
Tampak stuart Langsung kembali ke kediamannya Setelah dari ruangan dokter Edi begitupun Darmanto dan Bima sedangkan komandan langsung ke kamar perawatan dokter intan
Waktu berlalu dengan cepat kini usia anak Stuart sudah menginjak 5 tahun tampak anak perempuan stuart tak berprilaku seperti anak perempuan, walaupun anak itu sangat cerdas tapi dia lebih sering menyembunyikan dirinya dari orang dan hanya orang yang dia senangi yang boleh ada di sekitarnya apalagi stuart sangat memanjakannya membuat tak ada yang berani menghukumnya Selain ibunya kikan, sementara ke dua putranya tumbuh dengan normal dan menjadi anak yang cerdas
Sofia di mana kau sudah berapa kali ibu bilang jika kau akan pergi bersama paman kau harus ijin." terik Kikan di taman belakang membut Sofia tiba-tiba muncul " ibu adek lagi main sama paman, ibu teriak kaya Tarzan." ucap Sofia sambil memanyunkan mulutnya
"Asataga nak kau masih berumur lima tahun tapi kau bukanya bermain boneka di dalam rumah tapi bermain di hutan terus, apa kau tak takut kalau ada binatang buas." ucap Kikan
Sofia tak lagi menjawab karena Kikan langsung mengendong dan membawanya masuk, "astaga kenapa kau bisa sekotor ini kau hnya pergi satu jam kau akan ibu hukum jangan coba memohon atau menyuruh ayah dan saudara mu membantumu ." omel Kikan saat melihat rambut dan pakaian putrinya kotor
__ADS_1
Tampak gadis imut itu cemberut mendengar Omelan ibunya tapi apalah daya bila emak sudah mengomel hanya tuhan yang tau cara untuk mengehentikan Omelan tersebut
kini Kikan sudah memandikan Sofia dan memakaikan anak perempuan berwarna pink sebagai salah satu hukuman Sofia, kau tak boleh keluar dari kamar dan kau akan belajar bermain boneka seperti anak perempuan lainya ibu akan memastikan kau tak keluar kamar dan pengasuh mu tidak kau kerjain lagi." ucap Kikan membuta raut wajah Sofia semakin kecut demi dewa Sofia sangat tak menyukai permainan boneka yang menurutnya terlalu norak
Kini Kikan sudah berada di kamarnya memantau ketiga buah hatinya melalui CCTV dari setiap kamar putra-putrinya
"Bisa nona memang nona mau main apa ." tanya sang pengasuh
"Apa bonekanya bisa berkelahi lalu jatuh di tabrak mobil lalu di rawat di rumah sakit." tanya Sofia, " Tentu saja oh nona mau bermain perawat-perawat ." ucap pengasuh yang tak mengerti
__ADS_1
"Tidak aku ingin membuat boneka ini di pukul Hinga terjatuh lalu mati di tabrak mobil dan koma di rumah sakit." ucap Sofia membuat pengasuh tersebut menelan silvanya dengan kasar Untung saja dia terbiasa menghadapi Sofia sehingga dia tidak sampai shyok mendengar perkataan anak umur lima tahun tersebut
"Tapi nona kan kasian bonekanya gimana kalau bonekanya kita main jadi model saja kita bisa ganti pakainya dengan kesukaan nona ." ucap sang pengasuh, Sofia tampak berpikir sejenak
"Baikalah bisa ambilkan baju mumi aku ingin melilit boneka ini dan di masukan dalam peti mati, setidaknya dia tak merasakan sakit." ucap Sofia dengan suara khas anak kecil
Sanga pengasuh hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar perkatan Sofia, tapi mau tidak mau dia tetap mengambil sebuah kain putih , tampak Sofia yang sudah mendapatkan kain putih tersebut dan melilitnya ke tubuh boneka, Kikan bingung melihat apa yang di lakukan putrinya pada boneka yang ada di tangannya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1