
Dewi pun melaksanakan perintah kakeknya dengan wajah yang tebal dan tanpa rasa malu Dewi langsung mendekati meja di mana Kikan Nadia Yuli dan dokter intan berada, tampak Dewi yang kini sudah berada di samping meja Yuli serta Nadia tak mengenal Dewi sama sekali, sementara dokter intan tampak terkejut melihat keberadaan Dewi
"Maaf kau pasti terkejut aku minta maaf atas apa yang terjadi di hutan." ucap Dewi sambil tersenyum ke arah Dr. intan nampak kikan dan Yuli serta Nadia saling memberi kode
"Aku minta maaf karena mengganggu nyonya nyonya sekalian perkenalkan namaku adalah Dewi aku salah satu bawahan tua tepatnya Aku adalah anak buah dari komandan senang bertemu dengan nyonya sekalian maaf aku hanya ingin menyapa saja dan juga meminta apa-apa pada dokter intan atas kesalahpahaman yang terjadi beberapa minggu yang lalu." ucap Dewi berusaha terlihat menjadi wanita sangat baik
Yuli yang mendengar nama Dewi langsung teringat dengan pembicaraannya dengan Darmanto saat berada di rumah sakit kalau tidak salah wanita yang saat ini berada di samping dokter intan adalah wanita yang sangat menyukai komandan
Mendengar perkatan Dewi Kikan dan Nadia tampak mengangguk mereka tak mengenal Dewi hanya bisa tersenyum saja "oh kau adalah Dewi aku pernah mendengar namamu dari suamiku Darmanto Kau adalah wanita yang sangat hebat kenalkan aku Yuli istri Darmanto dan Ini Nadia istri Bima Sedangkan ini adalah Kikan istri stuart." ucap Yuli berusaha terlihat ramah
"Aku tak menyangka Tuan Darmanto ternyata pernah menyebutkan namaku semoga aku bisa mengucapkan terima kasih pada Tuhan dan mantap karena sudah memperkenalkan aku pada nyonya membuat aku tak merasa canggung bolehkah aku bergabung dan duduk di sini bersama kalian walaupun kursi hanya 4 aku pikir dokter intan mempunyai sesuatu untuk di kerjakan." ucap Dewi tanpa malu
Kikan yang mendengar perkataan Dewi nampak kesal Bagaimana bisa seorang perempuan seperti Dewi atau malu seperti itu meminta bergabung dengan mereka dan menyingkirkan orang lain "sebaiknya anda mencari meja lain saja untuk bergabung meja ini sudah full dan aku tak suka melihat atau menerima orang baru yang belum aku kenal." ucap kikan tanpa basa-basi membuat Dewi sedikit salah tingkah ternyata istri tua hampir mirip dengan Stuart walaupun wajahnya terlihat lembut dan imut tapi ternyata dia juga bisa berkata-kata tajam
__ADS_1
Baiklah nyenyak Maaf aku sudah mengganggu ucap Dewi lalu pergi begitu saja meninggalkan ke empat orang yang ada di meja tersebut "Astaga dia wanita yang aneh dan mengerikan bisa-bisanya tanpa rasa malu dan dosa dia mengatakan hal itu agar dokter intan bisa menyerahkan kursinya padanya." ucap Nadia
"Aku penasaran kenapa dia sampai meminta maaf padamu tentang masalah di hutan memangnya apa yang terjadi." tanya Yuli mulai kepo begitu pun Kikan dan Nadia Memang ke tiga orang tersebut sefrekue si, CCTV berjalan
Dr intan menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ketiga orang emak-emak yang sudah menatapnya penuh harapan Tak mungkin dia bisa menyimpan hal tersebut Jika ditanya oleh para nyonya yang kekuasaannya melebihi suami mereka "jadi ceritanya dia berusaha membunuhku dengan menjebakku masuk ke dalam hutan karena dia mencintai komandan." ucap singkat dokter intan
"Astaga Bagaimana bisa dia mengetahui kau dekat dengan komandan bukannya kalian baru dekat beberapa minggu yang lalu sungguh wanita yang sangat terobsesi dengan komandan aku takut dia merencanakan sesuatu yang lebih buruk dari sebelumnya aku harus segera kau harus berhati-hati." ucap Kikan yang mengetahui dokter intan dan komandan baru dekat beberapa minggu yang lalu
"Sungguh luar biasa wanita itu tapi memang katanya wanita yang mencintai seorang pria dia akan lebih sensitif dari anjing pelacak dan lebih ganas dari harimau karena mereka tak ingin kehilangan orang yang dia cintai walau apapun yang dia korbankan bahkan nyawa sekalipun." ucap Nadia menambahkan membuat semua orang bergidik ngeri membayangkan hal tersebut
Sementara itu di dalam hutan kakek tua dan komandan sedang bermain catur kakek tua cukup terkesan dengan komandan Yang memiliki strategi yang luar biasa padahal selama ini dia juga bukan orang baru dalam hal bermain catur bahkan beberapa kali dia menjadi pemenang di berbagai macam event permainan catur
"Ternyata kau benar-benar hebat dalam strategi permainanmu seperti master tapi aku juga bukan seseorang yang mudah dikalahkan jadi aku harap kau mengeluarkan seluruh kemampuanmu." ucap kakek ketua tersebut sambil tersenyum penuh arti pada komandan, "aku pikir dia hanya hebat dalam ilmu beladiri ternyata dia juga hebat dalam permainan catur sungguh lawan yang Lanka." ucap komandan dalam hati , kini permainan kedua orang itu sudah sampai pada akhir permainan sementara pemuda yang menjadi saksi pertandingan tersebut nampak terkagum-kagum melihat komandan yang dapat melawan gurunya dalam permainan catur karena gurunya belum pernah dikalahkan oleh siapapun dalam hal bermain catur dan mereka juga akan mudah di kalahkan jika bermain dengan gurunya, permainan hampir berakhir sekarang adalah Detik penentuan pemenang permainan catur semua tampak tegang karena kedua orang tersebut merupakan sama-sama pemain profesional, komandan tersenyum saat mendapatkan celah "skakmat." ucap komandan, membut pria yang berada di samping sang guru langsung berteriak kegirangan yes aku menang ucapnya keceplosan, membuat sang guru dan komandan langsung menoleh dengan raut wajah berbeda, sontak saja pria tersebut langsung menutup mulutnya lalu menunduk tak berani mengangkat wajahnya
__ADS_1
"Aku akui kehebatanmu dalam bermain catur kau memang pantas dikatakan sangat jago dalam hal strategi, muridku saja mendukung dirimu sampai memasang taruhan, sekarang katakan apa yang ingin kau ketahui setelah itu kembalilah." ucap kakek tua tersebut
"Sebenarnya dari tadi aku penasaran siapa kau dan kenapa kau ingin bertanding denganku Apakah kau mengenal dokter intan." tanya komandan tanpa pikir panjang
"Ternyata kau sama bodohnya dengan kakekmu seharusnya aku bertanya lebih jelas sekarang aku akan menjawab pertanyaanmu dan kau boleh pergi, Aku adalah salah seorang kerabat dokter intan tepatnya Aku adalah kakeknya, aku hanya datang memujimu apa kau memang pantas atau tidak menjadi cucu menantuku, harusnya kau bertanya latar belakang dokter intan dan bagaimana cara mendapatkan restu ." ucap singkat kakek dokter intan
Komandan yang tadinya santai langsung terbelalak saat mengetahui bahwa pria yang ada di hadapannya adalah kakek dokter intan dengan cepat komandan langsung memberi hormat "Selamat malam kakek maafkan aku yang tak dapat mengenalmu." ucap komandan
"Sudahlah tak perlu berbasa-basi aku juga sudah menerima hormatmu dari tadi walaupun tak se serius kali ini sekarang kembalilah ke kediaman keluarga huges aku juga akan turun ke sana untuk makan malam bersama mereka." ucap kakek dokter intan
"sekali lagi maafkan aku kakek aku akan menerima konsekuensi apapun yang terjadi tapi tolong restui aku dan dokter intan untuk menikah aku sudah melamarnya dan dia mengatakan setuju untuk menikah denganku baiklah jika ada sesuatu yang Kakek inginkan kakek boleh memberitahu aku." ucap komandan
"Tenang saja aku akan mengetes kalian berdua Apa kau yakin dokter intan adalah nama asli dari cucuku sebaiknya kalian berbicara lebih jelas lagi sebelum aku mengetes kalian, sekarang pergilah aku tak mau terlambat makan malam." ucap kakek Dr intan lalu berbalik pergi meninggalkan komandan yang tampak terpaku dia tak pernah memeriksa latarbelakang dokter intan karena perca pada kakeknya, komandan kembali ke tempat acara, Dewi yang melihat komandan langsung tersenyum sumringah.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya