Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
427


__ADS_3

Mendengar perkataan istrinya membuat paman Jack semakin kesal dan geram dengan Bima dia tak menyangka mama Nadia akan secepat itu menerima keberadaan Bima bahkan dia saja sedari tadi terus di abaikan kerena Nadia dan mamanya hanya fokus ke pada Bima


Sementara itu Bima menatap paman Jack dengan tatapan mengejek ternyata tak sesulit itu untuk berhadapan dengan ibu mertuanya


"Terimakasih mama sudah mau menerima ku menjadi menantu aku akan menganggap mama seperti mama kandung ku." ucap Bima dengan mulut manisnya membuat Jack memutar bola matanya malas


"Astaga Jack kau membawakan aku menantu yang sangat menggemaskan ." ucap mama. Nadia sambil mencubit pipi Bima gemas tak ada aura kejam di wajah Bima seperti pada biasanya


"Dasar mantu bermuka dua di luar kejam di dalam rumah kaya kucing yang lucu." ucap Jack dalam hati


"Oh iye Jack apakah ayah akan lama pergi bertapa." tanya mama Nadia, membuta Nadia langsung melihat ke arah sang ayah

__ADS_1


"Apa ayah benarkah kakek pergi bertapa, tumben memang apa yang terjadi." tanya Nadia


Kakekmu merasa bersalah padamu dan ibumu sehingga memutuskan untuk bertobat dan pergi bertapa di gunung untuk beberapa saat kalau kalian tak percaya tanya saja ke Bima dia yang mengetahui semua yang terjadi." ucap paman Jack mengalihkan semua pada menantu bermuka dua nya


Kedua wanita beda usia tersebut langsung melihat ke arah Bima membuat Bima hanya bisa tersenyum


"Benar apa yang di katakan ayah mama dan kau sayang tak usah khawatir pada kakek aku jamin kakek baik-baik saja dia akan pulang dengan kepribadian yang baru yang pasti akan lebih baik dari sebelumnya." ucap Bima


"Benarkah kalau kau yang berbicara begitu mama bisa tenang karena ayah pasti akan baik-baik saja." ucap mama Nadia membuta Jack semakin kesal pada Bima


"Selamat datang kembali tuan." ucap asisten Darmanto sambil memberi hormat

__ADS_1


Darmanto yang baru turun dari pesawat langsung di jemput oleh sang asisten, Darmanto berhenti sejenak lalu langsung mengedarkan pandangannya berharap Yuli datang untuk menjemputnya Darmanto langsung meneruskan langkahnya saat dia sadar itu tak mungkin sementara itu komandan yang mengerti arah pandangan Darmanto langsung berbisik "saya rasa nyonya Yuli akan menjemput tuan jika tau tuan kembali." ucap komandan, darmanto langsung mengangguk tanda setuju kini mereka sudah masuk ke dalam mobil


"Maaf tuan apakah kita ke apartemen atau langsung ke kediaman utama keluarga huges." tanya sang asisten


"Kita ke kediaman utama." ucap singkat Darmanto


"Oh iye bagaimana keadaan nyonya Yuli apa dia baik-baik saja." tanya komandan yang tau isi hati Darmanto ingin bertanya tentang keadaan Yuli karena selama ini Darmanto Memeng memerintahkan asistennya untuk mengawasi Yuli tapi dia jarang bertanya tentang yuli


"Nyonya Yuli baik-baik saja bahkan saat ini dia sedang berjalan-jalan bersama nyonya besar dan nyonya muda." ucap Asisten darmanto


"Berati ini akan menjadi kejutan untuknya atas kepulangan tuan." ucap komandan

__ADS_1


"Benar tuan aku ingat saat nyonya Yuli menerima kartu ucapan yang anda berikan dia sangat bahagia." ucap asisten darmanto keceplosan sontak saja hal tersebut membuat komandan gela-lapan sedangkan asisten Darmanto langsung menutup mulutnya, Darmanto langsung mentap tajam ke arah komandan "kau mencoba menggoda istriku." tuduh Darmanto tanpa pikir panjang.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2