Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
158


__ADS_3

"Stuart yang mendengar semua perkataan Bima langsung menatap Bima dengan tatapan yang sulit diartikan jadi ada orang yang ingin melukai istriku sehingga dia harus melarikan diri." ucap stuart


"Benar dan menurut informasi yang aku dapat para lelaki tersebut menyeret wanita yang sudah tak berdaya dan membawanya pergi sementara beberapa pria lainnya langsung mencari keberadaan anak perempuan tersebut tapi sepertinya mereka tidak menemukan anak perempuan tersebut entah apa yang terjadi sehingga mereka tak dapat menemukan anak perempuan tersebut." ucap Bima


"Apakah kau tau siapa nama ibu dan anak tersebut yang sedang di kejar ." tanya stuart


"Kita sudah mencari berbagai informasi mengenai wanita tersebut dan anak perempuan itu tapi tak ada informasi apapun mengenai wanita dan anak perempuan tersebut." ucap Bima


"Benarkah ini sungguh sesuatu yang membuat aku bingung apalagi dengan keadaan istriku yang ingatannya kembali saat usia lima tahun." ucap stuart sambil mentap ke arah pintu

__ADS_1


"Tapi sejak kejadian itu tak ada yang mengetahui keberadaan anak perempuan tersebut tapi menurut informasi ada beberapa orang pria yang tiba-tiba datang ke kota ini beberapa hari yang lalu mereka berasal dari luar negeri dan mereka adalah anggota mafia yang cukup terkenal dan apakah kau tau merek adalah pria yang sama yang mengejar ibu dan anak perempuan yang kemungkinan besar adalah Kikan." ucap Bima


Sontak saja mendengar perkataan Bima membuat Stuart langsung bereaksi dengan cara berbeda dia seakan-akan mendapat titik terang atas apa yang terjadi pada istrinya


"Aku ingin kau mencari informasi mengenai kelompok mafia tersebut dan aku ingin mengetahui segala informasi mengenai pemimpinnya." ucap stuart


Mendengar perintah stuart, Bima langsung menunduk hormat lalu keluar dari ruangan stuart


Sementara itu di sebuah apartemen tampak profesor Abdullah sedang duduk bersama asisten Edi "aku mendapatkan informasi bahwa beberapa hari yang lalu anak buah tuan Ramesh datang ke kota ini." ucap asisten Edi

__ADS_1


Profesor Abdullah langsung menutup matanya sesaat kemudian mengetuk-ngetuk tangan kursi yang sedang dia duduki nya "aku harus secepatnya bertemu dengan stuart Aku ingin memastikan keselamatan putriku dan cucuku." ucap profesor Abdullah


"Apa tidak sebaiknya kita merahasiakan dulu tentang identitas nyonya Aulia agar dia lebih aman." ucap asisten Edi


"Tidak ini saatnya aku harus memberikan obat yang telah aku siapkan untuk Aulia Aku ingin stuart tahu tentang apa yang terjadi sehingga dia bisa melindungi Aulia semaksimal mungkin." ucap profesor Abdullah


Asisten langsung mengangguk dia mengerti apa maksud tuannya "baiklah aku akan menghubungi asisten Bima untuk membuat janji agar anda dan tuan stuart bisa bertemu secara pribadi." ucap asisten edi


Sementara itu Bima yang baru kembali di ruangannya dan baru saja duduk di kursinya langsung menautkan kedua alisnya saat mendapatkan panggilan telepon dari asisten profesor Abdullah bukanya mereka sudah membuat janji untuk bertemu Minggu depan Bima langsung mengangkat mengangkat panggilan telepon tersebut setelah berbicara beberapa menit Bima langsung menutup panggilan telepon lalu bangkit dan berjalan menuju ke ruangan kerja Bima kembali karena ini adalah panggilan yang sangat penting.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2