Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
385


__ADS_3

Sementara itu di dalam ruangan kerja tampak asisten Darmanto sudah sangat gelisah Bagaimana tidak sejak dari tadi siang dia belum makan sama sekali dan sekarang dia harus duduk diam sambil mendengarkan semua puisi yang dibuat oleh ketiga pujangga yang ada di hadapannya dengan perut yang sudah keroncong


Di kursi kebesarannya tampak Stuart malas-malasan karena dia belum mendapatkan ide cemerlang untuk puisi yang akan dia berikan kepada istrinya karena dia akan memilih mana puisi terbaik agar dia tak kalah saing dengan puisi yang dibuat oleh komandan


Karena merasa bosan stuart lalu bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan menuju sofa di mana ketiga pujangga tersebut berada saat berjalan matanya melihat ke arah asisten Darmanto yang nampak pucat dan sedikit gelisah ada apa denganmu Kenapa kau seperti orang sedang ambeien saja." tanya stuart


"Maaf tuan bolehkah aku keluar untuk makan sebentar saja kemudian kembali lagi ini sudah jam makan malam." ucap asisten Darmanto


Sontak saja mendengar perkataan asisten Darmanto membuat stuart sangat terkejut dan langsung berlari menuju jendela untuk memastikan apakah di luar sudah gelap sontak saja melihat ke arah jendela membuat Stuart sangat terkejut "Astaga Kenapa kalian tidak mengatakan bahwa ini sudah malam." ucap stuart

__ADS_1


"Maaf tuan Aku sebenarnya ingin mengatakannya tapi melihat tuan sangat semangat menunggu mereka menulis puisi membuatku mengurungkan niatku mengatakannya ." ucap asisten stuart sambil menunduk


"Astaga kau ini coba kau mengatakan dari tadi sekarang kalian semua beristirahatlah sejenak untuk makan malam setelah itu kembalilah ke sini untuk melanjutkan puisi yang kalian Sedang tulis." ucap Stuart lalu melangkah keluar dari ruang kerjanya untuk menemui istrinya seperti biasa


Sementara itu Kikan yang sudah keluar dari kamar mandi langsung menuju ruang ganti setelah memakai baju Ki kan langsung menuju ke meja rias untuk sedikit memoles wajahnya sementara itu pintu kamar tampak dibuka oleh seseorang membuat kikan mengalihkan pandangannya melihat ke arah pintu tampak Stuart masuk dengan senyuman di wajahnya "hai sayangku wah ternyata sudah mandi aku pikir kau menungguku untuk memandikanmu." ucap stuart mesum


Kikan yang sedang sedikit kesal dengan Stuart tak menggubris perkataan stuart dia melanjutkan kegiatannya memoles wajahnya


"Aku pikir Kakak sudah ditindis puisi karena senjata di siang hingga malam Kakak belum juga kembali ke kamar." ucap Kikan menyindir

__ADS_1


"Aduh bibir manis ini bisa-bisanya dia mengatakan suaminya ditindis puisi sayang suami ini sedang membuat puisi yang tak ada tandingannya yang akan membuatmu menjadi wanita pertama yang membaca karya seni istimewa dari suamimu tercinta ini." ucap stuart penuh percaya diri


Mendengar perkataan Stuart membuat kikan memutar bola matanya malas lalu bangkit hendak keluar untuk makan malam di ruang makan


"Sayang tunggu dong aku juga ingin makan malam tapi aku ingin membersihkan tubuhku sebentar lalu kita bersama-sama keluar untuk makan malam." ucap stuart


"Tidak Kakak mandi saja aku akan langsung ke meja makan Aku sedang kesal dengan kakak." ucap Kikan cuek sambil berjalan keluar dari kamar hal tersebut membuat Stuart hanya bisa menghabiskan nafasnya kasar


"Astaga ibu hamil itu sungguh sangat menggemaskan untung cinta jika tidak aku akan menculiknya lalu menyekapnya di dalam kamar ini." ucap stuart sambil terkekeh lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2