
sayang katamu jika anak kita sedikit besar maka wajahnya akan berubah bisa saja seperti wajahku tapi kenapa semakin besar Putri kita semakin mirip saja denganmu bahkan kelakuannya pun 11, 12 denganmu katakan yang jujur padaku Apakah membohongiku ." ucap Kikan sambil mentap wajah stuart dengan serius
"Sayang Mana mungkin aku membohongimu mungkin saja memang Putri kita memiliki wajah yang sama denganku tapi kan kita masih bisa membuat Putri yang lain siapa tahu saja hasilnya bisa mirip denganmu." ucap Stuart
"Apa kau gila kau ingin membuat anak lagi apa kau tidak melihat triple S baru saja belajar merangkak." ucap Kikan
"tunggu mereka sudah bisa berjalan baru kita membuat Putri yang mirip denganmu." ucap stuart
__ADS_1
"Aku malas berbicara denganmu Kau memang tak akan mengerti Kau pikir segampang itu apa pokok tidak melihat putra dan putrimu itu masih kecil-kecil semua." ucap Kikan lalu bangkit berjalan ke arah anak-anaknya yang sedang bermain bersama pengasuh mereka
"dikasih solusi tidak mau sebentar pasti merajuk lagi kenapa anak-anak kita tak ada yang mirip denganku semuanya mirip denganmu padahal aku yang mengandung." ucap stuart dengan suara pelan takut di dengar Kikan
sementara itu di sebuah rumah mewah tampak komandan dan dokter intan sedang santai menikmati suasana taman belakang di rumah baru mereka, tampak perut dokter intan membuncit "sayang aku bersyukur malam itu hasilnya langsung jadi." ucap komandan sambil mengelus perut dokter intan
komandan nampak terdiam lalu menghembuskan nafasnya kasar, "aku dengar dia mengenyal mengalami kecelakaan yang sangat parah membuatnya harus dirawat secara intensif di luar negeri." ucap komandan, dokter intan sangat terkejut mendengar berita tersebut bukannya apa dia tak mengetahui bahwa Dewi mengalami kecelakaan, " Benarkah dari mana kau mendapatkan informasi itu kenapa tak ada berita mengenai kecelakaan Dewi." tanya Dokter intan
__ADS_1
"tentu saja aku mengetahui informasi tersebut walaupun kakek Dewi sudah berusaha untuk menutupi semua berita tentang kecelakaan di." ucap komandan
Sementara itu di sebuah rumah sakit di luar negeri tampak seorang wanita terbaring di ranjang rumah sakit beberapa bagian tubuhnya tampak terluka apalagi wajahnya mengalami luka terbakar serius,sudah berbulan-bulan wanita itu koma dan hanya perawat pribadi dan kakeknya yang bersama dengannya
"sayang kau tenang saja kau pasti akan melewati semuanya maafkan kakek yang tak bisa memenuhi keinginan tapi kakek takkan tinggal dia melihat kau seperti ini mereka sudah mencelakai dirimu." ucap kakek Dewi
sementara itu nadia ada Bima tampak sedang berbelanja mengingat sebentar lagi anaknya akan lahir
__ADS_1
sementara itu di rumah sakit tampak terjadi keributan karena Yuli yang akan segera melahirkan membuat Darmanto kalang kabut apalagi dokter intan juga sedang hamil membuta yuli harus melahirkan di tangani oleh dokter lain sebenarnya tidak Masalah di tangani oleh dokter lain tapi masalahnya dokternya adalah seorang pria dan itu membuat Darmanto kesal Karena dokter kandungan wanita yang satu sedang cuti melahirkan dan yang satu sedang hamil membuat Darmanto tak ada pilihan lain aplagi istrinya akan segera melahirkan akhirnya Darmanto pasrah Yuli di tangani dokter kandungan pria, tampak Darmanto yang menunggu di depan rumah persalinan dengan perasaan tegang tampak Oma dan ibu stuart yang baru saja sampai begitu pun ibu Yuli.