
"Beraninya dia menolakku terang-terangan tadi di restoran dan sekarang dia hendak berkencan dengan seorang wanita sungguh lelaki yang tak tau diri." ucap Angel
"Kakak aku ingin membalaskan dendam atas apa yang dia lakukan padaku tadi siang di restoran Kakak tenang saja aku mengenal pemilik restoran tersebut aku akan pastikan merasakan akibatnya karena telah menghinaku di depan umum." ucap Angel
"Apa yang akan kau lakukan kau jangan berbuat sembarangan itu bisa akibat buruk untuk kita berdua kau tahu kan Tuan DK sekarang sudah tak lagi ingin bekerjasama dengan perusahaan kita." ucap Roni
"Kakak jangan khawatir Aku hanya ingin membuat Stuart merasakan akibatnya dengan membuat wanita yang akan dai kencani merasakan akibat buruk atas perbuatannya yang dilakukan padaku." ucapa Angela
"Jika semua terbongkar Stuart tidak akan pernah memaafkanmu akibatnya bisa-bisa kita jadi jatuh miskin dan karir mu sebagai model akan tamat saat itu juga." ucap Roni
"Tenang saja aku akan membayar salah seorang pelayan agar membantuku dan Aku pastikan pelayan tersebut akan pernah mengetahui tentang diriku." ucap Angela
"Kau jangan terlalu yakin akan hal tersebut kau tahu kan Bagaimana sepak terjang Stuart Tak ada yang tak bisa dia tak ketahui, Aku takutnya rencanamu bukannya berhasil tapi akan gagal dan menjadi dampak buruk bagi kita semua." ucap Roni
"Kau jangan terlalu membual dia hanya pembisnis biasa." ucap Angel
__ADS_1
Sementara itu di perusahaan Stuart waktu menunjukkan waktunya pulang tampak Stuart sedang bersiap begitupun Kikan yang harus selalu siap
Stuart keluar dari perusahaan di ikuti Kikan sopir yang sudah menunggu di lobby kantor langsung membuka pintu untuk Stuart
Setelah mereka masuk ke dalam mobil kini mobil langsung melaju ke kediaman Stuart
Kikan seperti biasa akan ke kamar Stuart untuk menyiapkan semua keperluan Stuart
Stuart yang sudah menunggu Kikan langsung mengunci pintu dengan remote yang berada di tangannya
"Ke sini aku ingin bicara denganmu." ucap Stuart sambil duduk santai di sofa
"Ada apa kenapa tak ke mari apa harus aku yang ke sana." ucap Stuart
"Maaf tuan ." ucap Kikan seraya melangkah dengan takut ke arah Stuart
__ADS_1
"Duduklah aku ingin berbicara denganmu." ucap Stuart
Kikan langsung duduk di karpet bulu membuat Stuart langsung menatap tak suka atas apa yang di lakukan kikan
"Kenapa kau duduk di bawah apa kau ingin aku gendong untuk aku dudukan di atas kursi." ucap sarkas Stuart
Kikan spontan langsung bangkit dan duduk di hadapan Stuart "maaf tuan muda apakah ada yang bisa aku bantu." ucap Kikan sedikit gugup
Stuart melihat Kikan yang sepertinya takut padanya, "kau jangan takut aku hanya ingin kau ikut denganku malam ini dan ingat kau harus menuruti semua perintah ku." ucap Stuart
"Baik tuan muda." ucap Kikan menunduk hormat
"Sekarang pergilah mandi dan setelah itu kau tunggu aku di depan." ucap Stuart
Setelah mengatakan hal tersebut Stuart langsung bangkit dan berjalan ke kamar mandi sedangkan Kikan langsung keluar dari kamar menuju kamarnya untuk bersiap
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain tampak Bima yang baru saja tiba di kediaman utama dengan wajah yang sulit di artikan berjalan masuk ke dalam bangunan mewah tersebut.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya