Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
557


__ADS_3

Sementara itu di kediaman kakek stuart tepatnya di taman belakang yang akan di jadikan tempat untuk makan malam bersama tampak oma dan ibu stuart serta para pelayan sedang mempersiapkan dekorasi dan sajian untuk sebentar malam


"Sebaiknya kau pergi untuk bersiap aku juga akan membersihkan tubuhku dan bersiap biar nanti pelayannya mengurus sisanya." ucap Oma


"Baiklah Ibu aku akan pergi dulu aku juga akan mempersiapkan baju untuk Leo." ucap Ibu setuat lalu melangkah pergi menuju kamarnya


Tanpa terasa malam sudah datang suasana di kediaman kakek tuar tampak ramai para tamu sudah berdatangan disambut langsung oleh Oma dan ayah Leo


Kini semua orang sudah berada di taman belakang tampak Kikan, Yuli dan Nadia duduk di sebuah meja bersama dokter intan


"Aku baru dengar dari stuart kemarin bahwa ada pelakor tua yang mengincar suamimu." ucap Kikan


Nadia dan dokter intan langsung menoleh ke arah Yuli setelah mendengar perkataan Kikan


Benarkah memang ada pelakor tua yang menyukai suamimu percaya diri sekali dia, jadi apa yang terjadi apakah kau menarik rambutnya mengapa kau tak mengatakannya aku akan membantu mu menyingkirkannya, tapi kenapa aku tak mengetahuinya ya, Bima tak pernah mengatakannya." ucap Nadia


Yuli menghembuskan nafasnya kasar dia sebenarnya tak ingin mengungkit masalah itu tapi karena sudah terlanjur keluar dari mulut ikan jadi dia harus menjelaskannya aku juga tidak tahu pelakor itu dari mana tiba-tiba dia muncul dan menginginkan suamiku dan parahnya dia menghina suamiku dan mengatakan bahwa suamiku tak mampu untuk bercinta dengan seorang wanita dan karena kesal aku pun memarahinya dan menunjukkan bukti bahwa suamiku bisa membuatku hamil Dia seorang pria tua yang sangat menjijikan Mana mungkin aku mau kalah dari pelakor seperti itu sudah pria tua lagi di mana harga diriku." ucap Yuli


"Kau benar tapi mendingan pelakornya perempuan daripada lelaki karena jika lelaki Aku tidak tahu bagaimana cara bersaing dengannya tapi kalau perempuan setidaknya aku tahu caranya untuk bersaing untung saja suamimu tak tertarik pada pria tua itu jika tidak habislah kau." ucap Nadia


"Untunglah suamiku sudah insaf tak seperti dulu jika tidak bisa-bisa aku menjadi janda sebelum melahirkan." ucap Yuli

__ADS_1


"Oh iya dokter intan Bagaimana hubunganmu dengan komandan aku lihat kalian hanya saling tersenyum menyapa tak ada reaksi apapun apa kalian mempunyai masalah atau ada orang ketiga." tanya Nadia


"Dokter intan nampak tersenyum malu-malu mendengar pertanyaan Nadia Aku hanya malu bertegur sapa dengannya." ucap Nadia jujur


Sementara itu di pekarangan rumah kakek tua tampak mobil milik kakek komandan baru saja tiba Kini sudah terparkir sempurna tanpa kakek komandan keluar dengan senyuman di bibirnya mengingat Dia akan bertemu dengan cucu kesayangan dan juga cucu menantunya kakek komandan langsung masuk ke dalam disambut oleh Oma dan ayah Leo setelah bertegur sapa kakek komandan langsung menuju taman saat matanya tampak sengaja melihat keberadaan dokter intan di salah satu meja, chicken yang posisinya menatap menatap ke arah pintu taman langsung memberi kode kepada dokter intan membuat dokter intan langsung menoleh saat melihat calon kakek mertuanya dan juga pemilik rumah sakit Di mana dia kerja dokter intan spontan bangkit dan berjalan menuju kakek komandan "Selamat malam tuan apakah tuan baik-baik saja." tanya Dokter intan basa-basi kakek komandan langsung tertawa terbahak-bahak kau inu calon cucu menantu ku kenapa masih memanggilku tuan, sebaiknya kau juga memanggil ku kakek, aku baik-baik saja bagaimana keadaan mu di mana calon suami laknat mu itu bisa-bisanya dia tak datang menyapaku." ucap kakek komandan


"Baik kakek, komandan mungkin sedang ada di meja sebelah sana bersama tuan stuart dan yang lain." ucap dokter intan sambil menunjuk di sebuah meja di mana tampak Stuart, Bima, Darmanto dan komandan sedang duduk bersama membahas sesuatu tak ada yang menyadari keberadaan kakek komandan


"Baiklah nak kembalilah ke mejamu kakek akan bertemu teman lama dulu ." ucap kakek komandan lalu pergi begitu saja, dokter intan kembali ke meja di mana tadi dia duduk, "bagaimana apa yang di katakan kakek komandan." tanya para emak-emak yang sudah menunggu


"Tidak ada yang penting dia mengatakan senang melihat ku." ucap dokter intan


"Itu bagus karena keluarga satu-satunya komandan menerimamu, oh iya aku lupa bertanya tentang keluarga mu apa keluarga mu tau bahwa kau sudah bertunangan." tanya Kikan


"Mulai saja dari mengatakannya pada kami tentang keluargamu." ucap Yuli dengan lugunya, Kikan dan Nadia mengangguk setuju


"Baiklah Sebenarnya aku memiliki keluarga yang cukup terkenal kakekku seorang ahli kungfu dan memiliki perguruan yang sangat terkenal sedangkan ayahku seorang pembisnis sementara ibuku adalah seorang model dan pemilik agensi model yang cukup terkenal aku adalah anak satu-satunya, mereka tak setuju aku menjadi dokter tapi karena menjadi dokter merupakan cita-cita ku aku pun kabur dari rumah." ucap dokter intan


"Wah latarbelakang yang sangat bagus, itu akan menjadi sesuatu tantang untuk komandan aku yakin dia akan terkejut mengetahui siapa dirimu, tapi kau harus jujur padanya apalagi sebentar lagi kalian akan menikah." ucap Kikan


"Aku bingung harus mengatakan apa padanya dan aku bingung bagaimana caranya aku kembali untuk bertemu dengan kedua orang tuaku serta kakekku Aku sudah lama meninggalkan rumah dengan memasukkan identitasku Sebenarnya namaku bukan Dokter intan tapi namaku adalah Alena Pramesti, nama intan adalah nama seseorang yang tiba-tiba menghilang dan aku menggunakannya." ucap dokter intan

__ADS_1


Ketiga wanita yang berada di meja tersebut langsung menatap tak percaya kepada dokter intan "jadi selama ini semua identitasmu palsu tapi tidak mungkin orang yang masuk dan bekerja di rumah sakit milik keluarga tua memakai identitas palsu dan bisa diterima mereka memiliki skin tertentu yang dapat mengetahui jika identitas itu asli apa palsu." ucap Kikan


"Entahlah aku juga tidak tahu apa yang terjadi saat aku memasukkan lamaran ke rumah sakit tersebut aku langsung diterima." ucap dokter intan


"Apa jangan-jangan kakekmu dan juga kakekkuman dan saling mengenal satu sama lain hanya saja kau telah mengetahui hal tersebut." tanya kikan mulai curiga


Dokter intan langsung menatap tak percaya ke arah Kikan, "benarkah tapi bagaimana mungkin aku pasti tau jika mereka Saling kenal ." ucap dokter intan


"Malam ini kan adalah makan malam pertemuan semua teman keluarga huges jika benar kakekmu adalah salah satu teman keluarga huges itu berarti dari awal latar belakangmu sudah diketahui oleh kakek komandan dan mereka sengaja menerimamu di rumah sakit agar bisa mengawasimu." ucap Kikan, membuta Yuli dan Nadia mengangguk setuju.


Sementara itu di meja para pria tampak mereka sedang berdiskusi komandan "Apakah mengetahui latar belakang dari dokter intan." tanya stuart


"Aku pikir Kakek ku sudah mengetahui latar belakangnya sebelum menyetujui aku untuk melamar dokter intan jadi aku pikir aku tak perlu mencari tahu tentang latar belakang dokter intan, kau juga pasti tau bagaimana kakekku sangat protektif terhadap apapun yang ada di sekitar ku." ucap bijak komandan, Stuart mengganggu setuju dengan perkataan komandan karena kakek komandan adalah seseorang yang tak ingin hal buruk terjadi pada cucunya


"Sebenarnya aku sedikit penasaran dengan latar belakang dokter intan." ucap Darmanto


"Benarkah aku juga sebenarnya sedikit penasaran tentang latar belakang keluarganya tapi aku pikir dia pasti wanita yang hebat dan baik sehingga bisa terpilih menjadi calon istri komandan kakek tidak mungkin asal-asalan dalam memilih calon cucu menantunya." ucap Bima, saat mereka saling berbicara tiba-tiba seorang pelayan datang dan memberikan sesuatu kepada komandan tampak sebuah kertas yang bertuliskan "temui aku di hutan belakang sekarang." isi pesan tersebut membuat komandan menatap kebingungan


"Ada apa Kenapa wajahmu seperti itu memangnya isi kertasnya apa." tanya darmanto


"Ini ada seseorang yang menyuruhku untuk ke hutan belakang tapi aku tak mengetahui siapa pengirimnya hanya ini sial P saja." ucap komandan sambil memperlihatkan kertas di tangannya .

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2