tak sengaja melihatku memakai handuk saat keluar dari kamar mandi." ucap dokter intan dengan gemetar karena menangis
"Karena aku tahu cita-citamu sehingga aku melakukan ini dengan kau menikah dengan cucuku maka keinginanmu akan semakin mudah tercapai kalian bisa membangun rumah sakit bersama." ucapkan kakek komandan
sementara komandan hanya bisa diam sambil melihat sekelilingnya lalu menunduk kembali dia yakin Tak akan ada jalan untuk mundur baginya karena dia tahu bagaimana keras kepalanya orang-orang di sekitarnya jadi dia hanya bisa menunggu hasil akhir dari semua ini
"Ayo cucu brengsek lamar dia sekarang juga dan ingat dia harus menerimanya Kalau tidak aku akan membuatmu menjadi guling di kamarku ini cincin peninggalan ibumu." ucap Kakek komandan
"lamar.... lamar....lamar...lamar." teriak semua orang di sekitar komandan dan Yuli kini Mereka sudah saling berhadapan
komandan nampak pasrah mengambil cicing yang sodorkan oleh kakeknya
"maukah kau menikah denganku." ucap komandan dengan wajah tanpa ekspresi membuat dokter intan berpikir komandan terpaksa melamarnya di bawah tekanan
"aku tau sedang di bawah tekanan dan keterpaksaan untuk melamarku Tapi kau bisa bicara bahwa kau tak menyukaiku dan menginginkan pernikahan ini." ucap dokter intan
komandan menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah dokter intan "Tak Ada Yang Bisa membuatku dalam keadaan tertekan selain dirimu aku melamarmu murni karena aku menyukaimu jadi cepat katakan kau menerima lamaranku atau tidak." ucap komandan tanpa basa-basi lagi dia sudah gerah berada di tempat itu apalagi semua orang memandangnya
"aku aku tapi sebelum dokter intan menjawab tiba-tiba Kikan berteriak terima... terima... aduh sakit perutku sakit terima terima cepat terima pernikahan ini aku rasanya perutku sakit dokter intan yang panik karena melihat kikan yang sedang hamil besar dan mungkin saja akan melahirkan langsung mengaguk dan mengatakan "Iya aku menerimanya." ucap dokter intan sembari akan berjalan ke arah Kikan tapi tangannya langsung di cegat komandan dan langsung memasukan cicing tersebut ke jari manis dokter intan
saat komandan sudah berhasilkan memasukkan cincin ke jari manis dokter intan termasuk ikan yang tadinya mengeluh sakit perut membuat dokter intan sedikit kesal pada wanita hamil tersebut karena merasa tertipu akan ulahnya tapi tak berselang kemudian "aduh perutku sakit aduh." ucap Kikan membuat semua orang tanpa khawatir
"sayang aku pikir kau sedang akting agar proses antara komandan dan dokter intan cepat selesai." ucap stuart "kau gila perutku benar-benar sakit saat ini." ucap kikan membuat semua orang nampak khawatir begitupun dokter intan yang tadi berpikir bahwa Kikan hanya akting sebaiknya cepat kita bawa masuk di dalam kamar ucap dokter intan tak bertelang lama beberapa dokter yang telah disiapkan oleh stuart sudah berada di tempat untuk membantu persalinan Kikan.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
maaf beberapa hari tidak up karena sedang sakit