
Sementara itu di kamar stuart dan Kikan Di mana para bayi itu berada tampak suasana menjadi heboh di saat Oma dan ibu tua memperhatikan wajah cucunya satu persatu wajah anak laki-laki adalah campuran tapi anak perempuannya benar-benar fotokopi Stuart bahkan tak ada sepotong pun wajah Kikan membuat mereka heboh sendiri
"Astaga lihatlah wajah anak perempuan ini dia benar-benar stuart dari ujung kepala hingga ujung kaki." teriak Oma kegirangan saat melihat wajah cicit perempuannya Persis seperti stuart
Sementara itu Ayah Leo dan ibu stuart tampak mengalihkan pandangannya pada cucu perempuan yang digendong oleh Oma "masak sih ibu coba aku lihat." ucap Ayah Leo sambil mendekati arah Oma yang sedang menggendong bayi perempuan tersebut, Ayah Leo langsung terbelalak begitu melihat wajah cucu perempuannya sedangkan Paman Jack dan ibu Nadia nampak merasa penasaran akhirnya mereka berdua bergegas mendekati arah Oma
Astaga..... astaga.... astaga Apa yang dilakukan Stuart sehingga membuat anak perempuan yang memiliki wajah seperti dirinya sedangkan kedua anak laki-lakinya adalah campuran antara kikan dan dirinya, aku harap anak Nadi 100% mirip dengan wajah Nadia." Ucap paman Jack
"Kenapa kau mengatakan hal tersebut padahal aku berharap ananglah dia 100% mirip muka Bima." ucap ibu Nadia
Kini semua orang tampak terpanah melihat wajah bayi perempuan milik stuart
"Semoga hanya wajahnya saya yang mirip tidak dengan sifatnya kalau sampai sifat anak ini mirip dengan stuart entah pria seperti apa yang akan menikahinya nanti." ucap keceplosan paman Jack
Semua orang menatap paman Jack dengan pandangan yang sulit diartikan "Apa maksudmu dengan mengatakan hal itu dia masih kecil dan tidak mungkin tak ada pria yang mau dengannya pasti banyak pria yang akan mengejar putri dari keluarga huges dia saja yang tak ingin dengan pria." ucap Tuan Leo mulai protektif pada cucunya
__ADS_1
Paman Jack menelan sifatnya dengan kasar dia tahu pria yang menyukai wanita kecil yang digendongkan Tuan Leo pasti akan mengalami hari-hari yang buruk jika sampai menyakiti putri stuart tersebut
Sementara itu di dalam ruangan kerja stuart tampak asisten Edi sedang duduk saling berhadapan dengan Stuart "Ada apa apakah sesuatu terjadi pada kikan." tanya stuart
"Tidak ada kikan baik-baik saja aku hanya aku berharap kau bisa mengerti kenapa Ayah sampai marah dan sedih kau tak mengatakan tentang keadaan kikan apalagi kau tau bagaimana traumanya ayah saat kikan di lahirkan Karena ibunya hampir meninggal saat itu, aku sudah bicara dengan ayah dia akan menemuimu besok atau lusa dia ingin mengatakan sesuatu dan ini adalah kunci dari alat yang aku pasangkan pada tubuh karena kan siapapun tak bisa melakukan apapun pada tubuh kikan selama tabung transparan yang melindungi Kikan tidak terbuka jadi jika kau ingin melihatnya kau bisa mengunakan kode tersebut untuk membukanya, dan besok aku juga akan memasangkan hal yang sama untuk ke tiga bayimu dan hanya dirimu yang tau sandinya." ucap asisten Edi
Stuart menatap bingung kearah asisten Edi ada apa ini kenapa kau memasangkan pelindung ke tubuh kikan dan ke tiga anakku penjagaan di kediaman ini sangat ketat dan semua yang berada di sini sudah bersumpah setia mengunakan darah mereka yang artinya mereka siap mengorbankan nyawa mereka untuk melindungi keluarga huges
" ucap Stuart tak mengerti, karena dia tak merasa istri dan ke tiga anaknya harus menggunakan pelindung seperti itu
"Baiklah aku mengerti jika memang kecurigaan Ayah benar Aku pastikan orang tersebut tak akan pernah menginjakkan kaki lagi di bumi." ucap stuart
"Baiklah Aku harus mengerjakan sesuatu secepatnya aku pergi dulu Aku akan kembali besok pagi ucap asisten Edi lalu bangkit dan keluar dari ruangan meningalakan stuart yang sedang memikirkan sesuatu, saat sedang memikirkan berbagai kemungkinan yang ada sebuah ketukan dari pintu membuat stuart langsung mengalihkan pandangannya tampak sang asisten masuk ke dalam dan langsung berdiri tepat di hadapan stuart
"Maafkan aku Tuan harus mengganggu seperti ini tapi ada hal yang sangat penting yang ingin aku sampaikan sepertinya kakak tua itu sudah mengetahui identitas Darmanto saat menjadi wanita dan dia berniat untuk menyerang masuk ke dalam apartemen milik tuan besok aku takutnya dia menemukan hal lain selain identitas Darmanto." ucap asisten stuart
__ADS_1
Stuart Sedang berpikir keras tidak mungkin dia meninggalkan kediaman kakeknya dalam keadaan istrinya yang belum sadarkan diri apalagi kakek tua itu sangat licik dan dia akan mengorbankan siapa saja demi mencapai keinginannya
"Baiklah aku mengerti sekarang panggilkan Bima dan Darmanto untuk ke ruanganku Aku ingin mendeskripsikan sesuatu dengan mereka." ucap stuart, tampak asisten Tuan langsung memberi hormat dan keluar untuk memanggil Bima dan Darmanto tak berselang beberapa menit tampak dan mantu dan Bima masuk dengan asisten stuart di belakang mereka
Baiklah karena kalian sudah berkumpul di sini aku ingin Bima besok pagi pergi untuk mengosongkan apartemen milikku ungsikan semua orang dari sana setelah itu arahkan para bawahan kakek tua ke markas palsu kita, kau Darmanto Kau pergilah ke markas palsu buat berbagai macam jebakan bersama komandan aku akan menyusul Setelah aku melihat keadaan istriku." ucap stuart
"Baiklah aku mengerti." ucap serentak Bima dan Darmanto karena mereka sadar saat ini stuart sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, walaupun mereka juga menghawatirkan istrinya
"Tapi Stuart bolehkah sebelum aku pergi setelah aku mengetahui keadaan istriku apakah dia benar-benar sedang mengandung seperti kecurigaan Oma, karena aku sangat penasaran sudah beberapa hari ini istriku sangat membenciku tanpa alasan, setidaknya aku mempunyai sebuah motivasi saat Nadia sedang tak memberikan aku motivasi melalui tubuhnya." ucap Bima, membuta suasana yang tadinya sempat tegang menjadi santai kembali
Astaga Bima bisakah kau mengutarakan keinginan mu di saat hanya ada aku dan dirimu apa kau tak punya malu bicara terus terang seperti itu apalagi Maslah motivasi, lakukan yang menurut mu bisa membuatmu lebih bersemangat." ucap stuart sambil geleng kepala lalu bangkit untuk keluar dari ruang kerjanya, di susul darmanto dan yang lainya
Di ruangan operasi tampak kikan tersadar membuat profesor Abdullah tersenyum senang ternyata tubuh kikan lebih kuat dari istrinya dulu dan obat yang membuat tubuh kikan kebal akan setiap racun membuatnya lebih cepat pulih dari orang biasa.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1