
profesor Abdullah menatap bingung "Memang apa yang terjadi di taman samping." tanya profesor Abdullah karena sedari tadi dia hanya fokus di kamarnya membuat sesuatu
"paman tidak tau ada kakek tua brengsek mau merebut suami ku, ternyata pelakor tidak harus cantik atau tampan yang tua pun bisa jadi pelakor." ucap Yuli
profesor Abdullah sedikit terkejut dengan ucapan Yuli dia hanya bisa mengaguk setuju dengan cepat Yuli bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju taman samping untung saja kandungannya sangat kuat membuatnya dapat sembuh dengan cepat
sementara itu di dalam hutan tampak asisten stuart sedang bertarung melawan beberapa penyusup bahkan mereka sudah mempersiapkan kendaraan untuk pergi melewati pesisir pantai, "dasar kakek tua brengsek dia ternyata sudah memikirkan semuanya pantas saja dia tak mempertahankan markas miliknya ternyata dia punya tujuan lain, untung saja tuan stuart bergerak dengan cepat." ucap asisten stuart
__ADS_1
sementara kakek tua tersebut yang sudah mendapatkan kota tersebut dan Darmanto langsung tertawa terbahak-bahak dengan ini aku bisa melakukan apapun, barikan saja penawar itu pada yang lain biar dia yang memberikan pada adik angkat mu kita harus segera pergi dari sini bawahanku sudah menunggu di dalam hutan." ucap kakek tua tersebut sambil menyerahkan obat penawar pada tangan Darmanto tapi saat obat penawar akan sampai di tangan darmanto tiba-tiba suara seseorang membuta Darmanto yang tadinya pasrah langsung mengakat wajahnya, "sayang apa yang kau lakukan apa kau tega meninggalkan ku dan anak kita hanya demi pelakor tua, jelek dan tak tau diri itu, hai orang tua karatan tak tau malu perebut lelaki orang apa kau tak punya harga diri sebagai seorang pria, merebut suami orang ." ucap Yuli tanpa pikir panjang, sumpah demi apapun mendengar perkatan yuli Bima dan stuart langsung tertawa terbahak-bahak bagaimana bisa Yuli mengatakan bahwa kakek tua tersebut adalah pelakor, sementara Oma dan yang lain nampak menyembunyikan senyuman mereka sedangkan para pengawal hanya bisa menahan tawa
sementara kakek tua tampak terkejut dan juga sangat malu mendengar perkatan yuli, sementara itu darmanto terlihat sangat bahagia mengetahui Yuli baik-baik saja walaupun tanpa penawar
"dasar wanita sinting bisa-bisanya kau berbicara seperti itu, kenapa kau tak mati setelah terkena racun ku, siapa kau Berani mengatakan hal tidak masuk akal itu, sebaiknya kau tetap di tempatmu sebelum aku menghabisi nyawa mu karena Berani mengatakan hal-hal yang tak benar." ucap kakek tua
Darmanto apa yang kau lakukan cepat ikut aku kita harus pergi dari sini biarkan saja perempuan sinting itu dia tak akan bisa menerima keadaanmu, kau akan terluka lagi pula aku sudah memberikan racun penghilang hasrat jadi kau tak akan pernah bisa menyukai wanita apalagi tidur dengannya terkecuali kau meminum obat perangsang yang sangat kuat sehingga kau bisa membangunkan burung yang sudah aku bunuh dengan racun." ucap kakek tua tersebut saat melihat darmanto akan menjauh darinya
__ADS_1
Darmanto menatap tak suka padanya pantas saja walaupun dia sembuh secara medis tapi miliknya tak bisa bangun membuatnya berpikir untuk menjadi seorang wanita saja dulu, ternyata semua ulah kakek tua ini
"hei kakek tua pelakor sabun batangan apa telingamu juga ikut tuli dan matamu buta apa kau tak melihat aku sedang hamil, ini adalah anak darmanto aku adalah istrinya yang sah secara hukum dan Agam enak sekali berbicara seperti itu padaku, jelas-jelas di sini kau yang ingin mengambil suamiku ayah dari calon anakku." ucap Yuli sambil menonjolkan perutnya yang sedikit buncit
kakek tua tersebut tertegun tanpa dia sadari Darmanto sudah pergi dan Stuart Serta Bima sudah mendekat hendak menyerangnya, bagaimana bisa itu tak mungkin terjadi, darmanto memiliki istri dan anak itu lelucon yang sangat nyata tapi hanya dalam mimpi mu, kau tau sebaiknya hentikan halusinasi mu dan cari ayah anakmu yang Sudah menghamili dirimu, bagaimana darmanto." ucapan kakek tau terhenti saat Darmanto tak ada di sisinya lagi, kakek tua melihat Darmanto yang langsung menghampiri Yuli dan mencium seluruh wajah yuli membuta Kakek tua tersebut merasa di khianati, dari awal ternyata kalian sudah mempermainkan diriku jelas-jelas wanita tadi adalah istri darmanto dan kalian mengatakan itu adalah adik angkatnya, aku akan membunuh kalian semua ucap kakek tua bergegas menyerang Yuli tapi Stuart dan Bima sudah menahan serangan tersebut dengan cepat, tapi kakek tua tersebut langsung mengeluarkan serbuk sari pakainya membuta Bima dan stuart langsung mundur beberapa langkah
"Darmanto cepat bawa Yuli ke dalam Maslah kakek tua ini Biar kami yang menghadapi." ucap stuart.
__ADS_1
jangan lupa like komen vote dan hadiahnya