
Setelah mendengar perintah Stuart sang asisten pun mengangguk hormat lalu kembali ke sofa Di mana para pujangga sedang membuat puisi yang menurut mereka sangat bagus salah seorang dari pujangga telah selesai menuliskan sebuah puisi asisten Stuart langsung mengambil puisi tersebut dan membawanya kepada Stuart yang sudah duduk menunggu di kursi kebesarannya
"Maaf tuan ini puisi dari pujangga pertama yang duduk di sebelah kanan." ucap sang asisten sambil menyerahkan sebuah kertas yang berisi puisi
"Baiklah serahkan padaku aku ingin membacanya segera." ucap stuart sambil mengambil kertas yang di letakkan asistennya
"Hai kau gadis idaman hati bunga mawar bunga melati
Adakah kau tau hatiku ini hanya berdetak jika berada di dekatmu
Bersedia kah kau menjadi masa depanku......
__ADS_1
Ini puisi yang lumayan tapi terlalu umum apalagi ada bunga melati itu terlihat sedikit mistik sebaiknya suruh dia mengulang yang lebih baik lagi." ucap stuart sambil menyimpan kertas tersebut di laci miliknya
Asisten Stuart Kembali membawakan sebuah puisi yang ditulis oleh pujangga kedua yang duduk di tengah di antara penjaga pertama dan penjaga ketiga
"Maaf tuan ini adalah puisi dari penjaga kedua silakan Tuan membacanya." ucap asisten Stuart sambil menyerahkan kertas di hadapan stuart
Stuart melihat kertas tersebut lalu membacanya bait per bait dengan serius
"Wahai pelangi mengapa warnamu selalu bisa membuat Aku kagum seperti dirinya yang memiliki berjuta pesona di dalam dirinya
Tuhan aku sangat mencintai dan mengaguminya tak ada kata yang lebih tulus dan lebih indah selain kata kau adalah wanita sempurna dalam hidupku......puisi ini cukup bagus tapi sepertinya masih ada sesuatu yang kurang ucap stuart sambil kembali menaruh kertas tersebut di laci
__ADS_1
Seperti biasa sang asisten hanya mengangguk lalu kembali ke sofa kini pujangga satu dan pujangga dua mulai kembali menulis puisi untuk dinilai oleh stuart
Akhirnya pujangga ketiga telah menyelesaikan tulisannya sang asisten langsung membawa tulisan tersebut ke hadapan Stuart seperti tulisan pujangga satu dan pujangga dua tuan langsung melihat isi puisi tersebut
"Istriku Ibu dari anak-anakku permata hati dan jiwa ragaku Kau adalah segalanya bagiku kau adalah tulang rusuk yang bila diambil dari diriku maka aku bisa mati
Kau adalah belahan jiwa ku yang tuhan kirimkan untuk kembali menyatukan jiwaku
Kau laksana air di Padang pasir kau bagaikan bulan yang menyinari ku di kegelapan dan kau bagaikan bintang yang membuatku selalu bisa menemukan arah yang tepat untuk menemukanmu....puisi ini cukup menarik tapi aku masih belum yakin ini puisi yang terbaik dan bisa membuat istriku memujiku." ucap stuart
Sementara itu Kikan yang berada dalam kamar nampak terbangun dia melihat sekelilingnya lalu matanya melihat ke arah jam dinding Astaga ternyata ini sudah malam di mana dia dia ini membuat puisi apa bersemedi kenapa sampai malam seperti ini." ucap kikan sambil bangkit dari tempat tidur
__ADS_1
Stuart yang berada di ruang kerjanya tidak menyadari bahwa waktu telah lama berlalu kikan yang sudah bangkit dari tempat tidur langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya