Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
63


__ADS_3

"Ya aku akui kue itu sangat enak dan lezat sehingga orang yang hendak cicipi kue tersebut ternyata menghabiskan semua kue yang ada di hadapanku." ucap sini sinis Stuart pada kedua orang yang ada di hadapannya


Profesor Hori langsung tersadar atas apa yang dilakukannya begitupun Bima dengan rasa malu yang besar profesor Hori "maafkan saya tuan muda saya kebablasan niatnya hanya satu tapi keterusan apalagi Bima memakan lebih banyak, saya akan mengganti kue tuan muda dengan kue yang ada di hadapanku silakan dimakan Tuan muda." ucap profesor Hori dengan menahan malu


Sementara Bima yang fokus dengan perkataan profesor Hori meraba sakunya dan melihat sebuah pesan dari Stuart yang membuat ponsel tersebut langsung terjatuh membuat profesor Hori mengalihkan pandangannya pada Bima


"Kenapa dengan mu ponsel mu jatuh." ucap profesor Hori lalu mengambil ponsel Bima yang terjatuh dan hendak memberikannya pada Bima tapi Bima seperti orang patung membuat profesor Hori meletakan ponsel tersebut pada tangan Bima yang terbuka


Bima masih terpaku membaca pesan yang masih terngiang-ngiang di telinganya


"Baiklah tuan muda karena ini jam sembilan malam aku pamit undur diri ingin kembali ke kamarku." ucap profesor hari ingin kabur dari situasi yang lumayan tegang

__ADS_1


Setelah kepergian profesor Hori Bima langsung duduk berdekatan dengan Stuart "Tuan saya mohon jangan lakukan itu padaku aku hanya memakan 5 buah kue Tuan." ucap Bima mengiba pada Stuart


"kue itu hanya ada 9 buah dan ternyata kau makan lebih banyak kue dari pada profesor Hori yang merupakan tamu di sini." ucap Stuart


"Ini mulut kenapa juga harus berkata jujur bahwa memakan Lima buah kue kalau aku tahu kalau jumlahnya adalah 9 maka aku akan berkata hanya makan dua dan Kenapa juga dia harus menghitung jumlah kue yang ada di piringnya tersebut." pikir Bima


"Tolong maafkan aku tuan muda sungguh aku tak sengaja memakan kue tersebut Aku hanya ingin mencicipinya Tuan atau bagaimana kalau rubah saja hukumannya jangan hukuman itu aku mohon Tuan muda." ucap Bima


"Tidak hukumanmu tetap sama kau harus memandikan lesi dan ingat kalau sampai lesi mengeluh kesakitan aku akan menambah hukuman mu." ucap Stuart


"Bagaimana lesi dapat merasakan sakit jika tubuhnya saja lebih keras daripada besi." ucap Bima

__ADS_1


"Kau jangan suka berkata seperti itu apalagi berkata di depan Lesi walaupun dia hewan tapi bagaimanapun dia mempunyai hati kau memang sangat kasar padanya." ucap Stuart


"Apa aku kasar padanya aku yang selama ini membawakan makanan untuknya." ucap Bima tak mau kalah


"Ya kau membawakannya makanan tapi kau tak pernah mengelusnya atau berbicara padanya tapi pada yang lain kau selalu berbicara dengan mereka." ucap Stuart


"Apa kau sudah gila menyuruhku untuk berbicara dengan landak lalu mengelusnya apa kau pikir jari tangan ku ini terbuat dari besi sehingga bisa menghalangi duri yang ada di punggungnya." ucap Bima dengan nada kesal


"Beraninya kau berteriak padaku dan mengatakan Aku gila terus apa yang aku lakukan selama ini buktinya lesi tidak pernah menancapkan duri di tanganku ya kau sering membawakannya makanan tapi itu dua tahun yang lalu." ucap Stuart membela diri


"Jelas saja dia tak akan menyerang mu karena kau dianggap adalah induknya karena sejak dari dia lahir sudah kau yang berada bersamanya." ucap sarkas Bima

__ADS_1


"Bukannya kau yang selalu merawatnya saat bayi tapi semenjak ada peliharaan lain kau mulai melupakannya." ucap Stuart membuat Bima Terdiam


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2