
Sementara itu Stuart yang sudah keluar dari ruang kerjanya langsung menuju ke kamar miliknya keluar langsung membuka pintu kamar tampak dia melihat istrinya yang sedang duduk sambil menonton TV
Kikan yang melihat sesuatu sudah masuk ke dalam kamar pura-pura cuek seperti tidak menunggu kedatangan Stuart padahal sejak tadi dia sudah berharap Stuart datang
Stuart mendekat ke arah Kikan lalu memeluknya dari belakang mencium rambut Kikan dengan lembut
"Wahai bidadari surgaku Aku adalah pria yang tak bisa mencintai seseorang melebihi cintaku padamu bagiku kau bukan hanya tulang rusukku tapi nyawaku
Tak ada kata yang bisa aku ucapkan untuk menggambarkan betapa kehadiranmu dalam hidupku menjadi sebuah pelita yang sanggup menerangi setiap sudut yang ada di tubuhku sampai ke tulang-tulangku
Bagiku kau adalah wanita sempurna yang hadir di hidupku yang tak sempurna ini aku tak butuh apapun selain dirimu yang selalu menemani hidupku
__ADS_1
Aku adalah pria biasa yang hidup dengan ke egoisan tapi sejak bersamamu aku menjadi seorang pria yang luar biasa dan mampu hidup dengan rasa bersyukur karena kehadiranmu
Wahai ibu dari anak-anakku tahukah kau bagiku kau adalah matahari yang selalu akan ada untuk menyinari hidup ku Kau adalah tempat di mana aku bisa jatuh dan juga bisa berdiri
Wahai istriku tercinta mau kau kau hidup bersamaku selamanya sampai Tuhan menyiapkan rumah baru di alam lain entah siapa yang akan di sana terlebih dahulu tapi aku berharap kita akan selalu bersama di dunia maupun di akhirat .
Nampak kikan tertunduk tampak binar bahagia di wajahnya walaupun setetes air mata kebahagiaan mengalir di pipinya puisi yang dibaca oleh suaminya sungguh sangat romantis dia tak menyangka bahwa suaminya akan menyiapkan puisi seindah itu untuknya.
"Maaf Sayang jika puisiku membuatmu sedih tapi aku ingin kau tahu seberapa besar rasa cintaku padamu bahkan jika nanti kita sudah meninggalkan dunia ini aku masih berharap kita tetap bersama di alam sana." ucap stuart
Kikan menghapus air matanya lalu perlahan-lahan membelikan tubuhnya untuk memeluk sang suami "tidak sayang puisimu sangat indah bahkan lebih indah dari puisi manapun yang pernah aku dengar kau tahu sayang Aku menangis bukan karena sedih tapi aku menangis karena sangat bahagia mendengarkan setiap bait puisi yang keluar dari bibirmu yang merupakan isi hatimu sendiri puisi yang begitu tulus." ucap Kikan
__ADS_1
Stuart langsung mengecup kening istrinya dengan senyuman yang tak pernah luntur "akhirnya aku mengalahkan si komandan tak tau diri itu berani-beraninya dia mau merebut perhatian istriku walaupun hanya dengan puisi." ucap stuart dalam hati sambil memeluk kikan
Sementara itu di sebuah markas besar milik Bento tampak Bento sedang duduk di kursi kebesarannya menunggu sang asisten yang akan membawa seseorang untuk bertemu dengannya
Tampak Jay yang baru saja masuk ke ruang Bento dengan beberapa berkah di tangannya
"Bagaimana keadaan wanita itu setelah operasi plastik." tanya Bento saat jay sudah berada di depan meja miliknya
"Sempurna tuan bahkan operasinya sangat sukses dan 3 hari lagi dia sudah bisa melepaskan perbannya kita akan bisa melihat hasilnya." ucap Jay .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1