
Melihat ketiga sahabatnya sedang melihat putrinya membuta Darmanto juga mendekati box bayi, bagaiman putriku ." ucap Darmanto, stuart, Bima dan komandan langsung menatap ke arah Darmanto
"Untung saja anak mu permpuan jika dia pria aku Tidka tau lagi apa yang harus aku lakukan." ucap stuart, sementara Bima dan komandan tampak mengangguk setuju
Darmanto langsung melihat ke arah bayinya tampak alisnya saling bertautan "dia mirip siapa ya kok tidak mirip aku Ataupun Yuli." ucap darmanto tak sadar diri saat dia menjadi wanita jadi-jadian
Mendengar perkataan Darmanto sontak saja membuat stuart dan yang lain terbelalak tak percaya atas perkataan Darmanto, " apa kau rabun tak bisa melihat anakmu ini mirip siapa." ucap Bima terlihat kesal
Darmanto kembali menatap putrinya, sepertinya dia mirip seseorang tapi di mana aku melihatnya ya ucap darmanto sambil berpikir keras, "astaga dia mirip aku saat menjadi wanita, untung dia wanita hampir saja." ucap Darmanto sambil mengelus dadanya
"Akhirnya kau sadar, oh iya kenapa kau menjadi seperti orang yang habis di aniyaya saat keluar dari ruang persalinan." tanya Bima
__ADS_1
Darmanto tersenyum sinis melihat Bima mengingat kehamilan Nadia yang akan memasuki usia 9 bulan " nanti juga kau akan tau saat Nadia akan melahirkan." ucap darmanto
"Sepertinya aku tak bisa menemani Nadia saat dia melahirkan." ucap Bima " "kenapa bukanya suami harus mendampingi istrinya." ucap Darmanto dia ingin Bima merasakan apa yang dia rasakan
"Nadia ingin operasi Caesar saja saat melahirkan soalnya dia sedikit takut melahirkan normal." ucap Bima
Darmanto terbelalak mendengar perkataan Bima, kenapa Yuli juga tak operasi Caesar kalau Yuli operasi Caesar dokter itu tak akan mengobarkan-abrik goa love istrinya, astaga beruntungnya dirimu ucap spontan Bima membuta semua menatap Darmanto bingung Karena Stuart juga tak pernah merasakan seperti yang Darmanto rasakan karena saat kikan melahirkan dia juga di operasi
"Entalah aku tak tau lagipula usia kandungan intan masih lima bulan, aku ingin melihat intan di ruangannya sebentar ." ucap komandan lalu berjalan keluar meningalkan ruangan perawatan saat berjalan menuju ruangan dokter intan tanpa sengaja seorang wanita menabraknya membuat komandan terpaksa merangkul wanita muda tersebut, tampak wanita tersebut terpanah saat melihat ketampanan komandan, sedangkan dokter intan yang akan pergi ke ruang perawatan Yuli untuk melihat bayi Yuli tampak membeku melihat adegan yang ada di hadapannya sontak saja adegan tersebut membuat beberapa orang melihat sambil tersenyum
Komandan langsung melepaskan rangkulannya saat gadis itu sudah berdiri dengan baik, lalu Matanya melihat kearah depan tampak komandan melihat dokter intan yang menatapnya dengan kesal
__ADS_1
Sayang tadi aku tidak sengaja menabrak anak perempuan itu." ucapan komandan sontak membuat gadis yang di tolong komandan kesal sedangkan orang yang mendengar tampak tersenyum, dokter intan ingin tertawa tapi teringat adegan tadi membuatnya kesal apalagi yang dia bilang anak perempuan itu sudah remaja yang
"Aku mau ke tempat Yuli aku ingin melihat bayinya." ucap dokter intan dengan nada kesal
"Aku memang berniat menjemput mu sayang sini aku bantu." ucap komandan tanpa mempedulikan gadis yang sedang menatap komandan dan dokter intan dengan tatapan yang sulit di artikan
"Dia pria yang tampan apa itu istrinya sedang hamil, apa yang harus aku lakukan untuk bertemu dengannya sebaiknya aku mengikutinya ." ucap gadis tersebut berniat mengikuti komandan dan dokter intan, tapi saat akan masuk ke jalan menuju sebuah ruangan perawatan tiba-tiba Beberapa orang penjaga menghentikannya, "Siapa yang anda cari gadis kecil anda tidak bisa masuk ke sana silahkan kembali." ucap sopan seorang penjaga
"Tapi kenapa mereka bisa masuk." tunjuk gadis kecil tersebut ke arah dokter intan dan komandan," maaf ini area privasi jadi silahkan pergi." ucap penjaga
Gadis tersebut terlihat kesal karna dia tak di perbolehkan masuk, gadis itu akhirnya pergi.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen,dan hadiahnya