
Yuli menyuruh darmanto mendekatkan kupinya ke bibir Yuli setelah berbisik raut wajah Darmanto nampak masam, "sayang apa tidak ngidam yang lain, jalan-jalan ke luar negri, liburan ke tempat romantis bersamaku." ucap Darmanto, Yuli menggeleng dengan mata berkaca-kaca
Karena tak ingin melihat istrinya sedih terpaksa Darmanto mengaguk setuju Yuli langsung mengelus kepala dan pipi Luis bahkan mencubitnya begitupun Nadia yang langsung ikut-ikutan membuat Luis cemberut apalagi pipinya putih bersih menjadi merah
Sementara itu Kikan dan stuart yang baru saja kembali melihat kerumanan di meja miliknya langsung penasaran, "ada apa ya sayang kenapa Darmanto,bima dan komandan dan itu seorang pria di samping dokter intan, mengapa mereka ada di meja kami." tanya Kikan saat sedang berjalan menuju meja tersebut
"Entalah sayang mungkin saja pria yang baru itu adalah kenalan dokter intan dan Darmanto,Bima dan komandan saling memperkenalkan diri." ucap stuart, sementara dokter intan dan yang lain tak menyadari kedatangan kikan dan Luis,apalagi Luis membelakangi Stuart dan Kikan, saat Kikan dan stuart berjalan menuju meja tanpa sengaja Luis berbalik dan tampak tersenyum membuat Kikan berbinar melihat pemuda tampan tersebut ," astaga kau tampan dan imut maukah kau menjadi calon, belum selesai Kikan berbicara, Stuart sudah membekap mulut Kikan dan memberi kode Bima dan Darmanto membawa Luis dari sana
Darmanto dan bima secepat kilat mengakat Luis pergi dari sana, membuta dokter intan dan yang lain tampak terkejut apalagi kejadiannya sangat cepat terjadi, melihat Darmanto dan Bima yang telah membawa Luis membuta stuart melepaskan bekapan mulut Kikan, "enak saja kau mau menjodohkan putri kita dengan pria itu bahkan putriku baru lahir Beberapa hari Yang lalu." ucap stuart
Kikan mentap stuart dengan tatapan aneh, kau sedang kumat ya mana mungkin aku menjodohkan anakku apalagi umurnya baru beberapa hari, aku ingin bertanya apa dia mau menjadi calon pengawal anak-anak kita agar aku bisa melihatnya setiap saat, terus apa yang kalian lakukan kenapa pergi membawanya." tanya Kikan
"Agar kau tak bisa melihatnya setiap saat ." ucap stuart dengan kesal Lalu pergi begitu saja meninggalkan Kikan , sementara itu Kikan langsung kembali ke meja di mana Yuli dan yang lain berada, kini hanya para wanita sedangkan semua pria sudah pergi begitu saja membawa Luis yang tak bersalah, dokter intan sedikit khawatir dengan keadaan adiknya
"Nyonya di mana mereka membawa adikku apa yang mereka lakukan." tanya dokter intan saat melihat Kikan
__ADS_1
"Kau tenang saja mereka tak akan menyakitinya apalagi sebentar lagi acara makan malam akan di mulai." ucap Kikan
Sementara itu di ruang kerja stuart tampak luis yang di apit oleh Bima dan darmanto sedangkan stuart di hadapan mereka dan komandan di samping
"Kau sengaja menggoda istriku dengan tersenyum seperti itu." tanya stuart
"Tidak tuan aku tadi tak sengaja menoleh karena pipiku sakit di cubit dua wanita yang ada di hadapan ku tadi." ucap
"Apa kau menyalahkan istriku." tanya darmanto dan Bima berbarengan
Luis benar-benar tak mengerti di mana letak kesalahan sampai dia yang jadi korban atas tindakan yang di lakukan para bumil itu, "awas saja jika kau coba merayu istriku aku buat kau masuk ke kandang piton peliharaan ku." ucap Stuart
Ketukan pintu membuat semua mengarahkan pandangannya ke arah pintu tampak pintu terbuka, sayang ayo makan malam di, hentikan kelakuan kekanak-kanakan kalian pada pemuda tak berdosa itu atau aku yang akan menghukum dirimu." ucap Kikan lalu meninggalkan ruang kerja stuart, " baiklah kau bebas tapi ingat jangan dekati istriku, sekarang pergilah." ucap stuart, membuat Luis langsung bangkit dan berlari keluar " astaga para pria itu kalau Memang takut istrinya di lihat orang kenapa tidak di kurung saja sekalian." ucap Luis sambil berjalan secepat mungkin menjauh dari ruangan tersebut
Sementara itu kini semuanya sudah berkumpul di taman dengan menu lengkap di meja masing-masing, tampak kakek Dewi dan Dewi melihat ke arah meja milik stuart di mana dokter intan dan komandan ada di sana
__ADS_1
" Kakek lihatlah mereka di sana apa tak akan ada yang curiga pada kita." tanya Dewi
"Kau Tenang saja sayang kakek sudah mengatur semuanya apa kau sudah menaburkan bubuk tadi ke baju wanita yang dekat dengan komandan." tanya kakek Dewi
"Sudah kakek saat tadi aku pura-pura menyapanya untuk meminta maaf dan dia tak curiga sama sekali." ucap Dewi
"Bagus sebentar lagi pertunjukan akan segera di mulai, ingat kau harus pura-pura akan ke kamar mandi juga saat pelayan menumpahkan sesuatu ke pakaian milik perempuan tersebut, kau harus mendesaknya agar berada di sekitar kamar mandi yang dekat dengan kebun belakang karena di sana kakek sudah menyiapkan kalajengking yang akan langsung menyerangnya begitu mencium aroma tubuhnya, sedangkan kakek akan bicara dengan komandan, ingat kau harus masuk ke dalam kamar nomor 9, aku sudah meminta ijin pada nenek stuart agar kau beristirahat di kamar itu, aku akan membawa komandan ke dalam kamar itu." ucap kakek Dewi
"Baik kakek aku mengerti, tapi bagaimana jika dia pergi ke kamarnya, ." tanya Dewi
"Kau pura-pura saja mengiba agar dia mau menemani mu walaupun sebentar." ucap Kakek Dewi
Makan malam dimulai semua orang tampak menikmati hidangan mewah tersebut, tapi saat pelayan menyiapkan hidangan penutup tiba-tiba seorang pelayan tanpa sengaja menjatuhkan sesuatu di baju dokter intan, sementara Dewi juga menumpahkan sesuatu di bajunya lalu bangkit dan langsung berjalan menuju dokter intan yang juga bangkit ingin membersihkan tubuhnya, "bisakah kau mengantarkan aku ke kamar mandi katanya ada kamar mandi di taman belakang." ucap Dewi," baiklah ucap dokter intan dia tak mungkin menolak permintaan sederhana Dewi, ke dua wanita tersebut berjalan beriringan
Sementara itu makan malam di lanjutkan setelah selesai nampak kakek Dewi Langsung bangkit dan mengajak komandan bicara berdua di sebuah kursi dekat taman sambil minum bersama.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya