Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
213


__ADS_3

"Aku baru selesai membersihkan tubuhku sekarang bangunlah lalu bersikap tubuhmu Aku ingin sarapan bersamamu dan ayah." ucap Kikan


"Baiklah sayang aku akan membersihkan tubuhku lalu kita akan sarapan bersama ayah ucap ucap stuart lalu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


Sementara itu profesor Abdullah dan asisten Edi serta Bima sudah datang sejak pagi mereka sudah menunggu di meja makan


Stuart dan Kikan sudah berjalan keluar menuju meja makan kikan berbinar saat melihat profesor Abdullah sudah duduk manis di meja makan mereka yang tadinya saling merangkul dengan stuart langsung melepaskan rangkulannya dan berjalan cepat ke arah ayahnya membuat stuart sangat khawatir karena takutnya kikan terjatuh


"Sayang tidak usah terburu-buru aku takut kau nanti tergelincir." ucap Stuart sambil berusaha untuk meraih tangan kikan yang sudah berjalan lebih dulu darinya menuju ke meja makan

__ADS_1


Untung saja langkah kaki stuart lebih lebar dari Kikan membuat Stuart dapat meraih tangan kikan membuat kikan berangsur-angsur memperlambat langkah kakinya


Profesor Abdullah yang tadi menghadap ke meja makan langsung mengalihkan pandangannya begitu mendengar teriakan kikan tapi dia juga sempat khawatir saat Kikan berjalan cepat ke arahnya Untung saja sang menantu cepat meraih tangan kikan pasalnya tampak perut kikan yang sangat besar membuatnya kesulitan dalam melangkah takutnya Kikan jatuh karena kesalahannya sendiri


"Sayang pelan-pelan saat berjalan aku khawatir padamu." ucap profesor Abdullah saat melihat kikan sudah mendekat ke arahnya bahkan sudah duduk di sampingnya


"Maaf Ayah aku terlalu bahagia melihat ayah kembali sehingga aku tak memikirkan hal apapun apakah Ayah tahu aku merasa sedang bermimpi saat mengetahui bahwa aku mempunyai keluarga aku pikir semua hanyalah ilusi." ucap Kikan


Kini semua orang sudah duduk di meja makan untuk menikmati hidangan sarapan yang telah disediakan oleh para pelayan

__ADS_1


Sementara itu di kediaman utama keluarga huges tampak Oma,ibu dan ayah stuart berada di meja makan untuk sarapan "Ibu apakah ibu sudah mengetahui bahwa Lilis dan Doni sudah kembali ke kota ini tanya." ayah stuart


Oma menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah putranya "ya kemarin Fera menghubungiku dan mengatakan bahwa Lilis dan Doni tinggal di kediamannya dan mereka ingin bertemu denganku untuk makan siang sepertinya ada sesuatu yang mereka ingin bicarakan denganku." ucap Oma


"Benarkah aku rasa mereka pasti ingat mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan keluarga kita andai saja kejadian yang menimpa stuart tidak pernah terjadi pasti sekarang Stuart sudah menikah dan memiliki anak atau istrinya sedang hamil." ucap Ayah Stuart


"Kita tidak bisa memaksakan atau menghapus semua yang terjadi aku harap stuart bisa sedikit berubah paling tidak dia bisa menikahi salah seorang wanita yang dia rasa cukup pantas untuk bersamanya masalah keturunan aku serahkan pada yang di atas." ucap oma


"Sudah beberapa bulan ini aku tak pernah bertemu dengan anak itu setiap aku mengutus seseorang untuk menyelidiki keberadaannya dan apa yang dia kerjakan semua Askes nampak ditutupi olehnya Aku tidak tahu apa sedang dikerjakan oleh anak ini dia seperti ayah yang selalu bisa menutup semua apa yang dia lakukan." ucap ayah stuart.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2