Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
535


__ADS_3

Di ruang operasi tampak dokter sedang berjuang untuk menyelamatkan ikan dan juga putrinya Tapi tampaknya semakin melemah membuat para dokter harus mengambil keputusan yang tepat untuk menyelamatkan salah satu diantara ibu dan anak, "kita harus menyelamatkan anaknya karena ibunya sudah tak mungkin terselamatkan lagi ini satu-satunya cara agar bisa membuat salah seorang dari mereka selamat." ucap dokter Eni


"Bagaimana dengan nyonya Kikan apa yang akan kita katakan pada tuan Stuart jika sampai terjadi sesuatu pada nyonya kikan." tanya Dokter intan


"Aku akan bertanggung jawab kan semuanya biarlah aku akan mempertaruhkan nyawaku agar kita bisa menyelamatkan salah satu dari mereka dan yang paling besar kemungkinan untuk hidup adalah bayi perempuan itu jadi kita akan menyelamatkannya." ucap dokter Eni, dokter intan tak bergeming sementara dokter Eni dan yang lain langsung mengerjakan hal tersebut agar menyelamatkan si bayi tampak baik itu sudah berada di tangan dokter Eni sang dokter langsung memberikan bayi tersebut kepada salah seorang perawat untuk dibersihkan sementara itu semakin melemah membuat para dokter berusaha untuk menyelamatkannya, setelah mengeluarkan bayi kikan dan menjahit luka operasi tampak kikan tak bergeming dan wajahnya terlihat sanga pucat dokter Eni segera keluar untuk memanggil tuan stuart sementara itu dokter intan tampak terduduk di sudut ruangan operasi


Sementara itu stuart dan ayah Leo yang sudah menunggu sedari tadi di depan ruang operasi langsung mengarahkan pandangannya kepada dokter Eni "bagaimana Apakah istri dan putriku baik-baik saja." tanya stuart dengan wajah penuh kecemasan apalagi melihat raut wajah dokter Eni yang penuh penyesalan


"Maaf tuan Aku hanya bisa menyelamatkan putri Tuan Sedangkan istri tuan tak dapat kami tolong." ucap dokter Eni


"Tidak kau bohong kau Jangan berdusta Aku akan membunuhmu hari ini juga kau telah membuat istriku terbunuh." ucap Stuart langsung bergegas masuk ke dalam ruang operasi melihat sang istri yang nampak pucat dan tubuhnya terlihat tak berdaya "Sayang ayolah jangan bercanda denganku kau tahu kan Aku begitu mencintaimu lihatlah anak-anak kita baru saja kau lahirkan ayolah sayang bertahanlah demi anak-anak dan diriku Aku sangat mencintaimu." ucap stuart sambil mencium dan memeluk tubuh kikan


Sementara di luar ruang operasi tampak semua orang terharu dan sedih melihat Apa yang terjadi tak berselang lama tiba-tiba profesor Abdullah datang dan berlari melihat hal tersebut membuat paman Jack langsung menyambutnya dengan pelukan apalagi Oma dan ibu stuart sedang tak sadarkan diri di ruangan perawatan lain

__ADS_1


"Kau Kenapa memeluk kulepaskan aku Aku ingin melihat putriku aku yakin terjadi sesuatu pada putriku." ucap profesor Abdullah


Paman Jack langsung melihat ke arah profesor Abdullah "tenanglah profesor kau akan segera bertemu putrimu tenanglah." ucap paman Jack, paman Jack takut profesor Abdullah salah paham dan membuat kekacauan di dalam


" Minggir kau Aku tak ingin berdebat atau berbicara denganmu aku harus segera menyelamatkan putriku aku tahu pasti ada sesuatu yang salah Aku bisa merasakannya." ucap profesor Abdullah


Paman Jack langsung mundur dan melepaskan pelukannya pada profesor Abdullah, Abdullah, profesor Abdullah langsung masuk ke dalam tampak dia melihat ayah Leo yang sedang duduk sambil mengusap wajahnya, profesor Abdullah menerobos membuat dokter Eni sangat terkejut saat masuk di ruang operasi dia tampak profesor Abdullah sedikit syok melihat pemandangan putrinya seperti mengingat apa yang terjadi pada istrinya dahulu saat istrinya melahirkan kikan


Stuart yang menyadari keberadaan profesor Abdullah langsung melihat ke arah Ayah mertuanya "Ayah maafkan aku." ucap stuart tapi


"Maaf Ayah aku pikir semua akan baik-baik saja sesuai dengan apa yang dikatakan oleh para dokter sungguh Ayah Aku tak bermaksud untuk melakukan sesuatu seperti ini Ayah aku mohon maafkan aku selamatkan istriku Ayah aku mohon Aku sangat takut kehilangannya." ucap stuart setelah dipukul oleh profesor Abdullah hingga tersungkur, tampak stuart mengemis di bawah kaki sang ayah mertua


"Keluar kalian dari ruangan ini tinggalkan ruangan ini kalian semua pergi dari ruangan ini aku ingin di sini bersama putriku." ucap profesor Abdullah sambil melihat ke arah putrinya para perawat dan dokter langsung meninggalkan ruangan tersebut tanpa kata sementara hanya menggeleng kepala seolah-olah tak ingin meninggalkan tempat ini, "ayah biarkan aku di sini Aku ingin bersama dengan istriku aku mohon." ucap stuart

__ADS_1


"Sekarang kau keluar ucap profesor Abdullah sambil menyeret tubuh Stuart walaupun tubuh Stuart tinggi besar tapi entah kekuatan dari mana membuat profesor Abdullah bisa mendorong stuart hingga keluar dari ruang operasi tampak Ayah Leo yang berada di depan ruang operasi langsung menyambut putranya setelah berhasil membuat stuart keluar prof Abdullah langsung mengunci ruang operasi


"Nak tolong tenanglah aku yakin Ayah mertuamu sedang berusaha untuk menyelamatkan istrimu kau jangan terlalu berlebihan seperti ini ayolah." ucap Ayah Leo yang melihat putranya seperti itu


Sementara itu di dalam profesor Abdullah nampak mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya sebuah botol kecil tampak dia membuka botol tersebut Lalu mendekatkan botol tersebut ke arah mulut kikan Setelah dia menuangkan isi botol itu ke dalam mulut kikan profesor langsung menyimpannya ke dalam saku setelah menyimpan botol tersebut profesor Abdullah mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya sebuah suntik lengkap dengan sebuah botol warna merah, "kau tenang saja sayang ayah akan menyelamatkanmu Ayah bertaruhkan hidup dari Bento hanya untuk menyimpan sisa cairan pemberian dari kakekmu hanya ini yang bisa menyelamatkan dirimu walaupun kau sudah kebal dengan berbagai macam racun." ucap profesor Abdullah sambil menyuntikkan sesuatu di lengan kikan


Setelah kikan meneguk cairan tersebut dan profesor Abdullah menyuntikkan sebuah cairan yang diciptakan khusus untuk kikan, berangsur-angsur wajah Kikan yang tadinya pucat kini kembali normal setelah merasakan bahwa putrinya sudah keluar dari ambang kematian membuat profesor Abdullah merasa sangat lega, profesor Abdullah langsung memeriksa tubuh kikan melihat bekas operasinya membuat profesor Abdullah sedikit menautkan alisnya pasalnya Dia adalah seorang dokter bedah sepertinya mereka menjahit luka di tubuh kikan dengan terburu-buru profesor Abdullah langsung melakukan pemeriksaan pada bekas operasi pada tubuh kikan setelah memeriksa dengan seksama dan memperbaiki yang menurutnya salah profesor Abdullah menjahit ulang luka operasi pada perut kikan " mengapa dokter-dokter ini tidak becus melakukan pemeriksaan dan juga menjahit luka putriku." ucap profesor Abdullah


Sementara itu dokter eni tampak melihat terus ruang operasi "siapa pria tua itu apa dia hebat itu bisa menyelamatkan orang yang sudah sekarat." ucap dokter Eni


Dokter Eni langsung mendekat ke arah Tuan Leo dan Stuart "tuan sebaiknya Anda beristirahat terlebih dahulu." ucap dokter Eni Ayah Leo langsung menatap tajam ke arah dokter Eni "sebaiknya kau urus dirimu sendiri tak perlu mengurus putraku dan aku, aku bisa mengatasinya." ucap Ayah terlihat tegas membuat dokter Eni hanya bisa mundur dan duduk di tempat duduknya semula


Suasana di luar tampak sangat tegang bahkan asisten Stuart yang datang juga tampak tegang melihat apa yang terjadi apalagi ponselnya terus bergetar entah ada berita apalagi sehingga membuat Para bawahannya terus menerus menghubunginya begitu pun ponsel Bima dan Darmanto tapi saat ini mereka tak mungkin mengabaikan apa yang terjadi apalagi istri mereka tampak terlihat sangat sedih.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2