
"Jangan mendoakan diriku yang jelek-jelek nanti doamu bisa kembali padamu ucap Stuart memperingati Bima
Berbicara denganmu pasti akan tetap memperoleh Erik yang sudah ku anggap seperti adik sendiri baiklah aku akan pergi untuk menenangkan diriku ucap Bima lalu keluar dari ruangan tuan sementara itu kembali melakukan pekerjaannya
Tak terasa waktu menunjukkan pukul lima sore Bima bergegas untuk menjemput profesor Hori yang akan tinggal di kediaman Stuart untuk sementara waktu
Stuart yang sudah berada di kediaman yang langsung menuju kamarnya di dalam tampak Kikan sudah berdiri menunggunya seperti biasa Kikan akan melayani semua kebutuhan Stuart setelah makan malam Stuart melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya
Stuart sedang berada di ruang kerjanya sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menyadarkan badannya sambil berpikir "apa yang harus aku lakukan agar bisa membuat berada berada di bawah kendali ku." ucap Stuart
Setelah berpikir beberapa menit sebuah ide terlintas di otak Stuart, Stuart tersenyum jahat mengingat ide yang akan di lakukanya
__ADS_1
Sementara itu profesor Hori dan Bima sudah berada di kediaman Stuart tampak mereka masuk ke dalam ruang kerja Stuart
Stuart menghayalkan ide yang akan dilakukan sambil senyum-senyum lamunannya terhenti saat ketukan pintu terdengar tak berselang kemudian Bima masuk bersama profesor Hori
"Selamat malam Tuan muda Stuart maaf mengganggu dirimu sepertinya kau sedang bahagia." ucap profesor Hori saat masuk melihat tuhan yang senyum-senyum tidak jelas
"Profesor Hori selamat malam oh aku hanya sedang memikirkan sebuah drama." ucap Stuart
Kini Stuart, profesor Hori dan Bima sudah duduk di kursi sofa mereka duduk berhadapan
"Anda sangat berlebihan profesor Hori siapa yang tidak mengenal Anda Anda adalah seorang profesor yang sangat jenius memiliki kekayaan diatas rata-rata." ucap Stuart
__ADS_1
Lalu mereka tertawa bersama saat mereka tertawa tiba-tiba seorang mengetuk pintu lalu membukanya tampak seorang pelayan sedang membawa minuman dan beberapa cemilan
Pelayan tersebut pun langsung menyajikan cemilan yang dibawanya profesor Hori bingung melihat cemilan yang dimakan oleh Stuart berbeda dengan cemilan yang dimakan oleh dirinya dan Bima serta minumannya
"Sepertinya cemilan yang ada di hadapan Tuan Stuart sangat enak bolehkah aku mencicipinya ucap penasaran." ucap Professor Hori
Stuart tersenyum mau tidak mau dia harus memberikannya pada tamu yang datang ke rumahnya "silahkan cicipi profesor ini adalah kue buatan pelayan pribadiku." ucap Stuart
Profesor Hori langsung mengambil kue tersebut berbarengan dengan Bima yang menggunakan kesempatan tersebut untuk mencicipi kue buatan Kikan yang tampak sangat lezat
Kini kue yang di hadapan Stuart tinggal satu setelah dimakan oleh Bima dan profesor Hori tanpa jeda "wah kue ini sangat lezat dan nikmat sungguh ini kue terlezat yang pernah aku makan." ucap profesor Hori, Bima pun mengangguk dengan mulut yang masih penuh kue sementara Stuart menahan kesalnya karena kue yang ada di depannya hanya tinggal satu buah karena Stuart tak menyangka kedua orang yang ada di hadapannya memakan semua kue tersebut tanpa rasa berdosa terus memakan kue miliknya dan mengabaikan kue yang ada di hadapan mereka
__ADS_1
Melihat kue tinggal satu dihadapan Stuart dengan tanpa rasa berdosa profesor Hori mengambil kue tersebut Lalu memakannya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya