Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
502


__ADS_3

Di ruang penyiksaan tampak komandan Yang barusan datang melihat Jay dengan tatapan yang sulit diartikan Astaga Ternyata kau sudah tertangkap aku pikir kita akan bermain-main satu dua hari Ternyata kalian melakukan aksi kalian lebih cepat dari dugaanku ucap komandan seolah-olah mengejek Jay


Wajah terkejut ji sangat tampak saat melihat komandan masuk ke dalam ruangan tersebut "Ternyata kau juga termasuk dalam semua ini." ucap Jay


"Tentu saja aku adalah salah satu bawahan tuan stuart ." ucap komandan sambil terkekeh membuat Jay terlihat sangat marah


"lepaskan aku mari kita bertarung satu lawan satu aku memang sudah curiga sejak awal dengan apa yang kau lakukan." ucap Jay

__ADS_1


"Terus masalahnya di mana untuk apa aku bertarung denganmu satu lawan satu sedangkan saat ini posisinya kau sudah tertangkap Maaf kau bukan levelku." ucap komandan santai lalu keluar dari ruang penyiksaan membuat Jay berteriak seperti orang gila karena sudah dianggap remeh oleh seseorang


"Diam kau berhenti berteriak kau bukan level komandan kami." ucap para penjaga sambil memukul tubuh Jay dengan keras


Di tempat Bento tempat Bento seperti orang kita melihat kaca di sekelilingnya langsung menutup wajahnya, wajah siapa ini yang selalu muncul di kaca seperti monster aku yakin itu wajah seseorang yang selalu mengikutiku aku yakin ini bukan wajahku pergi sana jauh dariku jangan mendekatiku." ucap Bento seperti ini dia sudah mulai gila


Semua orang bertepuk tangan Mendengar hal tersebut tapi ada yang aneh dengan kakek Nadia sepertinya dia di antara mau bertepuk tangan dengan tidak sepertinya tubuhnya menolak sesuatu melihat hal tersebut Bima langsung mengkode ayah Jack

__ADS_1


"Baiklah mari kita beristirahat sepertinya Ayah sudah lelah." ucap Jack sambil bangkit dari tempat duduk dan membantu kakek Nadia untuk bangkit begitupun Bima sepertinya menantu dan mertua itu sedang bekerja sama dengan baik ibu Nadia tampak bingung saat Bima dan Jack langsung merangkul ayahnya dan hendak mengantar ke kamar yang dia sudah siapakan


"Apakah kau perlu bantuan." tanya mama Nadia tapi saat dia akan bangkit dari kursi Paman Jack langsung menoleh dan menggeleng "tidak sayang biar aku dan Bima yang mengurus ayah kau cukup beristirahat dengan baik sudah waktunya aku harus merawat Ayah sebagai menantunya." ucap mulut manis paman Jack


Mama Nadia dia langsung tersenyum sumringah melihat kelakuan suaminya dia merasa bahagia mendengar perkataan begitu masuk di dalam kamar Bima dan Paman Jack langsung meletakkan kakek Nadia di atas tempat tidur ayah sepertinya sudah waktunya dia di berikan suntikan hampir saja jika kita tidak rutin memberikannya obat selama tiga puluh hari ini maka itu akan berpengaruh pada ingatan nya apalagi kekek mertua sangat keras kepala." ucap Bima


"Astaga orang tua ini kepalanya ini isinya apa sih sampai seperti ini,selalu saja membuat aku berada dalam masalah mana obat itu biar aku yang menyuntikkan kepadanya Aku tak ingin rencanaku untuk menikah gagal karena dirinya lagi sudah cukup selama ini dia memisahkan aku dengan wanita yang aku cintai." ucap paman Jack, Bima langsung mengeluarkan sebuah kotak yang berisi jarum suntik.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2