Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
98


__ADS_3

Wanita tersebut duduk di tepi ranjang lalu mengambil sebuah buku membacakan buku untuk Kikan dengan suara yang sangat lembut


Sementara itu di perusahaan tampak Stuart sedang sibuk bekerja sehingga hanya melihat sekilas CCTV yang berada di ponselnya


Tanpa terasa sudah berjam-jam bekerja ketika tersadar dia langsung menatap jam dipergelangan tangannya ternyata Jam sudah menunjukkan waktunya untuk pulang


Stuart merapikan mejanya dan bangkit tapi saat akan berjalan ke arah pintu tiba-tiba Bima masuk tanpa permisi hanya menatap ke arah Bima tapi tetap melanjutkan perjalanannya menuju mobilnya yang diikuti oleh Bima


Stuart langsung masuk ke dalam mobil diikuti oleh Bima, Stuart langsung menatap Bima "kenapa kau mengikuti ku bukanya kau memiliki mobil." ucap Stuart


"Aku ingin pulang bersamamu aku ingin mengetahui di mana sekarang kau berada sudah berhari-hari aku mencarimu tapi tak menemukan di mana keberadaanmu." ucap Bima dengan mode memaksa

__ADS_1


Stuart menghembuskan nafasnya kasar bukannya "aku sudah mengatakan padamu aku akan berbicara padamu jika waktunya sudah tepat Jangan membuatku kesal sekarang keluar dari mobilku atau kau ingin dipaksa keluar." ucap Stuart datar


"kau ini menyebalkan sekalian padahal aku selalu memikirkanmu siang dan malam bahkan Kau seperti berputar-putar di kepalaku karena aku sangat mengkhawatirkanmu." ucap Bima


Stuart menatap horor pada Bima, "jangan bilang kau menyukaiku dan merasa kehilangan begitu kau tak melihatku." ucap Stuart


"Hai apa kau gila aku pria normal aku hanya merasa kesepian tanpamu ." ucap Bima


"Sudah kuduga Kau pasti memantau kami sekarang aku bisa yakin bahwa kau tinggal bersama Elizabeth dasar banci kaleng satu itu dia telah menipuku aku akan membuat perhitungan dengannya." ucap Bima


"Apa kau yakin bisa melawan Elizabeth bertemu dengannya saja kau memakai trik murahan dengan menculik sekretarisnya." ucap Stuart sambil senyuman sinis ke arah Bima

__ADS_1


Bima menggaruk kepalanya dan tidak gatal mendengar perkataan Stuart memang tak diragukan lagi Stuart memiliki mata-mata di mana saja


"Baiklah aku akan menunggu kau untuk mengatakan apa sebenarnya yang terjadi." ucap Bima lalu berjalan keluar dari mobil milik Stuart


Stuart langsung bergegas kembali ke apartemennya dia ingin melihat istrinya saat masuk tampak perawat sedang duduk di kursi di mana dia duduk saat membacakan buku untuk istrinya perawat tersebut langsung bangkit dan tersenyum penuh arti sambil menunduk hormat menatap Stuart tapi Stuart mengabaikan tatapan wanita tersebut dan langsung berjalan menuju ke tempat tidur dimana istrinya berada perawat tersebut mengepalkan tangannya saat telah melewati Stuart tanpa menatapnya tapi dia berusaha untuk terlihat tenang dengan berjalan keluar kamar


Stuart langsung mencium kening istrinya dan merapikan rambutnya tapi saat merapikan rambut istrinya Stuart melihat beberapa helai rambut Kikan yang rontok membuat Stuart menautkan alisnya kemudian duduk dengan tenang setelah mendengar pintu ditutup buat mengambil helai demi helai rambut istrinya lalu menatap dengan seksama wajah dan tubuh istrinya


setelah menatap istrinya cukup lama Stuart langsung bangkit untuk membersihkan tubuh istrinya setelah tubuh istrinya bersih Stuart langsung membersihkan tubuhnya setelah itu dia keluar dan berjalan menuju ruang kerjanya setelah berada di ruang kerjanya Stuart memanggil salah satu bodyguard yang berjaga di depan pintu


Tak berselang lama salah satu bodyguard yang berada di luar pintu masuk ke dalam ruang kerja Stuart lalu menunduk hormat "masukan perawat yang merawat istriku ke dalam kurungan tarik rambutnya hingga botak." ucap Stuart tanpa mengalihkan pandangan dari CCTV yang ada di hadapannya bodyguard tersebut langsung menunduk hormat dan keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2