
Bagaimana jika kita menukar jantungnya yang telah kita ambil dengan jantung binatang yang baru saja meninggal dan organ lainnya ini adalah penelitian yang sangat bagus apalagi ini sangat membantu dalam pengetahuan ilmu kedokteran mengenai tubuh manusia." ucap dokter tersebut memberi ide
Komandan menatap dengan sangat terkejut ke arah dokter tersebut dia pikir dokter tersebut akan ketakutan atau kasihan pada dokter Eni namun sebaliknya ternyata dia ingin menjadikan dokter Eni bahan penelitian Memang semua yang bekerja di bawah kekuasaan Stuart kadang otaknya suka melenceng
"Terserah kau lah kau uruslah semuanya di sini Aku harus pergi saat ini karena Tuan stuart dan yang lain akan segera meninggalkan tempat ini." ucap komandan lalu pergi begitu saja meninggalkan dokter tersebut yang tersenyum penuh arti ke arah dokter Eni membuat dokter Eni ni semakin ketakutan saja, setelah kepergian komandan dokter tersebut langsung mendekat ke arah dokter Eni "wah tubuhmu ini sangat indah dan sangat halus Kau memang cocok untuk kujadikan penelitianku akhirnya aku mendapatkan tubuh yang bagus." ucap dokter tersebut sambil mengelus wajah Dokter Eni
Stuart setelah keluar dari tempat dokter Eni disekap langsung berjalan menuju ke kamar anak-anaknya dia harus memeriksa keadaan putra-putrinya sebelum dia pergi
Sementara itu perawat yang disuruh oleh dokter intan, tampak sudah berada di depan kamar milik nadia bersama ibu Nadia sedangkan Bima dan Paman Jack tampak menunggu di sofa di depan kamar, sementara itu Nadia yang berada di dalam kamar setelah mendengar ketukan pintu lalu bangkit dan membuka pintu melihat sang mama dan seorang perawat Nadia menatap dengan tetapan bingung "Ada apa mama ayo masuk ." pangil Nadia
Mama Nadia dan perawat tersebut masuk ke dalam kamar setelah mama Nadia dan perawat tersebut masuk Nadia Lalu menutup kamarnya kembali
__ADS_1
"Sayang Mama ingin kau mencoba menggunakan alat ini di dalam kamar mandi nanti perawat ini yang akan mengajari mu cara menggunakannya setelah kau paham kau bisa melakukanya sendiri di kamar mandi mama dan perawat akan menunggu di sini bisakah kau menolong Mama untuk melakukan itu." tanya mama Nadia
Nadia tampak bingung mendengar perkataan mamanya tapi dia hanya mengangguk saja lalu bangkit menuju kamar mandi setelah perawat mengajarkan cara menggunakan tespek tersebut setelah beberapa menit di dalam kamar mandi nah dia keluar dengan tespek di tangannya lalu menyerahkan tespek tersebut ke perawat tampak mata perawat tersebut berbinar ketika melihat dua garis merah begitupun mama Nadia sementara Nadia melihat wajah mamanya yang terlihat sangat bahagia "Mama kenapa sepertinya Mama sangat bahagia setelah melihat tespek itu ini sebenarnya apa aku bingung." tanya Nadia dengan cuek yang tidak tahu apa itu tespek
Mama Nadia mencium seluruh wajah Nadia, mama mencintaimu." ucap mama Nadia sambil mencium wajah Nadia sekali lagi "sekarang istirahatlah dokter akan segera kemari untuk memeriksamu." ucap mama Nadia sambil keluar dari kamar bersama dengan perawat tersebut, ke arah mamanya yang sudah keluar dari kamar dengan menutup pintu Nadia hanya memandang sekilas lalu kembali berbaring karena dia merasa tubuhnya sedikit lelah
Sementara itu di luar tampak Bima dan Paman Jack sudah menunggu Mama Nadia langsung di sambut oleh Bima yang sudah penasaran sedangkan perawat tersebut langsung pergi untuk menemui dokter intan "bagaimana mah Apakah Nadia benar-benar hamil." tanya Bima
Mama Nadia menatap paman Jack dengan tatapan garang membuat Paman Jack sedikit menunduk "apa-apaan sih Ayah ini bisa-bisanya mengatakan hal seperti itu Bima ini sudah seperti anak mama." ucap mama Nadia
"Maaf sayang Aku begitu mencintaimu jadi aku selalu cemburu dengan pria manapun yang selalu dekat denganmu walaupun dia menantu kita sendiri." ucap paman jack
__ADS_1
Bima menatap jengah kepada sang ayah mertua yang romantis banget saat mereka sedang berbicara dokter intan tiba-tiba sudah berada di depan pintu kamar milik Nadia membuat ketiga orang tersebut langsung tersenyum " selamat tuan dan nyonya, aku akan memeriksa keadaan nona Nadia tapi untuk USG kita bisa melakukannya besok setelah besok nyonya Kikan di pindahkan ke kamarnya." ucap dokter intan, mama Nadia langsung membuka pintu kamar Nadia saat membuka pintu Mereka melihat Nadia yang sedang terlelap membuat dokter intan menoleh ke arah semua orang "Bagaimana jika besok saja aku memeriksa keadaan dia sekalian melakukan USG badannya sepertinya dia sedang istirahat." ucap dokter intan
"Padahal baru 5 menit yang lalu aku masuk ke kamarnya dan dia baik-baik saja cepat sekali dia terlelap." ucap mama Nadia, hanya tersenyum lalu berlalu pergi dari tempat tersebut meninggalkan ketiga orang yang masih berada di depan pintu kamar Nadia
"Bolehkah aku masuk ke dalam dan mencium istriku aku sudah kangen padanya Sudah beberapa minggu ini dia tak mau aku peluk mumpung dia masih tidur dia pasti tak akan menyadarinya apalagi sebentar lagi aku akan pergi ke perusahaan mungkin besok baru kembali." ucap Bima dengan wajah memelas, mama Nadia langsung mengaguk,lalu menarik paman Jack yang sepertinya akan protes, menutup pintu dan menguncinya takutnya paman Jack akan mengaggunya, langsung naik ke atas ranjang lalu memeluk istrinya sambil mengelus perutnya "sayang aku sangat mencintaimu Aku harap setelah aku kembali kau tak lagi membenciku entah kenapa anak ini tak mau mendekatiku apa karena kakeknya telah membisikkan sesuatu padanya dengarlah ayah nak kau jangan terhasut oleh kakekmu dia selalu iri karena Ayah sangat dicintai oleh ibu dan nenekmu." ucap Bima berbicara pada perut Nadia seolah-olah anaknya mendengarkan apa yang dia katakan, dan mencium istrinya Bima pun bangkit selalu berpakaian dengan rapi setelah itu langsung bergegas keluar dan masuk ke dalam mobil, tampak di Mama mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang setelah itu mobil yang di kemudikan oleh Bima langsung menuju ke apartemen milik stuart di dalam apartemen sudah kosong Sejak semalam hanya para bawahan stuart beberapa orang yang menjaga tempat tersebut, beberapa menit kemudian mobil Bima sudah masuk ke dalam apartemen melalui jalan rahasia setelah Bima turun dari mobil dan memasuki lift lalu masuk ke ruang rahasia di mana di ruangan tersebut terdapat CCTV yang dapat melihat setiap sudut apartemen, Bima langsung menyuruh para bawahannya mengeluarkan beberapa orang untuk dijadikan umpan agar bawahan kakek tua tersebut terpancing
Sementara itu para bawahan kakek tua sudah berada di depan apartemen milik tuan dan beberapa orang preman yang sudah mereka sewa sudah berkumpul di sana tampak orang-orang tersebut sudah memperhatikan apartemen tersebut terdiri dari tadi sedangkan
Sementara itu di sebuah markas tampak Darmanto dan komandan sedang memasang beberapa perangkat bersama bawahnya
Di sebuah markas tepatnya di sebuah ruangan di mana kakek tua tersebut Sedang duduk di kursi kebesaranya sambil berpikir tapi pandangannya melihat celah di sebuah kayu yang berada tepat di atas kepalanya dengan cepat dia mengambil barang tersebut "Bukankah ini alat penyadap." ucap kakek tersebut terlihat sangat terkejut.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya