
"Tuan sebaiknya kita mundur dulu kalau kita terus maju bisa-bisa kita semua akan terluka apalagi sepertinya yang ada di dalam tidak main-main dengan apa yang dia katakan." ucap bawahan Jay
Mendengar perkataan bawahannya jay sebenarnya tidak rela tapi mau tidak mau dia harus mundur melihat apa yang terjadi di depannya pria yang ada di dalam sana memang tak main-main dalam melakukan aksinya
Kini jay dan para bawahannya sudah berada di dalam mobil jay sekali lagi melihat ke arah rumah yang berada di belakang toko bunga tersebut
kini mobil sudah mulai berjalan meninggalkan toko bunga tersebut sementara itu komandan yang berada di dalam rumah tersebut langsung menghembuskan nafasnya kasar "Kenapa juga para b******* itu harus datang kemari buat aku harus mondar-mandir seperti ini jangan katakan mereka berniat ingin melakukan adegan kekerasan karena tak berhasil membuatku menjual toko bunga." ucap komandan
Seorang pengawal yang baru saja Masuk dari pintu belakang rumah tersebut langsung berjalan mendekati komandan "maaf tuan sepertinya mereka memang berniat seperti itu karena tadi beberapa orang mengelilingi tempat ini mereka sepertinya berniat untuk melakukan tindakan kekerasan pada anda Karen tak berhasil membuat anda menjual toko bunga." ucap pengawal tersebut
"Baiklah aku mengerti tetap awasi mereka dan aku ingin mereka menerima akibatnya jika mereka memang berniat untuk melakukan tindakan seperti itu." ucap komandan
__ADS_1
Komandan langsung keluar begitu saja dari rumah tersebut dia akan Kembali menuju markasnya karena dia yakin pasti Jay dan bawahan yang akan datang kembali untuk melakukan sesuatu kepadanya
Sementara itu sebuah tempat parkir tampak Jay yang baru saja turun dari mobil miliknya tapi sebelum dia berjalan ke arah lift dia berbalik melihat para bawahannya "kumpulkan yang lain kita akan menyerang rumah tersebut secara diam-diam Aku ingin kalian menangkap pria tersebut." ucap jay
Bento yang berada di ruang kerjanya tanpa memeriksa beberapa email yang masuk saat dia sedang membaca email tiba-tiba ketukan pintu mengalihkan tampak Jay masuk dengan wajah agak sedikit berbeda dari biasanya
"ada apa denganmu Kenapa wajahmu begitu bagaimana apa kau sudah bertemu dengan pemilik toko bunga itu." tanya Bento
"kenapa tadi kau tak langsung Menyerang orang itu saja atau kau bisa menculik dan membunuhnya di tempat lain." ucap Bento
"Maaf tuan tadi pria itu memegang senjata Laras panjang dan menembak kami jika sampai kami berani masuk ke dalam." ucap Jay
__ADS_1
"Baiklah lakukan apa yang menurutmu benar." ucap Bento, setelah mengatakan semuanya Jay langsung keluar dari ruanga
Sementara itu komandan yang berada di markas lalu memanggil beberapa bawahannya, bawa semua barang-barang yang kalian butuhkan untuk membuat jebakan." ucap komandan membuat para bawahannya langsung mengambil apa yang di butuhkan
Sementara itu di kediaman keluarga huges tepatnya di dalam kamar tua dan Kikan tanpa kedua pasangan suami istri itu sedang duduk di sebuah kursi dengan tangan stuart memegang mangkuk es krim
"Sayang es krim ini enak sekali kenapa kau mengatakan es krim ini khusus untukku beda dengan es krim yang biasanya." tanya kikan
"karena es krim ini aku sendiri yang membuatnya sayang aku Yang membuat komposisinya yang bagus untuk wanita hamil." ucap Stuart , membuat Kikan tersenyum bahagia
"Sayang aku ingin kau dan ibu serta Oma pergi ke suatu tempat di mana aku di dilahirkan." ucap stuart
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya