
Sopir dan Bima langsung masuk ke dalam mobil setelah masuk mobil langsung melaju ke lokasi di mana profesor Dinda berada profesor Dina yang menunggu Bima dengan tubuh yang penuh lumpur dari kepala sampai kaki sungguh penampilan yang sangat mengerikan
Melihat mobil Bima profesor Dina merasa lega senyum di wajahnya langsung dengan langkah cepat dia menuju ke arah mobil Bima mengetuk kaca mobil Bima Bima langsung melemparkan uang kepada profesor Dina seolah-olah profesor Dina adalah pengemis
Tuan Bima Apa yang kau lakukan aku adalah profesor Dina ucap profesor Dina saat Bima membuka kacanya dan melemparkan uang padanya
"Astaga maaf profesor Dina aku tak menyangka bahwa itu dirimu, karena kau tampak seperti orang pengemis
" ucap Bima tanpa filter
__ADS_1
"Tuan bolehkah aku masuk ke dalam mobil Aku ingin membersihkan tubuhku." ucap profesor Dina karena sedari tadi pintu mobil sengaja dikunci oleh Bima agar profesor Dina tidak menerobos masuk ke dalam mobil miliknya apalagi melihat keadaan profesor Dina yang sangat mengerikan sudah kotor bau lagi
"Bagaimana ya profesor Dina pasalnya tubuh anda sangat bau dan kotor dan mobil ini baru saja aku cuci apalagi mobil ini harganya tidak murah kau tahu kan berapa harga mobil ini jika kau naik ke dalam mobil ini dan mengotori seisi mobil ini pasti mobil ini akan langsung banting harga dan aku harus pergi mencuci mobil ini lagi dan baunya pasti masih ada." ucap Bima tanpa perasaan
"Tapi Tuan Bima Bagaimana dengan diriku aku ingin pulang untuk membersihkan diriku apalagi di sini tak ada satupun kendaraan." ucap profesor Dina
"Oh iya kebetulan tak jauh dari sini ada gerobak sapi biar gerobak saja itu akan mengantarmu untuk membersihkan tubuhmu di rumah salah satu warga setelah itu kau bisa naik ke mobilku." ucap Bima tanpa perasaan
Bima melihat ke arah profesor Dina lalu mengambil sesuatu di dashboard mobilnya "ini kain pakailah untuk menutup sebagian tubuhmu." ucap Bima sambil memberikan sebuah kain pada profesor Dina
__ADS_1
Profesor Dina mengambil kain tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan, "kenapa tak kau biarkan saja masuk dan duduk di depan aku akan membuat kain ini sebagai alas tempat aku duduk agar mobil tak kotor." ucap profesor Dina masih menawar karena tak merasa nyaman naik gerobak sapi dengan keadaan yang seperti itu tapi Bima pura-pura tak mendengarkan perkataan profesor Dina di tengah pembicaraan ke duanya
Sopir Bima sudah membawa petani yang memiliki gerobak sapi tepat dihadapan profesor Dina
"Tuan ini pak Raden pemilik sapi." ucap sang sopir sambil menunduk hormat pada Bima, Bima tersenyum lalu mengaguk
"Apa kau sudah mengatakan bahwa di harus mengantar wanita kotor dan bau ke rumah salah seorang warga agar bisa membersihkan dirinya dan apakah kau sudah memberikannya uang ucapan terimakasih pada pak Raden ." tanya Bima saat sang sopir sudah masuk kembali ke dalam mobil setelah menitipkan profesor dina pada pak Raden
Dengan terpaksa profesor Dina naik ke gerobak Yang dikendarai oleh pak Raden walaupun gerobak tersebut kotor karena banyak tanah dan tai bekas entah apa tapi yang jelas gerobak itu kotor apalagi banyak benda hitam yang menempel tapi mau tidak mau profesor Dina harus duduk di gerobak tersebut.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya