
Kau jangan berbicara seperti itu walaupun dokternya ganteng tetap saja yang membuat bersama dokter intan ya komandan,ya hasilnya pasti mirip yang buat emang kaya Bima dia yang buat hasilnya seperti paman Jack." ucap stuart lalu tertawa, membuta yang lain ikut terkekeh sementara Bima tampak cemberut, tawa ketiga orang itu membuat anak komandan menangis membuat kakek komandan Langsung menatap mereka dengan tajam, "apa yang kalian lakukan kalau mau cerita di luar sana lihat ke dua cicitku menangis karena suara kalian." ucap kakek komandan
Membuat ke tiga orang tersebut langsung berusaha untuk membuat bayi tenang tapi gagal membuat mereka langsung di keluarkan dari ruang perawatan
Tampak ke empat orang tersebut duduk di depan ruang tampak dua orang perawatan lewat sambil bercerita "kasian ya dokter edi sampai tak sadarkan diri beberapa jam karena di pukul suami dokter intan entah apa yang terjadi tapi menurut perawat yang bersamanya tanpa ada maslahah apapun suami dokter intan langsung memukul dokter Edi hingga jatuh pingsan padahal dokter intan akan segera melahirkan." ucap perawat 1
"Astaga kasian sekali dokter Edi padah dia dokter baik apalagi anaknya akan segera ulangtahun." ucap perawat 2
"Iya apa sebenarnya yang di pikiran suami dokter intan sampai tega memukul orang sebaik dokter Edi ." ucap perawat , setelah kepergian ke dua perawat tersebut semua langsung memandang komandan
__ADS_1
"Seharusnya kau Meminta maaf pada dokter Edi apa kau tak merasa bersalah dokter Edi melakukan semua itu hanya karena itu tugasnya." ucap stuart
"Stuart benara seharusnya kau malu pada dirimu karena memukul seseorang yang hanya ingin melaksanakan tugasnya, apalagi sebentar lagi anaknya ulangtahun apa ku tak merasa bersalah ." ucap Bima
"Bima benar sebaiknya kau berikan hadiah pada dokter Edi atau pemintaan maafmu, atau sebaiknya kita berempat ke ruang perawatan di mana dokter Edi berada kita akan menjenguknya." ucap darmanto
"Kalau berdua bukanya kalian yang bahagia atas apa yang aku lakukan kalian berdua Bahakan mendukung dan bahkan memeluk ku karena sangat bahagia, sekarang kalian menyalahkan ku, aku kan tidak sengaja memukulnya." ucap komandan
"Selamat sore dokter Edi boleh kami masuk." ucap stuart, tampak wajah dokter Edi terlihat pucat melihat ke empat orang tersebut, "iye silahkan tuan maaf aku tak bisa menyambut kalian dengan baik." ucap dokter Edi
__ADS_1
"Kau berbaring saja kami ke sini hanya Ingin melihatmu dan komandan juga datang untuk meminta maaf padamu ." ucap stuart sambil menyeret komandan agar maju ke hadapan dokter Edi
"Maafkan aku dok karena sudah memukulmu saat di ruang persalinan aku sungguh tak sengaja melakukannya aku reflek melakukan hal tersebut, sebagai permintaan maaf ku ini ada hadiah untuk mengajak putrimu berlibur." ucap komandan meletakan sebuah cek di meja samping dokter Edi, dokter Edi belum melihat nominal dalam cek
"Baikalah aku menerima maaf tuan dan terimakasih untuk hadiahnya kebetulan aku memang akan mengajak putriku liburan di kebun binatang." ucap dokter Edi dengan senyuman
"Baiklah kami tak bisa berlama-lama di sini kami pamit dulu." ucap stuart lalu mereka semua keluar dari ruangan dokter Edi
Tampak dokter Edi mengambil cek yang di berikan komandan matanya langsung terbelalak melihat nominal yang tertera dalam cek, "astaga ini sih dengan cek ini kebun binatangnya pun bisa aku beli banyak sekali, walaupun mendapatkan pukulan tapi hasilnya lebih banyak dari gajiku setahun Memeng keluarga huges bukan kaleng-kaleng aku akan berlibur ke luar negeri dengan keluarga ku sambil menikmati kebersamaan kami." ucap dokter Edi sumringah saat melihat cek tersebut.
__ADS_1
"Begini kan lebih baik setidaknya dokter Edi bahagia ." ucap stuart, membuta ke Tiganya mengangguk setuju.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya