
Kakek tua tersebut sudah memegang kamera pengawas tersebut "kurang ajar ternyata selama ini aku sudah diawasi berarti dari awal kemunculanku hingga saat ini aku telah diawasi oleh seseorang." ucap kakek tua tersebut sambil menghancurkan kamera yang ada di tangannya, aku yakin pasti banyak lagi kamera di sini "baroto." teriak kakek tua tersebut
Seorang pria yang sedang berada di luar nampak sangat terkejut mendengar teriakan kakek tua karena tidak biasanya dia berteriak sekencang itu, baroto bergegas masuk ke dalam untuk melihat apa yang terjadi sementara penjaga yang lain hanya melihat saja," maaf tuan ada apa." tanya baroto yang sudah berada di hadapan kakek tua tersebut
"Apa sebenarnya yang sudah kau lakukan Kau adalah orang yang aku percaya untuk mengamankan ruanganku dari kamar sampai ruang kerjaku Kau adalah orang kepercayaanku tapi kau lihat ini apa ini dan sepertinya ini ada di setiap sudut ruanganku Aku ingin kau mendapatkan semua kamera pengawas dan orang yang memasang kamera tersebut hari ini juga bagaimana bisa kau tak mengetahui bahwa ada seseorang yang memasang kamera pengawas di sekitar ku atau kau yang sudah menghianati ku selama ini sehingga aku tak merasa curiga sama sekali." tanya Kakek tua tersebut dengan marah
Baroto sedikit terkejut dengan apa yang dilihat dan dia dengar bukannya apa dia adalah orang yang memeriksa setiap sudut baik kamar maupun ruang kerja Kakek tua tersebut dan dia tak pernah menemukan hal yang mencurigakan apalagi kamera pengintai yang saat ini telah di rusak padahal dia rutin memeriksa pikir baroto ," maaf ketua aku tak pernah menghianati dirimu apalagi sampai memasang kamera untuk mengawasi dirimu aku adalah bawahanmu yang paling setia yang selama ini selalu bersamamu." ucap baroto
"lalu siapa yang melakukan hal ini tidak mungkin seseorang bawahan atau orang yang menyelinap dia pasti seseorang yang sangat dekat denganku atau denganmu sebagai salah satu orang kepercayaan ku yang bebas masuk ke kamar dan keruang kerjaku." ucap kakek tua tersebut
Baroto nampak berpikir hanya tiga orang yang bisa masuk ke dalam kamar dan ruang kerja ketua secara leluasa dan orang-orang tersebut adalah murid sekaligus yang berjasa dalam membangun kembali perguruan sungguh Baroto tak bisa menebak siap penghianat yang melakukan hal ini
sial sepertinya kamera pengintai sudah di temukan sepertinya aku harus segera melakukan rencana selanjutnya
__ADS_1
"Ada apa denganmu baroto kenapa kau diam saja pangilkan mereka semua aku ingin melihat siapa yang sudah menghianati ku seperti ini." ucap kakek tua tersebut
"Maaf ketua semua sedang berada di apartemen di mana di sana adalah apartemen milik stuart." ucap baroto
Stuart huges dia adalah cucu dari Suhendra huges jangan-jangan dia yang selama ini menargetkan diriku apa dia tau sesuatu tentang kejadian yang terjadi dua puluh tahun yang lalu sehingga membuatnya masuk ke perguruan ini tapi kemudian kabur saat sedang terjadi keributan dan kepergiannya jelas membawa dia kenapa aku tak perna berpikir bocah itu akan menjadi musuh ku, cepat suruh mereka mundur dari sana itu semua jebakan." ucap kakek tua tersebut
Baroto yang tak mengerti tampak tertegun mendengar perkatan Kakek tua tersebut, mulai memasuki apartemen milik stuart benar saja mereka langsung di sambut jebakan bertubi-tubi, setelah melewati berbagai rintangan akhirnya hanya sebagian yang tersisa membuat yang lain semakin was-was tapi saat mereka sudah sampai ke puncak apartemen mereka melihat beberapa mobil keluar dari basmet bawah tanah membuat orang-orang tersebut langsung turun hendak mengikuti mobil tersebut, setelah orang-orang itu pergi nampak Bima keluar dari ruang rahasia salah seorang pimpinan yang dipercaya oleh kakek tua tersebut nampak berdiri di pintu di mana Bima akan keluar dan langsung menatap ke arah Bima "sepertinya si tua itu sudah mengetahui keberadaan ku dan mungkin saja dia menyadari bahwa tuan stuart adalah dalang dari semua kejadian yang terjadi di perguruannya dulu." ucap pria tersebut
Sementara itu di kediaman kakek stuart tepatnya di ruang perawatan tampak kikan akan di pindahkan di kamarnya agar bisa bersama bayinya, stuart yang berada di ruang tersebut langsung di tarik Oma, "Apakah kau mengatakan pada kikan bahwa bayi Perempuan kikan sangat mirip dengannya." tanya oma
"Ya jelas saja akan mirip dengan Kikan wajahnya Oma namanya juga anak perempuan." ucap cuek Stuart
"Sebaiknya setelah mengantarkan istrimu ke kamar kau lihat dulu wajah anak perempuan mu sebelum memperlihatkannya pada kikan atau kau pergilah dulu sampai istrimu bisa menerima semuanya." ucap Oma
__ADS_1
Stuart memandang bingung pada Oma yang mengatakan hal lucu menurutnya, Kini Kikan telah di pindahkan ke kamarnya tampak kikan tersenyum saat melihat anak-anaknya yang berada di box bayi mereka, stuart yang tak mengerti perkataan Oma langsung berjalan melihat bayinya yang laki-laki wajahnya normal karena laki-laki wajar jika mereka lebih ke ayahnya walaupun ada wajah ibunya, tapi saat melihat putri bungsunya stuart langsung menutup mulutnya karena di lihat dari segi apapun putrinya sangat mirip dengannya wajah mereka seperti kembar tak akan ada yang meragukan putrinya adalah murni darah dagingnya "sepertinya putriku sangat mencintai ku sehingga wajahnya 100% milikku." ucap stuart bangga tapi sesaat kemudian dia mengingat istrinya yang sangat menginginkan bayi perempuannya mirip dengannya apalagi stuart telah mengatakan hal tersebut karena dia berpikir anak perempuan akan mirip ibunya contohnya kikan mirip ibunya begitupun Nadia jadi dia berpikir putrinya pun pasti menuruni wajah ibunya
Kikan yang sudah berada di ranjang nampak sudah bisa duduk "sayang biarkan aku melihat anak-anak kita." ucap Kikan
"Baik sayang sebaiknya lihat yang kakak dulu ini namanya Sako." ucap stuart membawa bayi pertamanya ke gendong Kikan tampak kikan langsung menyambut bayi tersebut melihat wajah bayi tersebut membuat Kikan tersenyum sumringah "dia tampan sekali sayang." ucap Kikan, "iya sayang oh iya sayang aku harus pergi sekarang kau akan di jaga oleh Oma dan ibu di sini serta dokter intan." ucap stuart
Kikan melihat sekelilingnya "di mana dokter Eni seharusnya kan dia yang bertanggungjawab." tanya Kikan
"Dia sedang memiliki urusan yang sangat penting sehingga dia pamit untuk pulang ke kediamannya." ucap stuart, Kikan hanya mengaguk mendengar perkatan stuart
Sementara itu di sebuah ruanga tampak seperti dokter melakukan operasi pada seorang wanita dengan cara memindahkan organ tubuhnya ke sebuah wadah dan menggantinya dengan organ lain, para penjaga yang melihatnya dari kaca transparan sampai ada yang muntah Karena melihat hal tersebut .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1