
"Bukan begitu Kakak aku hanya takutnya ini semua hanya mimpi saja Kakak kan tahu aku sekarang tak punya siapa-siapa selain suamiku jika nanti dia membuangku maka aku tak punya siapa-siapa lagi aku takutnya dia memberikan hadiah ini sebagai hadiah perpisahan kami." ucap Yuli yang terlalu berpikir jauh
Kikan menghembuskan nafasnya kasar dia mengerti apa maksud dari kata-kata yuling tapi dia tak ingin memberikan reaksi negatif pada Yuli dan harus memberikan aura positif dan kata-kata penyemangat
"Yuli kau seharusnya lebih berpikir positif dengan apa yang terjadi dia memberikan semua ini sebagai bentuk perhatiannya kepadamu lagi pula dia juga menitipkan pesan melalui kartu yang sudah dia isi dengan beberapa ucapan yang mungkin bisa membuatmu sedikit tenang sekarang sebaiknya kau ambil kartu itu dan bacalah setelah kau membaca kartu itu kau bisa berpikir apakah ini hanya sebuah mimpi atau memang bentuk perhatian dari darman kepadamu." ucap Kikan
"Benar Nona saya setuju dengan ucapan nyonya, tuan Darmanto benar-benar sudah berusaha untuk berubah itulah mengapa dia menitipkan pesan agar Nona bisa menunggu kepulangan tuan Darmanto dan mendoakan agar dia sembuh dan cepat kembali." ucap asisten darmanto
__ADS_1
Yuli hanya mampu terdiam mendengar semua ucapan baik dari kikan maupun asisten Darmanto dia tak percaya bahwa pria yang beberapa hari yang lalu berusaha untuk membunuhnya kini berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka dengan cara yang tidak terduga
"Benarkah yang kau katakan apakah dia mengatakan itu sendiri padamu." tanya Yuli yang tak percaya bahwa Darmanto menyampaikan pesan tersebut kepada asistennya
"Bener Nona Tuan sendiri yang mengatakannya padaku sebelum dia meninggalkan kota ini untuk pergi ke luar negeri berobat di sana." ucap asisten Darmanto
Setelah kepergian Yuli asisten Darmanto melihat pada dua orang yang berada di belakangnya yang membawa beberapa hadiah sementara itu sudah terlebih dahulu masuk ke kamar mereka setelah melihat Yuli sudah mulai berani berbicara dengan asisten Darmanto sedangkan Bima dia sudah kembali ke kamarnya untuk mengecek keberadaan istrinya yang sudah menunggunya dari tadi
__ADS_1
"Jadi Tuan kita akan mengganti semua hadiah ini atau bagaimana." tanya salah seorang pengawal yang membawa beberapa hadiah di tangannya
Mendengar pertanyaan dari pengawal yang ada di belakangnya membuat asisten Darmanto bingung pasalnya dia bertanya-tanya apa Yuli menerima semua hadiah ini atau hanya ingin mengambil hadiah yang dia bawa tadi tapi setelah dia pikir-pikir lebih baik dia mengirim pesan kepada komandan agar dia tak salah mengambil keputusan
Asisten Darmanto langsung mengeluarkan ponselnya untuk mengabari Apa yang terjadi melalui pesan singkat kepada komandan setelah beberapa menit tampak pesan balasan dari komandan membuat asisten Darmanto mantap pesan tersebut sambil tersenyum puas pasalnya, pasti akan repot Jika dia harus mengganti seluruh hadiah yang sudah dia beli lalu kembali lagi kediaman keluarga huges untuk bertemu dengan nona Yuli apalagi penjagaan di keluarga huges bukan kaleng-kaleng.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1