
Stuart tertawa melihat istrinya yang sedikit kelelahan dan sudah melupakan hal mengenai ayah mertuanya, "sayang ini sudah sore aku harus mandi." ucap Kikan sambil menyingkirkan tubuh suaminya
"Baiklah sayang aku akan keluar sebentar apakah ada sesuatu yang kau inginkan di saat aku pulang." tanya Stuart yang sudah bangkit dari tubuh istrinya dan berdiri di samping ranjang
Kikan terdiam sejenak lalu mengetuk jarinya pada dagunya berpikir apa yang dia inginkan "baiklah sayang Aku ingin memakan es krim rasa vanila, coklat dan strawberry kecap kikan sambil bangkit hendak menuju kamar mandi
__ADS_1
Setelah mengecup pipi istrinya Stuart lalu keluar sementara itu Kikan melanjutkan langkah kakinya menuju ke kamar mandi sementara itu nampak di luar kamar asisten Stuart sudah menunggu sepertinya dia sedikit gelisah menunggu tuannya, pintu kamar terbuka membuat asisten stuart sedikit lega
"Ayo kita langsung ke markas untuk menunggu kedatangan Bento." ucap Stuart lalu berjalan keluar di ikuti oleh sang sekretaris
Sementara itu di toko bunga tampak Bento dan Jay yang saling mengangguk Mereka pun berniat keluar dengan profesor Abdullah sebagai sanderanya, Bento bergegas ke pintu dengan membawa profesor Abdullah bersamanya dengan pisau yang menempel tepat di leher profesor Abdullah sementara j mengarahkan senjatanya untuk melindungi Bento tapi tepat saat berada di luar saat Bento sudah berada di depan pintu keluar dari pintu tiba-tiba segelepat bayangan memukul tangan Bento membuat senjata yang berada di tangan Bento terlepas dan terbuat lalu tembakan langsung mengarah kepada Jay membuat senjata yang di pegang Jay terjatuh, beberapa orang langsung menodongkan senjata ke Bento dan Jay, sedangkan bawahan mereka sedari tadi senjatanya sudah di lucuti
__ADS_1
"sementara profesor Abdullah yang tadi tempat terjatuh tapi untungnya saja tidak terluka profesor Abdullah tampak sedikit syok dengan kejadian yang cepat itu dia saja sampai bingung siapa memukul tangan Bento beberapa orang langsung menolong profesor Abdullah "Apa Anda baik-baik saja Tuan mari silakan ke mobil sudah menunggu Anda." ucap pria tersebut mengarahkan profesor Abdullah untuk masuk ke dalam mobil, profesor Abdullah yang masih linglung langsung mengikuti arahan pria tersebut profesor Abdullah masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang diikuti oleh pria tersebut masuk di samping profesor Abdullah pengemudi langsung melajukan kendaraannya meninggalkan toko bunga tersebut sementara itu Bento dan Jay juga masuk ke dalam mobil, sementara itu wanita yang berada di dalam toko bunga tanpa ketakutan bersembunyi di belakang meja kasir seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam toko bunga "keluarlah nyonya Kami tidak akan menyakitimu sebaiknya nyonya ikut dengan kami jika ingin bertemu dengan putrimu." ucap pria tersebut
Wanita paruh baya tersebut yang tadinya ketakutan dan bersembunyi perlahan-lahan keluar dari belakang meja kasir "benarkah jika aku ikut bersama kalian aku akan bertemu dengan putriku." ucap wanita tersebut
"Ayo kita pergi dari sini kita akan langsung bertemu dengan Putri nyonya dia berada di rumah sakit dalam perawatan," ucap pria tersebut wanita paruh baya tersebut akhirnya mengangkut setuju lalu mengikuti langkah pria tersebut keluar dari toko bunga menuju ke sebuah mobil
__ADS_1
Setelah pria itu keluar dan melihat ke sekelilingnya "bersihkan tempat ini buat seperti semula." ucap pria tersebut Lalu meninggalkan toko bunga bersama wanita paruh baya itu.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya