Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
108


__ADS_3

Bima yang mengendarai mobilnya masuk ke dalam pekarangan rumah milik orang tua Stuart tampak harap-harap cemas pasalnya tidak biasanya ayah Stuart memanggil dirinya dengan nada seperti itu


Bima memarkirkan mobilnya dan sepertinya ragu untuk masuk ke dalam rumah tapi mau tidak mau dia harus masuk


Sementara itu ayah Stuart tampak duduk di kursi kebesarannya sambil melihat kearah jendela besar di ruang kerja pribadinya tersebut


"Apa kau yakin dengan informasi yang kau dapatkan." tanya ayah Stuart pada asisten pribadinya sekaligus tangan kanannya tersebut


"Aku yakin tuan." ucap tangan kanan ayah Stuart yang bernama Bowo


"Baiklah aku mengerti apa anak itu sudah datang." tanya ayah Stuart


"Sudah tuan tapi sepertinya sedari tadi dia belum keluar dari mobil miliknya ." ucap Bowo


"Ada apa dengannya apa dia sedang sakit." tanya ayah Stuart


"Tidak tuan tapi sepertinya dia takut karena tuan tiba-tiba memangil dirinya datang." ucap Bowo

__ADS_1


"Astaga apa aku semengerikan itu sampai untuk bertemu dengan q saja dia harus se takut itu." ucap ayah Stuart


'Memang tuan tak merasa tuan hanya berbicara singkat dan tegas siapapun yang mendengar perkatan tuan pasti akan ketakutan dan menebak yang tidak-tidak." ucap Bowo dalam hati


"Jangan katakan kau mengumpat aku di dalam hatimu." ucap ayah Stuart saat melihat Bowo terdiam sambil memandang lurus


"Tidak tuan saya sedang berpikir kenapa dia biasa takut untuk ke mari padahal tuan adalah orang yang sangat baik." ucap Bowo penuh kebohongan


"Kau benar aku adalah pria manis dan hangat serta sangat baik." ucap ayah Stuart dengan penuh antusias


Mendengar perkataan ayah Stuart tentang kepribadiannya membuat bowo yang selama dua puluh lima tahun ini menjadi asisten sekaligus tangan kanannya begidik ngeri siapa yang tak mengenal Leon Hughes seorang pengusaha berdarah dingin yang selalu melakukan apa yang dia inginkan wajah yang selalu datar dan tatapan mata tajam bahkan banyak musuhnya yang sangat takut padanya


Sementara itu Bima sudah keluar dari mobilnya dan menuju ruang kerja ayah Stuart


Bima mengetuk pintu ruang kerja setelah mengetuk Bima pun langsung masuk


"Selamat malam ayah, selamat malam Pama Bowo." ucap Bima sambil menunduk hormat pada kedua lelaki paruh baya yang ada di hadapannya

__ADS_1


"Ada apa dengan mu kenapa kau lama sekali di dalam mobil aku pikir kau sedang sakit." ucap ayah Stuart


Bima hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, " maaf ayah aku sedang mempersiapkan diri untuk bertemu dengan ayah ." ucap spontan Bima


"Ayah Stuart menautkan alisnya mendengar perkataan bima, memangnya kau melakukan kesalahan apa sampai kau harus mempersiapkan diri." tanya ayah Leon


Bima yang tadinya menunduk langsung mengakat wajahnya sambil melihat ke arah ayah Leon dengan tatapan yang sulit di artikan


"Jadi ayah memangil ku bukan Karena marah tapi karena ada sesuatu." tanya Bima dengan perasan sedikit lega


"Untuk apa aku menghukum dirimu atau kau mempunyai kesalahan yang ayah tidak ketahui akhirnya kau berpikir bahwa ayah akan menghukum dirimu karena mengetahui hal tersebut." ucap ayah Leon sambil menatap intens Bima


"Tidak ayah aku tak membuat Maslah apapun." ucap Bima


"Baiklah ayah Ingin kau membantu ayah untuk membuat Stuart makan malam dengan anak teman ayah yang bernama Lena dia sangat Ingin bertemu dengan Stuart." ucap ayah Leon


"Tapi bukannya ayah tau Stuart tidak bisa menatap wanita lebih dari lima menit atau dia akan segera muntah." ucap Bima mengingatkan keadaan Stuart .

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2