
Rumi terkejut mendengar semua perkataan Mama Lilis sontak saja terlintas di benaknya ucapan paman Alan sebelum dia pergi meninggalkannya langsung bangkit dari tempat duduknya dan berlari untuk mencari Doni
Doni yang baru keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya terkejut melihat Rumi yang berlari sambil menangis mendekatinya
"Apa benar yang dikatakan mama bahwa kita sudah tak mempunyai harta lagi dan aku harus menjadi pelayan di rumah ini bukannya kemarin aku memberikan sejumlah uang untuk investasi pada sahabatmu bisakah kau mengatakan pada sahabatmu agar mengembalikan uang tersebut dan kita bisa menggunakannya untuk membeli apartemen dan menyewa seorang pelayan di rumah ini." ucap Rumi dengan air matanya
Doni langsung berjalan melewati Rumi dan langsung memakai kaosnya serta celananya "uang itu tak mungkin lagi bisa kita ambil mengapa kita harus membeli apartemen dan menyewa seorang pelayan, rumah ini cukup besar dan luas dan cukup bagus tinggal kau membersihkannya saja lagi pula jika kita menyewa pelayan terus kau akan melakukan apa." ucap Doni santai
Mendengar perkataan Doni membuat hati Rumi sesak Bagaimana tidak bisa-bisanya Doni tanpa perasaan mengatakan hal seperti itu sedangkan dia tahu bahwa selama ini Rumi tak pernah bekerja apapun dia dilayani seperti seorang ratu di rumah paman alam
__ADS_1
"Kau tak usah berpura-pura merasa teraniaya di sini ini adalah rumah suamimu yang sah bukan rumah selingkuhanmu yang biasa kau di layani sebagai ratu di sana sekarang terima nasibmu menjadi istriku Jika kau berani menentang perintah mama dan diriku aku akan menyiksamu dan jangan pernah keluar dari rumah ini tanpa seizin aku akan membuatmu tinggal di ruang bawah tanah di rumah ini tanpa makan dan minum." ancam Doni
Perkataan Doni membuat Rumi sangat terkejut dia tak menyangka bahwa kedua orang tersebut sangat mengerikan mereka akan menjadikannya pelayan di rumah tersebut
"Dan mulai malam ini kau akan tidur di kamar belakang jangan pernah berpikir untuk tidur bersamaku Kau sangat menjijikan dan bersihkan kamar ini.” ucap Doni lalu pergi begitu saja dari kamar tersebut
Doni yang sudah keluar dari kamar bertemu dengan Mama di ruang keluarga "mau ke mana nak." tanya Mama Lilis
"Seperti biasa mah aku akan pergi untuk melihat keadaan dan situasi siapa tahu saja aku menemukan seseorang yang cocok." ucap dengan senyumannya yang penuh dengan keserakahan
__ADS_1
"Baiklah hati-hati ingat kunci semua saat kau sudah keluar Kau tak inginkan pelayan kita kabur meninggalkan kita." ucap Mama Lilis
"Mama jangan khawatir Jika dia berani melangkahkan kaki keluar dari pintu maka aku akan memukulnya hingga dia tak sadarkan diri lalu mengurungnya." ucap Doni santai sedangkan mama Lilis hanya mengaguk setuju
Rumi yang melihat dan mendengar interaksi ke dua orang tersebut mengepalkan ke dua tangannya dia tak menyangka mereka akan sejahat itu
Sementara di sebuah rumah sederhana tampak paman Alan sedang duduk di kamarnya entah apa yang dia pikirkan tapi sepertinya dia sedang mengingat semua memori di hidupnya penyesalan yang tak bisa dia hindari membuatnya hanya bisa mengenang semua yang terjadi di hidupnya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1