
Stuart menoleh kepada Bima alis yang mengkerut saat melihat Bima mengunakan masker gambar wajahnya sendiri apa Bima sudah gila Stuart hanya bisa menggeleng tak bisa berkata apapun atas kelakuan asisten pribadinya tersebut
Dalam ruangan tersebut tampak beberapa pria penyuka terong duduk dengan anggun menunggu dengan antusias siapa orang yang menyuruhnya berkumpul
Stuart dan Bima masuk ke dalam beberapa orang suruhan Bima yang sudah langsung mengenali Bima langsung mempersilahkan Stuart dan Bima masuk lalu menyuruh para penyuka terong untuk duduk diam di posisi mereka masing-masing
Para penyuka Tarong berbinar melihat wajah tampan Bima dengan kulit yang putih dan bersih membuat mereka tak berkedip
Stuart melihat satu persatu pria yang ada dihadapan tapi tak ada reaksi apapun kemudian Stuart menyuruh salah seorang pengawalnya untuk menyuruh salah seorang penyuka terong untuk mendekat padanya tapi hasilnya sama saja tak ada reaksi seperti yang terjadi antara dirinya dengan Kikan yang sekarang bernama Kiki
__ADS_1
Hal tersebut tentu saja membuat Stuart bingung apakah ada kelainan dalam dirinya atau ada sesuatu yang tak dimengertinya kenapa pada Kikan saat mata mereka saling bertemu jantungnya berdetak kencang dan saat bersentuhan dengan Kikan seperti ada sengatan listrik padahal Kikan tak setampan Bima atau penyuka terong yang ada di hadapannya saat ini melihat Bima dan pria yang tadi mendekat tak ada reaksi apapun Hanya perasaan datar yang muncul
Setelah melakukan uji coba kepada beberapa penyuka terong dapat disimpulkan bahwa tes tersebut gagal karena tak ada reaksi apapun dari tubuh Stuart
Stuart mendesah frustasi lalu berbalik kembali ke mobilnya dengan memberikan isyarat agar para penyuka terong tersebut kembali ke asal mereka masing-masing
Sedangkan Bima langsung mengejar Stuart yang sudah keluar dari ruangan tersebut dia takut melihat para penyuka terong itu menatapnya dengan lapar apalagi ada beberapa orang yang dengan sengaja memainkan mata padanya
"Apa denganmu Kenapa kau berlari seperti itu seperti orang yang sedang dikejar hantu saja." ucap Stuart yang sudah melepas topengnya
__ADS_1
"Mereka lebih seram dari hantu aku tak akan ikut denganmu lagi jika kau hanya ingin bertemu para penyuka terong itu aku khawatir aku akan terkontaminasi oleh mereka." ucap Bima ambil bergidik ngeri membayangkan apa yang tadi dilakukan para penyuka tolong tersebut memberikan ciuman jarak jauh bahkan mereka hendak mengejar Bima saat Bima berlari keluar menyusul Stuart
"Kau ini ada-ada saja memangnya Apa yang dilakukan pada padamu kau saja yang terlalu sensitif." ucap Stuart
Aku curiga jangan-jangan kau juga penyuka sama terong sehingga kau tak merasa risih berdekatan dengan mereka." tebak Bima dengan wajah ketakutan berada di dekat Stuart
Mendengar ucapan Bima yang tanpa filter Stuart langsung memukul kepala Bima dengan keras "Apa kau sedang kehilangan kerasan mu bisa-bisanya kau menuduhku menyukai sesama terong kalau memang aku adalah orang seperti itu pasti kau yang akan duluan aku perkosa." ucap santai Stuart
"Aduh kepalaku sakit ada apa denganmu kalau memang tidak benar kau kan bisa mengatakannya tapi Kau memukulku seperti lagi pula kau sendiri yang membuat aku berpikir macam-macam kepadamu tadi pagi tiba-tiba asisten mu tidak ada ada dan kau sedikit berbeda tak lama kau menyuruh aku untuk mengumpulkan para sesama penyuka terong jadi jangan salahkan aku kalau menyimpulkan sesuatu tentang yang terjadi." ucap Bima.
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya