Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
527


__ADS_3

Tampak dokter intan yang sudah datang langsung berjalan menuju ke tempat Yuli, Nadia dan Kikan berada begitu sampai dokter intan langsung memberi salam ketiga wanita yang sedang duduk itu langsung tersenyum dan persilakan dokter intan duduk "Ayo duduk kita kumpul bersama kau jangan merasa suka di sini anggap saja kami ini adalah keluargamu sendiri." ucap Kikan


Sementara itu di meja berbeda di taman tampak omah Ayah tua ibu setuat paman Jack dan mama Nadia sedang duduk bersama "aku sangat lega cucu ku mendapatkan pasangan yang baik." ucap Oma


" Aku sangat lega karena stuart mampu membuat kikan hamil dan akhirnya aku segera akan menjadi nenek dan bukan hanya satu tapi tiga." ucap ibu tua tanpa beban


"Kau benar sayang aku hampir saja ingin membuat stuart diperiksa oleh dokter spesialis begitu melihat pertumbuhannya yang agak tidak normal karena dia tidak suka berdekatan dengan seorang wanita walaupun itu karena trauma masa lalu tapi dia benar-benar membuatku berpikir bahwa dia sama sekali tapi menyukai wanita dalam bentuk apapun apalagi saat dia dewasa dia hanya dikelilingi oleh para pria bahkan di rumahnya tak ada wanita satupun bahkan mungkin cecak betina tak ada di rumahnya, kau tau aku bahkan berkeinginan untuk menjebaknya tidur dengan seorang wanita agar aku bisa memiliki cucu, tapi aku sangat bahagia saat Kikan ada sepertinya semua bebanku sebagai orang tua terlepas dari pundak ku, bahkan dia membuktikan bahwa dia pria sejati dengan berhasil membuat kikan hami kembar tiga." ucap ayah Leo sambil tersenyum lega


"Dan kalian berdua aku yakin kalian pasti bahagia karena dia menikah dengan Bima apalagi mungkin sebentar lagi kalian akan segera memiliki cucu." ucap Oma sambil melihat ke arah pama Jack dan mama Nadia


Paman Jack menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah putrinya yang tampak lebih muda dari yang lain "Aku sebenarnya tak berharap dan dia bisa menikah muda dia terlalu muda untuk menikah tapi takdir berkata lain ikhlas tidak ikhlas aku harus menerimanya dan masalah jika memang dia hamil itu adalah rezeki." ucap paman Jack di antara ikhlas dan tidak


"Aku sangat bahagia waktu mengetahui bahwa Bima adalah menantuku dia seorang pria yang sangat sopan, baik dan cerdas Untung saja Nadia mendapatkan pria seperti itu aku sangat bahagia apalagi sebentar lagi dia akan memberikan aku cucu seperti janjinya dia sudah bekerja keras ucap." mama Nadia mengidolakan Bima


Paman Jack langsung melihat ke arah istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan "oh jadi kau lebih menyukai Bima daripada aku." ucap paman Jack yang terlihat sedikit cemburu kepada menantunya sendiri


"Jangan katakan kau cemburu pada menantumu kau ini ada-ada saja bisa-bisanya kau cemburu pada menantumu sendiri." sindir Oma yang melihat tatapan paman Jack

__ADS_1


"Aku bukannya cemburu oma tapi aku hanya khawatir dengan putriku dia masih sangat kecil apalagi Bima seperti orang mesum." ucap paman Jack


Semua orang mengarahkan pandangannya kepada paman Jack "siapa yang kau katakan mesum putraku tidak mesum tapi apa salahnya seorang suami mesum pada istrinya sendiri itu kan lebih baik daripada dia mesum dengan wanita lain." ucap ayah Leo membela putranya, mendengar perkataan Ayah Leo ketika wanita yang berada di meja tersebut langsung mengangguk setuju sedangkan Paman Jack hanya mencibir


Sementara itu di kursi Nadia tampak semua orang menatap ke arah Nadia karena mereka bingung Nadia mampu menghabiskan makanan yang sangat banyak "oh iya dokter intan Apakah kau dan komandan sudah lama saling kenal." tanya kikan karena berpikir bahwa komandan dan dokter intan adalah pasangan kekasih karena komandan yang mengantar dokter intan


"Tidak nyonya aku baru mengenal komandan saat di rumah sakit dan aku bersama komandan karena aku adalah dokter pribadi nyonya Yuli dia yang mengantarku kemarin atas suruhan Tuan Darmanto." ucap dokter intan


"Benarkah aku pikir dokter intan dan komandan adalah pasangan kekasih karena mereka sangat serasi tapi kau seperti yang cocok dengan komandan mengapa kau tidak menjalin hubungan saja dengan komandan." ucap Kikan sambil memakan cemilannya


"Bukannya aku menolak Tapi komandan adalah pria yang sangat aneh menurutku selain wajahnya yang kaku dan tanpa ekspresi dia juga sepertinya seorang pria yang mesum." ucap dokter intan, perkataan dokter intan membuat Kikan dan Yuli serta Nadia saling memandang karena mereka bertiga tahu bagaimana seorang komandan


"Apa maksudmu dengan mesum Apakah komandan pernah melakukan sesuatu kepadamu atau Dia pernah melecehkan mu." tanya Kikan serius


Dokter intan langsung terdiam dia sekarang sadar dia telah membongkar aibnya sendiri padahal sebenarnya dia tak ingin mengatakan hal tersebut Tapi kenapa mulutnya begitu lancar mengatakan hal itu "bukan begitu maksudku Nona aku hanya merasa Dia seorang pria yang mesum." ucap dokter intan berusaha mengalihkan perkataannya


Tampak ketiga wanita tersebut menatap dokter intan dengan pandangan yang sulit diartikan "kau jangan coba-coba menipu kami pasti ada sesuatu yang terjadi sehingga kau mengatakan hal tersebut karena komandan bukan seorang pria mesum atau seorang pria yang tak akan sopan pada seorang wanita Dia adalah sosok pria yang paling menjaga seorang wanita bahkan dia tidak berani melirik seorang wanita Bukankah itu aneh kau mengatakan dia mesum." ucap kikan mengintimidasi dokter intan

__ADS_1


Dokter intan menelan silvernya dengan kasar saat melihat pandangan ketiga orang ada di hadapannya ternyata ketika wanita itu lebih mengerikan dari suami mereka


"Ayo cepat katakan apa sebenarnya yang terjadi antara kau dan komandan sampai kau mengatakan komandan adalah pria mesum itu sungguh melukai perasaan kami sebagai orang yang dekat dengan komandan kami akan meminta pertanggungjawaban padanya jika kau memang merasa dilecehkan dan aku pastikan dia akan bertanggung jawab dengan menikahi mu." tambah Yuli


Dokter intan sangat terkejut mendengar perkataan bukannya apa dia tak pernah berpikir bahwa perkataannya tadi bisa membuatnya dalam keadaan seperti saat ini, maju kenak mundur kena, "maaf nyonya sepertinya aku melupakan ponselku aku akan mengambilnya dan kembali lagi kemari." ucap dokter intan mencari Alasan untuk pergi dari tempat tersebut


"Bukanya itu ponsel mu Yanga yang kau pegang sepertinya kau sedang banyak pikiran pasti ini karena komandan kau jangan khawatir aku pastikan dia akan bertanggung jawab aku akan mengadu pada suamiku serta mertua ku dia pasti tak akan lolos." ucap Kikan, intan seperti ingin meninggalkan diri karena bingung harus berkata apa kepada ketiga ibu hamil yang ada di hadapannya mereka sepertinya membuat segmen sendiri di atas ucapannya


Sementara itu para pria sedang tersenyum Sedang membahas sesuatu "cepat hubungi komandan dan katakan dia harus kemari dengan bawaannya dengan begini aku yakin dokter intan tak akan menolak dan komandan tak akan bisa menghindari." ucap stuart


"Benar dengan begitu rencana kita akan mulus untuknya karena dokter intan pasti tak akan berani untuk menolaknya apalagi di sini semua orang sudah datang dan sebentar lagi kakek komandan akan datang." ucap darmanto Sambil tertawa


"kalian ini sungguh bos tak ada akhlak kalian bahkan mau menjebak anak buah kalian sendiri yang sudah bekerja mempertaruhkan nyawanya demi kalian." ucap Bima sok punya hati


"Kau jangan sok-sok mengatakan kami tak punya hati sebenarnya kaulah yang tak berhati bukannya kau yang memberikan kami ide agar komandan tak berani menghindar begitupun dokter intan agar mereka secepatnya bisa dinikahkan tanpa harus kita menjebak mereka tidur bersama." ucap stuart.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2